
Jika di tanya apa Devi membenci Lelaki yang memberikan dia 3 orang anak itu! Jawabannya tentu tidak! Apa Devi masih mencintainya. Mungkin ya mungkin juga tidak! Kenangan Devi dan Aksel mungkin sangat singkat tetapi sayang kalau harus dilupakan walaupun mengenangnya terasa sakit.
Devi menghentikan langkahnya, Dadanya naik turun dengan begitu cepat seolah pasokan udara ke paru parunya telah habis, ketika mendengar tuduh Aksel kepadanya! bahkan Aksel meragukan kasih sayangnya kepada Nanda dan Putra.
Devi menyimpan ponsel kedalam tasnya, setelah itu dia mulai melangkah tergesa gesa keluar dari mall ltu, iya bahkan melewati Nadia,Rai, Resty dan Randy begitu saja tanpa menegur mereka.
" Ra, Dira." Pagi Nadia, tidak membuat langkah Devi terhenti, Iya terus berjalan. sampai tidak terlihat oleh mata mereka.
Saat keluar dari Mall Devi melihat sebuah taksi berhenti, iya langsung masuk kedalam taksi itu dan meminta Driver itu segera melajukan mobilnya.
Awalnya Driver itu menolak karena taksinya sudah ada yang pesan, Devi membujuk driver itu, Air mata yang mengalir di pipinya membuat Driver itu ibah dan langsung mengantar Devi kealamat yang Devi minta.
Perjalanan itu hanya memakan waktu 25 menit tetapi terasa begitu lama buat Devi, iya bahkan terlihat seperti orang baru yang terus bertanya, " Apa masih jauh, kenapa lama sekali dan yang lainnya."
Begitu taksi itu sampai di Depan rumah Aksel Devi langsung memberikan beberapa lembar uang kepada Driver itu, setelah itu iya keluar taksi.
Beruntung malam itu pintu pagar rumahnya belum ditutup jadi memudahkan Devi untuk masuk, Devi menekan bel rumah Aksel.
" Siap.."
" Mana Anak anakku." Devi mendorong tubuh Aksel dan langsung masuk begitu saja. Aksel tidak berkutik sama sekali melihat Devi di depannya, bahkan untuk marah saja dia tidak bisa padahal Devi sudah bersikap seenaknya.
Aksel menutup pintu rumah dan menguncinya, Iya melangkah mengikuti Devi dengan terus menatap punggung Wanita yang masih berstatus Istrinya itu.
Devi meletakkan tasnya di sofa, iya menaik tangga menuju kamar yang pernah iya tepati waktu itu, Kalau bukan karena Nanda dan Putra Devi tidak akan mau kesini lagi, sebab Hatinya terlalu sakit jika harus kembali ke rumah ini.
Pintu kamar itu sedikit terbuka, Devi dapat melihat dengan jelas punggung seorang wanita yang sedang membujuk Anak kecil yang duduk memunggunginya.
" Den Ayo makan dulu, nanti kalau nggak makan sakit Lo." bujuk wanita itu.
" Aku nggak mau! bibi jangan Peduli sama kita. mommy aja nggak sayang, nggak peduli."
__ADS_1
Ucapan yang keluar dari bibir Anak sekecil Nanda, sungguh sangat mengiris hati Devi. Apa Anak berusia 3 tahun bisa berbicara seperti itu, apa dia mengerti apa yang dia katakan. tentu saja tidak dia hanya mengulang apa yang dia dengar dan untuk pertama kalinya dia mengeluarkan kata kata seperti itu di hadapan Aksel dan juga Devi.
Devi berbalik, iya menatap tajam kepada Aksel, Dari kedua manik indah Devi Aksel sudah bisa menebak apa yang di pikirkan Devi Saat ini.
Devi kembali berbalik, iya menarik nafas dalam dalam lalu menghembusnya, Dengan perlahan iya mulai melangkah mendekat kearah Nanda. Devi meminta piring yang berisi makanan Nanda dari Bibi, walaupun wanita paruh baya itu begitu terkejut dengan kehadiran Devi tetapi dia tetap menyerahkan piring itu kepadanya.
" Kata siapa mommy nggak sayang." Sahut Devi iya langsung duduk di hadapan Nanda membuat Nanda menatap tidak percaya dengan kehadiran Mommy nya bahkan dia berulang kali nengucak kedua matanya untuk memastikan apa yang dia lihat itu benar sampai suara kedua saudaranya menyadarkannya.
" Mommy, Mommy." Teriak Sevi dan putra bersautan di dalam kamar itu.
Sekecewa apapun, seorang Anak kepada mommy mereka, senyum dan pelukan hangat sang mommy mampu mengobati rasa kecewa itu sendiri.
Sevi dan putra yang sedang duduk di lantai itu, langsung berdiri menghampiri Devi. Saat Sevi ingin naik ke pangkuan Devi Aksel langsung meraih tubuh gadis kecilnya itu. " Dede kan udah sering tuh sama mommy, sekarang gantian ya sayang." Aksel mengendong Sevi, iya meraih dompet dan kunci mobil, Setelahnya, iya dan Sevi keluar dari kamar itu, Aksel sengaja memberikan ruang dan waktu kepada Devi dan kedua anaknya.
Disisi lain putra dan Nanda menangis sejadi jadinya di peluk Devi melepaskan rasa rindu mereka kepada Devi. Selama ini hanya fotret Devi yang menjadi pengobat rindu mereka.
" Mommy jangan ninggalin kita lagi." Ucap putra dengan suara khas orang menangis.
" Maafkan mommy ya sayang, sekarang kalian berdua makan dulu, nanti kita lanjut ngobrol lagi oke." Devi mengusap air mata di wajah kedua anaknya. " Anak cowok ko cengeng sih! malu donk Sama sema Dede Sevi."
" Tapi mommy janji ya, nggak akan ninggalin kita lagi." Nanda dan Putra menatap penuh harap kepada Devi. Membuat dia ingin mengiyakan permintaan kedua putranya itu, tetapi bibirnya begitu berat mengucapkan kata iya.
" Mommy Nanda janji nggak akan nakal."
" Put juga mommy."
" Iya sayang, sekarang makan ya." keduanya pun mengangguk, Devi mengajak mereka untuk duduk di lantai beralaskan karpet berbulu. Setelah itu Devi mengambil piring yang iya Letakkan di atas nakas samping tempat tidur kemudian Devi menyuapi putra dan Nanda secara bergantian.
Usai menghabiskan makanan mereka, putra dan Nanda langsung duduk di pangkuan Devi mereka kembali Memeluk Devi " Kita sayang sama mommy." ucap Keduanya. membuat senyum Devi merekah seketika.
__ADS_1
" mommy juga sayang sama kalian." balas Devi sambil mengusap kepala kedua anaknya.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Aksel membujuk Sevi dengan mengajak nya pergi ke Supermarket yang tidak jauh dari rumahnya.
Begitu tiba di supermarket Aksel membebaskan Sevi untuk memilih apapun yang dia inginkan, membuat Sevi begitu bersemangat iya langsung berlari ketempat buah di ikuti Aksel dari belakang sambil mendorong troli.
Mangga, Anggur, pir, Apel dan Jeruk yang Sevi pilih untuk mengisi troli yang didorong Aksel, iya juga membeli beberapa kotak Eskrim coklat, serta Susu dan Jus rasa guava.
" Sudah cutup." Ucap Sevi.
" kamu yakin?" Tanya Aksel, Sevi pun mengangguk, Aksel terlihat binggung dengan pilihan Putrinya itu. " Sayang nggak mau beli permen, kripik, biskuit?"
" Ndaa ayah mommy malah, tata mommy itu ndaa bagus buat Dede." Jelas Sevi, membuat Aksel membulatkan bibirnya.
Setelah membayar Keduanya kembali kerumah, Sampainya di rumah Aksel meminta bibi untuk menyimpan belanjaan. Sedangkan iya mengendong Sevi langsung menuju kamar dimana Devi dan kedua anaknya berada.
Saat membuka pintu kamar itu di lihat Devi sedang berbaring bersama Nanda dan Putra yang tengah terlelap.
.
.
.
.
Bersambung.
🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍
__ADS_1