
Devi tidak menyangka seorang Gilang akan senekat itu, bahkan sampai harus turun langsung untuk menghamili wanita yang menjadi penyebab keluarganya terpisah layaknya kepingan puzzle yang harus menggunakan otak mereka untuk menyusun ulang kepingan kepingan itu.
" Terus bagaimana dengan Nana?"
Sungguh Tidak ada yang tahu apa yang di rasakan Nana saat ini, Sakit hati, Kecewa dan menyesal mungkin saja semua perasaan itu tercampur menjadi satu, bahkan untuk menangis saja seorang Nana tidak mampu melakukannya. " Menangis? tapi untuk apa?" Bukankah dari pertama Nana sudah tahu seperti apa suaminya itu lalu untuk apa dia menangis Jika pada akhirnya tidak ada yang merasa ibah kepadanya.
" Jika Abang menginginkan posisi Aku. Aku dengan senang hati akan memberikannya kepada Abang, Karena bagi aku bang Gilang adalah kakak aku, bang Gilang lebih berharga dari pada harta dan jabatan yang aku punya, walaupun darah bang Gilang dan aku tidak sekental darah aku dan Reza, satu hal yang harus kamu tahu bang, Abang tetap saudara aku sampaikan pun." Jelas Aksel membuat Gilang semakin bungkam, entah pembelaan apa yang akan dia berikan. " Meskipun semua yang Abang lakukan ini telah melukai hati aku, Devi dan juga anak anakku. Aku tetap akan memaafkan Abang, dan aku minta jangan ulangi lagi, kalau sampai itu terjadi, aku tidak akan memaafkan Abang lagi sekalipun roh terlepas dari ragaku." Aksel menunjuk Gilang, yang masih betah membisu.
Melihat Gilang yang tidak merespon Ucapannya, Aksel berbalik memandang Devi. Suasana itu begitu mencekam walaupun lebih dari sepuluh orang berada di ruangan ini. Tetapi tidak mampu menetralisir ketegangan itu.
Aksel berjongkok di hadapan Devi, Ia menggenggam tangan wanita yang masih berstatus Istrinya ini" Malam itu kamu bertanya kepadaku! kenapa dia bisa ada di pesta pernikahan Dede dan Reza kan, aku akan menjawabnya dan semoga ini bisa sedikit mengembalikan kepercayaan kamu kepada ku walaupun hanya 1% setidaknya kamu masih mau percaya kepada aku lagi. Malam itu bang Gilang yang membawanya ke padaku, aku tidak tahu kapan bang Gilang dan dia saling kenal, bahkan aku tidak curiga sedikitpun kepada bang Gilang! karena aku tidak pernah berpikir buruk tentang bang Gilang." Aksel masih berusaha menjelaskan kepada Devi.
...πFlashback On π...
" Aks ada wanita yang cari kamu tuh, katanya istri kamu." Ucap Gilang Setelah menepuk pundak Aksel.
" Devi?"
" Bukanlah, Abang kenal sama Devi ya Aks! tapi wanita itu mengaku namanya Heni." Aksel terlihat binggung.
" Heni siapa bang, aku nggak ada tuh kenalan namanya Heni." Ucap Aksel jujur, entah mungkin karena lupa atau seorang Heni yang tidak penting sehingga Aksel tidak sedikitpun mengingatnya.
" Ya iyalah, kamu nggak tahu dan nggak ingat nama perempuan lain kan di otak kamu cuma ada Devi seorang."
" Tahu aja bang, kan dia segalanya buat aku." Ucap Aksel membuat Gilang menatap tidak suka kepadanya. Entah apa yang salah dengan Ucapan itu, Tanpa Gilang sadari, Aksel bisa membaca tatapannya itu.
" Udah jangan banyak gombal, Abang nggk akan luluh Aks, lebih baik kamu temui dia tuh." Gilang menunjuk ke arah wanita yang tengah berdiri memunggunginya.
Aks tidak banyak bicara lagi iya langsung menemui wanita itu. " Maaf kamu siapa ya?" Tanya Aksel ketika berada tepat di belakang Heni.
__ADS_1
" Mas Rudi ini aku Heni, Istri kamu mas." Ucap wanita itu langsung memeluk Tubuh Aksel. Aksel terkejut dengan perlakuan Heni barusan, iya mencoba melepaskan pelukan Heni. Andai saja, tidak ada orang disitu mungkin Aksel sudah mendorong tubuh wanita itu serta menyeretnya keluar dari pesta ini.
" Ngapain kamu kesini, bukannya aku sudah menceraikan kamu." Bentak Aksel sambil mencekam pergelangan tangan Heni.
" Aku disini, karena aku hamil anak kamu mas." Ucap Heni Sambil menahan rasa sakit di tangannya.
" Apa hamil, itu tidak mungkin! Bentuk selangkanganmu saja aku tidak tahu seperti apa, apalagi sampai hamil anakku! oh tuhan cobaan apa ini." Ucap Aksel, Ia tidak percaya dengan apa yang baru dia dengar itu, walaupun kata kata terakhir hanya bisa iya ucapkan dalam hatinya. " Lebih baik kamu segera pergi dari sini, Sebelum aku memenjarakan kamu sama seperti Kakak kamu." Ancam Aksel sambil menarik tangan Heni untuk keluar dari pesta itu.
Baru beberapa langkah, Aksel di panggil mama Aisya yang kini tengah berdiri bersama anak anaknya dan keluarga yang lain, Aksel pun menghampiri mama Aisya tanpa melepaskan tangan Heni. " Aks dimana Devi nak?" Tanya mama Aisya.
" Lagi sama Anwar dan mbak Rara! kenapa mah?"
" Nggak papa, soalnya mama tidak melihatnya."
" Oh."
" Ini siapa Aks?" Mama Aisya menunjuk Heni.
" Iya sayang hati hati ya." sebelum pergi Aksel melihat Devi naik di atas panggung bersama Anwar, untuk mempersembahkan satu lagu kepada Dede yang di khianati Aryan. Setelah itu barulah Aksel dan Heni pergi dari pesta itu.
...πFlashback off π...
" Selama ini aku terlalu sibuk sehingga aku tidak pernah mencari wanita untuk menjadi kekasihku. Bukan berarti setelah menikah dan menggenalmu aku mencari wanita lain, tidak Devi karena menikahi kamu adalah sebuah komitmen yang aku buat untuk kamu dan janji yang aku ikrarkan di hadapan Tuhan, mama, papa dan Abbah." Sebuah tarian nafas Aksel butuhkan untuk mengisi rongga paru parunya Sebelum melanjutkan ucapannya. " Aku bukan lelaki yang suci atau pun sok suci, aku sadar Sebelum mengenalmu, Akulah lelaki yang bergelimang dosa, tetapi semenjak mengenal kamu, aku berjuang untuk menjadi seperti apa yang kamu mau, aku berjuang agar kamu mencintaiku dan aku berjuang agar kamu tidak pergi. Bukannya aku lelah atau mengelu, bukan Dev, Aku berkata seperti ini hanya untuk mengharapkan maaf dari mu, Jangan sekarang jika itu berat buat kamu memaafkan aku, tetapi maafkan aku jika hatimu yakin ingin memaafkan dan mempercayai aku lagi."
" AKU AKSEL PRADIKA FIRMASHA DI DEPAN SEMUA ANGGOTA KELUARGA KITA MEMINTA KAMU DEVINA ALDIRA FIRMASHA UNTUK KEMBALI MENJADI ISTRI KU."
Ucap Aksel begitu lantang, tetapi sebelum Devi menjawab suara Gilang Lebih dulu Terdengar, " Kamu yakin Aks, ingin memberikan posisi kamu kepadaku?"
" Jika itu bisa membuat Abang bahagia, aku akan memberikannya?" Jawab Aksel begitu tegas.
__ADS_1
" Aku minta posisi suami, yang kamu miliki." Semua orang yang menatap tak percaya kepada Gilang.
" Maks.."
PLAAKK.
Pertanyaan Aksel terpotong dengan suara tamparan yang Nana persembahkan kepada suaminya.
" Selama ini aku berjuang dan bertahan walaupun kamu tidak mencintaiku. Akupun tidak keberatan jika harus bersaing dengan Mak, karena dari dulu sampai sekarang memang dia selalu menarik di mata lelaki yang dekat dengan ku, wajar karena dia cantik, cerdas dan baik. Tetapi jika di bandingkan dengan dia aku tidak terima, sampai kapan pun aku tidak akan menerimanya." Ucap Nana dengan suara yang bergetar karena tangisannya.
" Tunggu dulu apa maksud dari semua ini
" Tanya Aksel.
" Kamu berpikir aku melakukan semua ini karena posisi CEO yang kamu punya? Serta harta keluarga kita?" Gilang Tersenyum " Aku tidak sepicik itu hanya karena harta, aku juga tidak akan mengecewakan Mama dan tidak akan membuat keraguan mama kepada ku benar benar terjadi. Tetapi maaf Aks, aku juga mencintai Istri kamu, jauh hari sebelum dia menjadi menantu di rumah ini, aku Dekat dengan Nana hanya untuk mendekatinya, terserah kalian mau menggap aku menjijikkan atau apapun itu aku tidak perduli, yang jelas aku sudah mencoba menyingkirkan dia dari hati dan pikiranku dan aku tidak bisa, itu sebabnya aku memanfaatkan Heni melalui program inseminasi buatan."
BHUUUK BHUUUK BHUUUK.
.
.
.
.
Bersambung.
Udah Jelas semuakan, berarti udah bisa Tamat donk.πππ
__ADS_1
Ku jatuh cinta pada orang yang salah, kau Istri Adikku.πΌπ΅π΅πΆπΆπͺπͺπͺ
π Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka π