
Saat di dalam pesawat, seorang gadis terus melihat Devi dengan seriusnya, sesekali iya nengucak kedua matanya, kemudian menatap Devi lagi, antara percaya dan tidak, saat melihat wajah Devi, yang duduk di sebelahnya.
" Maaf Dek, apa Ada yang salah dengan penampilanku." Tanya Devi saat menyadari tatapan Gadis itu.
" Nggak ko mbak, saya hanya kagum sama Anak mbak! cantik banget ya." Jawabnya sedikit berkilah. Karena yang iya tatap sedari adalah Devi bukan Sevi.
" Siapa namanya mbak?" Tanya gadis itu lagi. Dengan terus menatap wajah Devi.
" Aku atau dia." Devi menjawab sambil menuju dirinya kemudian Sevi. Pasalnya iya menanyakan Nama Sevi tetapi pandangan wanita itu terus melihat kearahnya. membuat Devi merasa risi di lihat seperti itu.
" Maaf ya mbak jika aku membuat mbak tidak nyaman, soalnya wajah mbak mirip dengan kakak saya." Ucap gadis itu mulai berterus terang, iya menyadari ketidak nyamanan Devi.
Gadis itu berpindah duduk di tempatnya Sevi, saat Sevi minta untuk duduk di pangkuan Devi.
Devi pun mengiyakan permintaan putrinya itu. Tanggannya mengusap rambut Sevi yang kini tengah duduk di pangkuannya. Devi juga tak lupa menutupi tubuhnya Sevi Dengan selimut, yang telah dia siapkan untuk Sevi, Anak seperti Sevi rentang terkena Hipotermia. Jadi Devi selalu telaten jika itu tenteng Sevi walaupun Umur anaknya sudah bertambah, kemungkinan sekecil apapun bisa terjadikan, dan Devi tak ingin itu terjadi, sebisa mungkin dia mengcegah agar, hal buruk apapun tidak menimpa Sevi.
...🍀🍀 SKIP 🍀🍀...
Karena tidak mendapatkan jawaban dari Devi, wanita itu langsung mengulurkan tangannya kepada Devi. " Aku Akhila." ucapnya.
" Dira." Devi pun membalas uluran tangannya.
Ya Wanita itu adalah Kila Adiknya Aksel, Kila baru saja menyelesaikan Kuliah S2nya Di negara yang sama dengan Devi tinggal saat itu. Setelah Wisuda waktu itu Kila ingin melanjutkan kuliahnya, tetapi berhubung mama Aisya sakit karena meninggalnya Devi, Jadi Kila menggundurkan waktu selama setahun.
Andai saja mereka tidak mengatakan kalau Devi telah meninggal pasti Kila akan menggap wanita yang duduk di sampingnya adalah Devi. walaupun pada kenyataannya dia adalah Devi.
Rasanya Kila ingin menangis dan memeluk tubuh Devi, karena rasa rindunya kepada kakak iparnya itu tetapi dia sadar wanita itu bukanlah Devi, karena kakak iparnya telah meninggal.
" Boleh aku menjadi teman mbak?" Tanya Kila.
" Kenapa?"
" Karena wajah mbak mirip Sama kakakku yang telah meninggal, maaf jika saya sedikit egois, saya ingin mengobati rasa rindu saya melalui mbak." Ujar Kila Jujur.
__ADS_1
" Kalau seperti itu, kamu bisa ko menggap aku sebagai kakakmu, walaupun aku tak bisa menggantikan posisinya setidaknya Aku bisa membantu mengobati rasa rindu kamu kepadanya." Ucap Devi membuat Kila Girang hampir saja dia berjingkrak jingkrak di dalam pesawat itu.
" Mbak makasih, nanti boleh ya Kila minta no mbak?" Tanya Kila.
" Boleh donk." Jawab Devi.
Pertemuan Kila dan Devi di pesawat membuat perjalanan mereka salama 13 jam, menjadi begitu menyenangkan, mereka terus bercerita dan bercanda di tambah tingkah Sevi yang lucu, membuat Kila gemas dan terus mencium pipi dan kening keponakannya itu.
...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...
Pesawat mendarat tempa Jam 4 pagi, Devi menggendong tubuh Sevi tanpa membuka Selimut yang menutupi tubuh gadis kecilnya, Sedangkan Akhila yang berada di belakang Devi, membantu membawakan tas yang iya letakkan di atas kabin pesawat.
" Apapun kebenarannya, sepahit apapun itu aku akan menerimanya Demi kamu sayang." Gumam Devi sambil mencium pipi Sevi. Iya terus melangkah melalui garbarata itu.
Devi Dan Kila menuju tempat pengambilan bagasi, Setelah mengambil bagasi Devi dan Kila berjalan menuju pintu keluar, dan beruntungnya Devi lebih dulu bertemu dengan Erik sehingga iya tak bertemu dengan Reza dan Aksel yang akan menjemput Kila.
" Kak dia mirip loh sama Ka Devi." Ucap Kila saat berada di antara kedua kakaknya itu, dengan tangannya menunjuk ke belakang.
" Siapa?" Tanya Aksel, karena iya tidak melihat siapapun di belakang adiknya itu. Kila pun ikut menengok ke belakang, sayangnya Devi sudah tidak ada.
" Ya sudah kita balik, kamu pasti capekkan? Tanya Reza. Kila pun mengangguk. Ketiga saudara itupun berjalan menuju tempat parkir di mana mobil Aksel berada.
Saat Di parkiran Kila melihat Devi ya tengah duduk di jok depan mobil Erik sambil memangku Sevi. Sedangkan Erik sedang memasukkan kopernya kedalam bagasi mobil. Kila teringat dia belum meminta no ponselnya Devi.
Kila berlari menghampiri mobil Erik, " Mbak Dira." Panggil Kila. Devi pun menengok ke arah Kila.
" Ada apa Kila?" Tanya Devi.
" Mbak belum ngasih no ponselnya mbak." Ucap Kila sambil menyerahkan ponselnya pada Devi.
" Oh iya mbak lupa." Devi meraih ponsel Kila dan mengetik nonya , setelah itu mengembalikan kepada si empunya.
" Makasih ya, Nanti Kila hubungi mbak ya."
__ADS_1
" Iya sayang, sampai jumpa lagi." Ucap Devi dengan melambaikan tangannya kepada Kila.
Sedangkan Reza dan Aksel tidak bisa melihat wajah Devi karena terhalang tubuh Adiknya itu.
Kila kembali menghampiri Aksel dan Reza. " Ayo ka kita pulang." Kila mengandeng tangan Reza dan Aksel.
" Dek, tadi kamu ngobrol sama siapa?" Tanya Aksel, ketika mereka telah berada di dalam mobil.
" Oh yang tadi itu mbak Dira, yang aku bilang wajahnya mirip ka Devi itu." Ucap Kila. kedua kakaknya itu hanya menanggapi dengan membentuk huruf o pada bibir mereka. Tetapi tanpa kedua Adiknya itu sadari jantung Aksel terus berdetak tak menentu saat iya tiba di bandara itu sampai sekarang.
Di lain tempat, Erik terus mengomel sepanjang perjalanan mereka menuju rumah Erik.
" Rik, bisa nggak? jangan jadi emak emak kompleks dulu, Aku capek loh. Izini aku istirahat dulu baru kamu lanjut ngomelnya." Ucap Devi dengan wajah yang di buat buat.
" Nggak usah nunjukin wajah kamu seperti itu, aku tetap kesal sama." Bukannya kasih Erik terus mengomel.
" Namanya juga lupa say." Ucap Devi.
" Lupa aja terus jadi alasan kamu, kamu nggak tahu gimana rasanya tiga jam aku nunggu kamu tanpa ada kepastian, kamu tahu nggak gimana rasanya." Ucap Erik membuat Devi memutar kedua bola matanya.
" Maaf Bu, kalau mau marah marah aja, nggak usah curhat juga! Apa lagi drama kaya gini, Hadeeh." Ucap Dira.
" Kamu sungguh terlalu Dira."
.
.
.
.
Bersambung.
__ADS_1
🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍