
Aksel begitu terkejut ketika lelaki yang dia lihat beberapa hari lalu berpelukan dengan istrinya, kini berada di hadapannya. Menyambut layaknya pemilik rumah, membuat Pikirannya mulai bertanya tanya " Apa mereka tinggal bersama, apa Devi benar telah menikah juga, dan masih banyak lagi Pertanyaan di benaknya." Demi apapun yang ada di dunia ini, Jika ini adalah karma yang harus dia tanggung sungguh ini sangat menyakiti hatinya.
Dia sadar dia salah karena sudah tidak Jujur dan berani mengkhianati Devi Dengan menikah wanita ular itu, Tetapi seharusnya Devi mendengarkan penjelasannya dulu, bukan langsung menentukan sikap dengan menghianatinya juga.
" Maaf cari siapa ya?" Tanya Ray dengan begitu ramahnya.
Aksel yang tengah bergulat dengan pikirannya, tidak mendengar ucapan Ray. " Hei." Seru Ray lagi, Sambil menjentikkan jarinya di depan wajah Aksel, membuat Aksel tersadar dari lamunannya.
" Oh Maaf, Apa Sevinya Ada? saya ingin bertemu dengannya." Ucap Aksel, setelah menyakinkan dirinya.
" Ada, tapi maaf sebelumnya anda siapa ya? Dan kenapa mencari Sevi?" Tanya Raihan sambil menatap Aksel dari atas hingga turun kebawah begitu pun sebaliknya.
Aksel yang menyadari tatapan Rai, hanya tersenyum tetapi jauh didalam hatinya iya menertawai dirinya sendiri yang begitu miris.
" Oh iya, Perkenalkan Nama Aku Aksel Firmasha." Ucap Aksel sambil menyodorkan tangan kepada Rai, Rai membalas uluran tangan Aksel, keduanya pun saling menjabat tangan, walaupun Kali ini Raihan yang di buat terkejut dengan Firmasha.
" Firmashakan nama belakang yang di gunakan Sevi, apa mungkin lelaki ini adalah ayahnya." Gumam Rayhan pada diri sendiri.
Sementara itu, Di ruangan keluarga, Anwar bingung kenapa Ray belum kembali padahal Hanya melihat siapa yang datang. Anwar pun memutuskan untuk menyusul Rai.
__ADS_1
Sampainya Dia pintu utama, Anwar melihat Aksel, Iya kembali mengingat masa masa tiga tahun yang lalu membuat Rasa Kesal kembali Iya rasakan " Masuk Aks." Pinta Anwar, Anwar bisa saja memisahkan mereka berdua atau membiarkan Devi tetap dengan keegoisannya, Tetapi mendengar cerita Rara tentang sevi yang begitu menginginkan Ayahnya Dan pasti kedua anak Devi juga begitu merindukan Devi.
Bagi Anwar maupun Abbah, Rasa Kesal mereka untuk Aksel tidak lebih penting dari kebahagiaan Anak anaknya Devi, terutama Sevi. mungkin dengan menyatukan mereka, Anwar bisa menebus rasa bersalahnya kepada ketiga Anak itu, karena telah membuat mereka hidup terpisah, walaupun ini semua bukan sepenuhnya salah Anwar tetapi cara tetep saja salah.
Jika pada akhirnya Devi tetap Kekeh tak ingin kembali kepada Aksel, maka Anwar Akan berusaha agar Devi mau menerima Raihan dengan begitu Sevi dapat memiliki ayah walaupun cuma ayah sambung. dan untuk kedua kakaknya biar menjadi urusan Aksel. Dengan begitu semua akan berjalan seperti semula. Dimana Devi dan Sevi dengan Dunia mereka sedangkan Aksel, Putra dan Nanda pun kembali pada dunia sebelum Devi kembali.
Ketiga lelaki Dewasa itu berjalan menuju ruang keluarga, sampai di ruangan keluarga Anwar meminta Aksel untuk duduk di sofa single sedangkan Raihan duduk bersama Nadia dan Erik, Anwar duduk di tempatnya Rara, tetapi sebelum itu Anwar telah meminta Rara untuk memanggil Devi.
" Apa tujuan kamu datang ke sini?" Tanya Anwar, suasana di ruangan itu begitu tegang, bahkan pendingin ruangan yang ada di dalam rumah itu, tidak mampu untuk mendinginkan, hati dan pikiran mereka.
" Aku hanya ingin bertemu dengan Putri ku An!" Ucap Aksel setenang mungkin. Dia sadar untuk saat dia tidak bisa mengikuti kemarahannya kepada Anwar yang telah menyembunyikan Sevi 3 tahun lamanya, Sebab semua ini terjadi atas kesalahannya di masalalu. " Tolong An, Aku mohon dengan kamu membuat seolah olah Devi telah meninggal itu sudah sangat menyiksaku, Beberapa tahun belakangan ini Hidupku tidak ada artinya, Setiap Detik aku lalui dengan rasa bersalah, Aku selalu berdoa agar bisa bertemu lagi dengan Devi walaupun hanya dalam mimpi, dan aku bersyukur Tuhan masih mau mengambulkan doaku." Pintah Aksel lagi dengan sedikit menghiba.
" Jujur Aku masih sangat membencimu, tetapi Aku tidak akan melakukan hal bodoh yang akan menghancurkan kebahagiaan Adik dan keponakan Aku." Sahut Anwar begitu tegas " Jika aku mau, aku sudah memanfaatkan Amnesia Adikku dan menikah kan adikku itu dengan dia." Anwar menunjuk Rai " Tapi sayangnya aku tidak sepicik kalian! yang menganggap sesuatu wajar wajar saja di lakukan Devi kebahagiaan kalian, sekali pun dengan cara memaksa." Kata kata Anwar begitu mengandung Sindir. Tetapi Aksel bisa apa? toh semua yang di ucapkan Anwar benar adanya.
Seandainya Anwar meminta Seluruh hartanya untuk di tukar dengan Sevi dan Devi, Aksel akan Dengan senang hati menukarnya, karena bagi Aksel harta yang paling berharga adalah Devi dan ketiga Anaknya, terlepas dari dosanya di masa lalu.
" Bukan kepada aku, kamu minta maaf! Tetapi minta maaflah kepada Istri dan putrimu, jika mereka tidak mau memaafkan kamu? Kamu jangan pernah memaksa mereka." Tegas Anwar. mendengar itu Aksel langsung mengucapkan terima kasih berulang ulang kepada Anwar.
" Tunggulah disini nanti aku akan meminta Devi dan Sevi menemuimu." Sambung Anwar lagi, setelah itu dia mengajak Nadia, Erik dan Raihan untuk meninggalkan Aksel, iya sengaja memberikan waktu kepada Aksel dan Devi untuk berbicara.
__ADS_1
Lama Aksel menunggu, Akhirnya sosok yang di rindukan selama 3 tahun lebih ini, hadir kembali di hadapannya, bahkan gadis kecilnya juga ikut.
" Ngapain kamu kesini." Ucap Devi Dengan mode judesnya. Devi duduk di hadapan Aksel sedang kan gadis kecilnya itu langsung berlari kearah Aksel dan merengek duduk di pangkuannya.
" Ayah, mana tangan Ayah Dede mau lihat, udah sebuh belum." Ucap Sevi Dengan Cadel khas miliknya.
" Udah Donk, kan di obati sama anak Ayah yang cantik ini." Ucap Aksel sambil mencubit hidung Devi dengan gemasnya, " Tapi kenapa kamu memanggil papa dengan sebutan Ayah?" Tanya Aksel, sebab waktu di cafe Aksel meminta Sevi memanggilnya dengan sebutan Papa.
" Iya Ayah, soalnya Sevi sudah punya papa Anwar, telus Daddy , Ayah Aja yang belum." Jawab Sevi.
" Ya udah nanti mommy cariin, papi, Abbah dan Abi ya! Biar papa Sevi banyak ya." Sahut Devi yang kesal karena melihat Putrinya itu langsung Akrab Dengan Aksel, pada hal dia yang berjuang Sendiri. Tetapi kenapa Sevi langsung lengket sama papanya! apa mungkin Sevi begitu merindukan sosok Ayah?
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung.
🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍