Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 41


__ADS_3

Pagi harinya Devi menjalani Ritualnya seperti biasanya dengan di temani Sevi dan kedua kakaknya. Semalam Devi meminta Aksel untuk mengantar Sevi kerumah Anwar sebab Siang ini dia akan ikut Abbah ke kampung. Saat tiba di rumah Anwar Nanda dan putra merengek ingin bermalam bersama mommy mereka! Aksel pun mengizinkannya.


" Habiskan sarapan kalian, Setelah itu mommy akan mengantar kalian kesekolah, Oke." Devi mengacak kedua rambut putranya.


" Oke mommy." Jawab keduanya kompak. Melihat Kedua Anaknya yang begitu bersemangat membuat hati Devi semakin sakit rasanya. " Apa salah jika aku mencari kebahagiaanku sendiri, bagaimana nasib mereka jika aku sedikit egois! Kenapa aku begitu takut!" Ucap Devi dalam hatinya.


" Kamu kenapa nak?" Tanya Abbah yang baru saja datang bersama Sevi, ia duduk berhadapan langsung dengan kedua cucunya.


" Kalau kamu berat untuk kembali, jangan di jadikan sebagai beban pikiranmu! jangan sampai permintaan mereka membuatmu sakit lagi, Nanda dan putra Akan baik baik saja , buktinya Selama ini mereka baik baik saja kan." Sahut Anwar.


" Iya Dev, mau sejauh apapun dan selama apapun kalian terpisah tetapi tidak akan ada yang berubah, kamu tetap mommy mereka." Rara pun turut menimpal. " Jangan karena masalah ini, kamu berakhir menjadi kenangan yang hanya tinggal nama untuk di kenang! ingat keputusan apapun yang kamu ambil nanti, Kita akan selalu mendukung dan membantu kamu, sekali pun keputusan mu itu salah."


" Sekarang sarapan Dulu, biar mbak Rara! yang melayani Abbah dak kakak kamu ini." Rara mengambil tempat Nasi goreng, dari tangan, Ia menyendok nasi goreng itu di piring Abbah, Anwar, Sevi, putrinya dan Devi, Setelah itu barulah iya bergabung untuk sarapan bersama.


" Terima kasih, karena kalian selalu ada buat aku." Ucap Devi begitu terharu dengan kasih sayang orang orang terdekatnya.


" Kamu adalah saudariku sudah sepatutnya aku menyayangimu dan menjagamu!" Ucap Anwar.


" Benar apa yang di ucapkan kakak mu, jangan mengucap terima kasih! Cukup bahagia kita pun ikut bahagia." Sahut Rara.


" Melihat kalian seperti ini, membuat Abbah bahagia."


" Ayo kita sarapan." Ajak Anwar, mereka pun berdoa bersama Sebelum memulai sarapan pagi ini.


Setelah selesai sarapan, Devi mengantar Putra dan Nanda kesekolah, menggunakan salah satu mobil Anwar, sedangkan Rara menyiapkan pakaian Sevi dan putrinya, untuk di gunakan selama di kampung nanti.


Selesai mengantar Kedua putranya, Devi langsung ke cafe.


Ting.


Bunyi notip yang masuk di ponsel Devi, tetapi Devi tidak menghiraukannya, Sebab iya sedang fokus menyetir.


Draaarrrtt Drraaat.


...Rayhan Calling.......


Devi langsung menepikan mobilnya, iya mengangkat panggilan Dari Ray.

__ADS_1


" Assalamualaikum Ray." Ucap Devi.


" Waalaikumsalam Ra, Gimana kabar kamu."


" Alhamdulillah aku baik Ray, Resty sama Randy gimana?"


" Mereka juga baik Ra, Kamu hari sibuk Nggak?"


" Nggak Tuh Ray! emangnya ada Ray?"


" Apa ya! Kasih tahu nggak ya?" Ucap membuat Devi Tersenyum sambil menggeleng kepalanya.


" Ray malu donk sama umur! kaya ABG lagi yang lagi kasmaran."


" Iya deh! Yang udah jadi ibu ibu susahnya di becandain. Tapi ngomong ngomong hari ini kamu ke cafekan?"


" Iya nih udah di jalan menuju cafe."


" Ya udah, entar siang aku ke cafe ya! aku punya kejutan buat kamu, Aku harap kamu mau menerimanya."


" Jangan terlalu bawel dan banyak tanya! lagian kalau aku kasih tau kamu, itu bukan kejutan lagi Ra. Udah ya Ra Assalamualaikum."


" Waalaikumsalam." Devi meletakkan ponselnya ke tempat semula. " Kejutan? Kejutan apa sih yang di maksud Ray." Tanya Devi entah pada Siapa.


Tidak mau ambil pusing Devi kembali menjalankan mobilnya menuju Cafe, karena hari ini ada pemasok bahan makanan yang mengantar pesanan Erik beberapa hari yang lalu.


hampir setengah 9 Devi tiba di Cafe, ia masuk ke ruangan Nadia, meletakkan tasnya setelah itu ia menujuk gudang penyimpanan bahan makanan untuk kebutuhan cafe.


Menceklis setiap bahan makanan sesuai dengan nota pesanan, Setelah itu iya melihat kualitas bahan makanan. Devi cukup kerepotan hari ini, Waktu pun telah menunjukkan pukul 11, Ray, Nandia dan Erik masuk ke ruangan itu, membuat Aktivitas Devi terganggu. dia menatap ketiga orang itu secara bergantian Nadia, memberi kode kepada Devi dengan menunjukkan jarinya.


" Aku yakin suami kamu pasti belum pernah melamar kamukan di depan banyak orang kan." Ucap Erik." Sabab Anwar sudah menceritakan kepada kita."


" Terus aku harus apa? Mengemis untuk di lamar di depan umum gitu?" sahut Devi.


" Nadia berjalan menghampiri Devi membisikkan sesuatu di telinga temannya itu."


" Serius." Tanya Devi begitu antusias.

__ADS_1


" Iya donk! Aku senang kebahagiaan aku bertambah melihat kamu sebahagia ini." Ucap Nadia, Ia memeluk tubuh Devi. Skip say✌️


Tepat Jam 12 siang Devi berdiri menatap Rayhan yang kini tengah mempersembahkan salah satu untuk Devi.


🎼🎶 Aku hanya ingin kau tahu, mewakili perasaan Ray siang itu. Ray begitu menghayati setiap kata kata yang tersusun pada lirik lagu itu, seolah menggambarkan perasaannya saat ini.


Begitu masuk ke Reff, Ray menghampiri Devi sambil membawa kotak kecil di tangannya, iya berjongkok di hadapan ibu tiga anak itu. Membuat cafe itu begitu Riuh dengan Suara pelanggan.


" Mau kah kamu menikah dengan ku? menjadi ibu bagi Randy dan Resty juga Adik adiknya Sevi nantinya." Tidak Romantis seperti di novel atau drama percintaan tetapi cukup mewakili ungkapan perasaan Ray saat itu.


" Aku harap sikap dan Rasa sayang kamu kepada Sevi tidak akan pernah berubah sekarang atau pun nanti." Ucap Devi sambil mengulurkan jari tangannya kepada Ray.


" Itu pasti Ra." Ray langsung menyematkan cincin itu di jari manis Devi, Devi dan Ray pun berpelukan. Membuat Aksel yang telah berada di cafe, sejak tadi tidak mampu berkata kata lagi.


Jawab yang Devi kasih sungguh jauh dari apa yang dia harapkan, Aksel mendekat kearah Devi. " Apa kamu sedang membalasku." Tanya Aksel, Ray langsung melepaskan pelukannya dengan Devi.


" Kenapa?" Tanya Aksel lagi. Ketika posisi Ray telah berpindah, memberikan waktu dan kepatan untuk Aksel.


" Karena hubungan kita sudah tidak bisa seperti dulu lagi Aks."


Disisi lain, Erik dan Nadia meminta maaf kepada pelanggan, karena mereka terpaksa harus menutup cafe ini.


" Kenapa tidak bisa, bukankah setiap orang mempunyai kesempatan kedua! terus kenapa aku tidak mendapatkan kesempatan itu, Tuhan saja mau memaafkan kesalahan umatnya sebanyak apapun dia berbuat salah! mengapa kamu tidak Dev."


" Tapi Aku bukan tuhan Aks, aku juga bukan malaikat, Aku hanya manusia biasa! aku juga ingin bahagia Aks! seandainya aku menerima kamu lagi, aku takut suatu saat itu akan menyakiti kita berdua lebih dari ini." Devi menyentuh pipi Aksel, " Kamu tahu Aks! Sebuah kepercayaan itu sangat penting dalam sebuah hubungan, jika kamu sedikit saja merusaknya, itu akan Sulit untuk di perbaiki kalau pun bisa semua itu tidak seperti dulu lagi."


.


.


.


.


Bersambung.


🍀Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍

__ADS_1


__ADS_2