Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 42


__ADS_3

" Maaf karena sudah tidak jujur kepadamu! tapi disini bukan sepenuhnya salah aku Dev! Rasa takut akan kehilanganmu membuat aku tidak berani berbicara yang sejujurnya! Tolong Beri aku satu kesempatan lagi." Aksel masih memohon kepada Devi. Iya menatap penuh harap kepada Kepada wanita egois itu! kedua tangannya ia satu kan di dada.


Rasa cinta dan obsesinya kepada sang istri membuat ia terus saja memohon, seakan wanita di dunia ini hanya Devi seorang.


" Jangan meminta Maaf lagi, Karena Aku telah memaafkan kamu! Berhentilah memohon Aks, keputusan aku sudah bulat! tolong mengertilah dan mulai sekarang kamu harus belajar hidup tanpa aku, sama seperti tiga tahun belakangan ini."


" Kamu tidak tahu beratnya aku, bertahan selama tiga tahun ini kan, Aku di paksa harus percaya Istri aku sudah mati sedangkan aku harus tetap hidup demi kedua anakku! Aku ingin percaya Istriku sudah tidak ada di dunia ini tetapi hatiku menolaknya, Aku hidup bagaikan orang Gila sedangkan matipun tak bisa." Devi menggenggam kedua tangan Aksel.


" Aku tidak tahu seberat apa kamu bertahan tanpa aku dan kamu pun tidak tahu sebesar apa aku berjuang untuk hidup! Dari sini aku tahu jalan kita telah berbeda sejak awal. Aku mohon sama kamu, jangan mempersulit semuanya! tolong terima keputusan aku."


" Apa kamu tidak memikirkan perasaan Anak Anak kita?"


" Tidak bersama bukan berarti aku melupakan kalau aku ini juga seorang ibu, Aku akan pastikan anak anakku tidak akan kekurangan kasih sayang Sekalipun aku tidak bersama mereka."


" Tapi tidak ada anak yang tumbuh dengan baik tanpa orang tua yang utuh Dev! tolong pikirkan itu." Mendengar itu Devi langsung tertawa. Aksel mengerutkan keningnya.


" Jangan lupa Aks, aku hidup tanpa ibu! Bang Gilang memang tidak memiliki orang tua, tetapi dia hidup dengan kasih sayang mama dan papakan. Dari sini kamu bisa menilai semuanya." Devi meninggalkan Aksel Sebelum Aksel kembali membuka suaranya.


Aksel Ingin mengikuti Devi tetapi Ia di tahan Ray, " Waktu aku bersamanya mungkin lebih banyak dari waktu kamu bersama dia! Aku yakin kamu pasti lebih mengenal dia dari pada aku." Aksel melirik Ray Sekilas, " Kalau kamu tulus mencintai dia harus kamu menerima keputusannya bukan memaksakan kehendak mu."


" Kamu berani berbicara seperti ini, karena dia memilih mu.."


" Kalau pun dia tidak memilihku, aku akan tetap berbicara seperti ini, sebab mencintai bukan berarti harus memiliki."


Aksel menghempaskan tangan Rayhan yang sejak tadi menahan pergelangan tangannya. " Aku tidak akan melepaskan Istriku kepada siapapun! termasuk dirimu." Ucap Aksel, Ia berjalan keluar dari cafe dengan perasaan kecewa, hancur, marah semua bercampur aduk menjadi satu.


Aksel masuk ke dalam mobilnya, setelah menutup pintu iya langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Disisi lain, Devi yang baru saja masuk kedalam ruangan Nadia. Kedepannya ruangan itu akan menjadi ruangannya. Ia menghempaskan tubuhnya di atas sofa, tangan Devi mulai memijat pelipisnya. Sungguh berat keputusan yang dia Ambil tetapi mau tidak mau Devi harus melakukannya.

__ADS_1


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Tiga bulan berlalu dengan begitu cepat, Setelah Devi memilih Rayhan waktu itu. Aksel pun Menepati kata katanya Kepada Rayhan! setiap hari Aksel datang ke cafe untuk bertemu dengan Devi, tetapi sayangnya Devi selalu menghindar dan tidak mau bertemu dengan Aksel. Aksel yang dulunya terlihat rapi kini semakin tidak terurus! Terkadang cinta membuat orang kehilangan Akal sehatnya! Seperti yang di alami Aksel sekarang ini.


Setiap pagi Aksel terus menunggu Devi di Depan cafenya, Entah itu di taman, mobil Terkadang di dalam Cafe juga, sampai cafe tutup itu tutup pun, seorang Devi tetap dengan keegoisannya! tidak ingin menemui Aksel entah dia segaja atau sedang menghukum Aksel hanya Devi yang tahu. bahkan Tinggal dimana Devi pun sekarang pun Aksel tidak tahu, Rumah Erik, Anwar sampai Apertemen Ray pernah Aksel datangi hanya untuk bertemu dengan Devi hasilnya selalu Nihil.


Tidak ingin di halangi, Aksel Memutuskan untuk pensiun dini dan keluar dari perusahaan hanya untuk mengejar wanita yang begitu keras kepala itu. Entah sudah berapa ratus cara! mama Aisya berserta keluarga yang lain lakukan untuk mengembalikan Aksel seperti dulu lagi tetapi semua sia sia. Yang membuat mama Aisya semakin khawatir! Aksel menjual Semua Aset asetnya termasuk rumah yang ia beli untuk Devi.


" Ra, apa kamu tidak kasihan sama dia! kalau kamu tidak ingin kembali setidaknya jangan merusak kehidupannya." Ucap Erik yang entah sudah berapa kali, hampir setiap hari Erik selalu mengucapkan kata kata itu.


" Aku tidak pernah meminta dia, untuk datang kesini." Jawab Devi begitu santai.


" Setidaknya temui dia, Jangan kucing kucingan gini, coba saja ada Sevi disini dia pasti langsung nangis kalau ayahnya di perlakukan seperti itu."


" Kenyataannya Sevi nggak ada kan!"


" Terserah kamu! semoga kamu nggak nyesal, dasar wanita berotak separuh, pernikahan yang sebelumnya nggak tahu gimana nasibnya! sekarang Mala ngurusin pernikahan yang baru. Dimana dimana organ cerai dulu baru nikah lagi." Erik terus mendumel.


" Bagus ko Rey! Terus yang buat keluarga mantan suami aku udah."


" Udah Nih!" Ray menyerahkan Undangan yang berbeda kepada Devi. " Satu Aja kan?"


" Hmmm."


" Ehh sarap, urus tua suami kamu di depan! Jangan ngurusin pernikahan aja! Heran deh aku sama kamu, sholat nggak putus putus, Tiket VVIP ke neraka kamu ambil juga." Erik terus melayangkan protesnya.


" Maksud kamu Rik?" Tanya Devi.


" Kamu itu bukan Sevi yang harus di jelasin tentang dosa dulu baru mengerti." Erik berdiri dari tempat duduknya, " Nadia dimana Ray?" Tanya Erik.

__ADS_1


" Di depan kayanya?" Erik mengangguk, Setelah itu iya melangkah keluar dari ruangan Devi.


" Mau Aku yang kirim undangannya atau kamu sendiri yang antar?"


" Aku Aja Ray? Makasih ya."


" Sama sama Ra! Aku balik dulu." Pamit Ray. " Ra, dua hari setelah pernikahan kita akan kembali ke Negara J."


" Apa nggak terlalu cepat Ray?"


" Mau bagaimana lagi, pekerjaan aku sudah menumpuk di sana, Rasty dan Randy juga harus sekolah! Aku harap kamu mengerti."


" Iya Ray."


" Aku pergi dulu, jangan lupa makan."


Setelah kepergian Ray Devi pun, meninggalkan ruangannya, Jika Ray Keluar lewat pintu depan maka Devi keluar lewat pintu belakang.


Devi menemui Nanda dan Putra di sekolah mereka, tentunya tanpa sepengetahuan Keluarga Firmasha. Baginilah Aktivitas Devi Selama tiga bulan ini, dia selalu menyempatkan untuk bertemu Nanda dan Putra di pagi hari sebelum kedua Anaknya itu masuk kelas dan siang hari sebelum di jemput supir mereka.


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


🍀 Tinggalkan jejak jika kalian suka 👍


__ADS_2