Devi dan Aksel.

Devi dan Aksel.
KSH 26


__ADS_3

" Dede, ikut sama bibi bentar ya." Aksel hendak menyerahkan Sevi kepada salah seorang pelayan yang sedang berdiri tak jauh dari tempatnya dan Sevi.


" Ndaa, Dede ndaa mau." Sevi mengeratkan pelukannya pada Leher Aksel, sambil menggeleng kepalanya.


" Anak Ayahkan cantik, pintar juga! Ikut bibi dulu ya, Ayah ngajarin Bibi yang satu itu, Biar nggak jahat lagi." Tunjuk Aksel kepada Heni. " Oke sayang? Mau ya ikut bibi, ketemu Ka Putra sama Nanda! Nanti setelah ini kita kerumah Ayah."


" Janji nda boong?" Sevi mengarahkan jari kelingkingnya kepada Aksel.


" Janji." Aksel jawab dengan melingkarkan jari kelingkingnya pada jari mungil putrinya.


" Bi Nia, tolong Antara Sevi ke kamar Nanda dan Putra ya." Pintanya satelah Sevi berpindah ke dalam gendongan Bibi yang bernama Nia.


" Baik tuan." Bibi Nia pun melangkah masuk ke dalam rumah sambil mengendong Sevi, Setelah melewati ruang tamu dan ruang keluarga, Bibi Nia menaiki tangga terlebih dahulu Sebelum sampai di kamar Nanda dan Putra.


Tok.. tok.. tok..


Bibi mengetuk pintu kamar itu. Tidak Lama Terdengar suara sahut dari dalam " Siapa?"


" Maaf Non, ini bi Nia." Jawabannya, bibi Nia hafal betul itu Dengan suara Akhila.


Ceklek.


" Ada apa ya bi?" Tanya Kila yang belum menyadari Anak dalam Gendongan bibi Nia itu, " Ini siapa?" Sambungnya lagi.


" Nggak tahu Non, kata tuan Aksel di suruh bawah kekamar ini." Terang bibi Nia, Sedangkan Sevi tidak sedikit pun berbalik kepada Kila.


" Aunty siapa?" Tanya Nanda yang baru saja menyusul Kila.


" Ya udah sini anaknya." Pinta Kila, iya mengambil Sevi ketika melihat wajah gadis kecil itu, Akhila begitu terkejut! " Benar ini kamu sayang?" Tanya Akhila, iya memeluk Erat tubuh Sevi dan menghujaninya dengan ciuman di seluruh wajah Sevi.


" Ini Adik kamu sayang." Jawab Akhila, Saat Nanda menarik Ujung Bajunya. " Bibi makasih ya bibi."


" Sama sama non." Art itupun pergi meninggalkan Akhila, Sevi dan Nanda.


" Nanda masih ingat nggak sama Adiknya." Tanya Kila, iya menurunkan Sevi dari gendongannya dan berjongkok di hadapan keponakannya itu.


" Dia yang Ambil mommy kita." Jawab Nanda Sedikit tidak suka dengan Sevi, walaupun mereka dalam kandungan yang sama, tetapi mereka terpisah cukup lama, jadi wajar jika mereka bersikap seperti ini.

__ADS_1


" Ndaa, itu momnya Dede, butan tamu." Sahut Sevi yang tidak mau disalahkan.


" Kamu bukan tamu, K K." Nanda mulai mengerjai Adiknya itu. Dengan mencoba memperbaiki cara bicara Sevi yang cadel.


" Bialin, tata mom, nanti udah besal bisa weekk." Balas Sevi tidak mau kalah dengan Kakaknya itu.


" Iya benar tuh, kalau Devi udah besar pasti bisa ngomong K iyaka sayang." Ucap Kila membuat Sevi mengangguk. " Terus mommy Ikut Sevi nggak?" Tanya Kila lagi. Sevi menjawab dengan wajah cemberutnya sambil menggeleng geleng kepala.


Kila pun mengajak kedua ponakannya itu untuk masuk kedalam kamar, Siang itu Rumah keluarga Firmasha memang terlihat Sevi sebab Mama Aisya dan papa Bastian sedang keluar kota untuk menghadiri acara pernikahan Anak dari rekan bisnisnya, Sedangkan Dede Sama Reza sedang Cek up ke dokter kandungan, mengingat kandungan Dede sudah memasuki trimester Akhir jadi Reza selalu berada di sampingnya. Untuk Gilang sama Nana, kedua orang itu selalu sibuk di perusahaan di jam seperti ini.


...🍀🍀🍀🍀🍀🍀...


Aksel berjalan menghampiri Heni yang sedang menimang nimang putrinya.


PLAAKK


Tanpa ba bi bu, Aksel langsung menampar Heni, meninggalkan bekas merah di pipinya. tidak pedulikan Anak dalam gendongan wanita itu.


" Kenapa kamu menampar pipiku?" Tanyanya Heni.


" Karena kamu berani melukai putriku, jika sampai kamu berani melakukannya lagi kepada dia, aku pastikan bukan kamu saja tetapi dia juga akan merasakan hal yang sama." Tangan kanan Aksel meramas kedua Pipi Heni sambil menunjuk wajah heni serta putrinya itu.


" Karena kamu pantas untuk mendapatkannya." Ucap Aksel Dengan tatapan matanya yang tajam.


" Aku tahu aku dan Ayahku bersalah kepadamu, tetapi apa salah anak ini kepada kalian! Bukan dia juga termasuk bagian dari kalian, Harusnya dia juga mendapatkan hak yang sama seperti Nanda dan Putra."


" Kamu jangan buat Aku tertawa dengan kebodohan mu ini." Sahut Aksel.


" Kenapa hahhh? apanya yang lucu dari kata kata Aku, Aku hanya meminta hak anakku, Apa itu salah?" Heni meletakkan Anaknya pada kursi rodanya." Kamu begitu sayang kepada anak Anakmu dengan wanita itu..."


" Heeiii, Ingat batasanmu! Wanita yang kamu sebut itu, dia adalah Istriku dan juga menantu di keluarga yang menampung mu, Harusnya kamu berterima kasih kepadanya." Teriak Aksel.


" Untuk Apa? Bukankah Aku juga istrimu..."


" Oh ya, Aku lupa Akan hal itu sebab yang Aku tahu Istriku hanya Satu, DEVINA ALDIRA FIRMASHA, Bukan kamu."


" Mau kamu berbicara seperti apa pun kamu tidak akan bisa menutup kenyataan bahwa Aku adalah Istri kamu juga."

__ADS_1


" Bibi, pak sini." Panggil Aksel kepada bibi Nia dan dua orang security yang sedang berjaga itu. " Dengarkan kata kataku Dengan baik, Heni Anandia Aku haramkan Engkau Atas Diriku.."


" Tidak tidakkkahhh." Heni mulai Histeris, Iya ingin menyentuh Aksel, tetapi Aksel dengan cepat menghindarinya.


Ini bukan pertama kalinya Aksel menalak Heni, Sebab ini sudah talak ketiga yang Aksel Ucapkan Kepada Heni. Pertama Aksel pernah talak Heni secara tulisan yang dia kirim setelah 1 bulan menikahnya tetapi harus rujuk kembali karena Heni hamil waktu itu, Untuk talak yang kedua jatuh Satu bulan Setelah masa Nifas Heni, dan ini adalah yang ketiga kalinya.


" Bagaimana nasib anak kita, Aku mohon tarik lagi kata katamu." Pinta Heni sambil bersujud di bawah kaki Aksel tetapi suami Devina itu tidak peduli.


" Kamu pikir aku bodoh, karena mengikuti permainan kalian selama ini, Kamu atau pun dia sebaiknya berdoa, Karena disaat Devi kembali di sisiku, di hari itu juga, akan aku tunjukkan permainan kalian selama ini." Aksel pun meninggalkan Heni yang membeku saat mendengar kata kata Aksel barusan.


Aksel masuk kedalam rumah iya langsung menuju kamarnya, Dimana Anak anaknya berada.


Ceklek


Aksel membuka pintu kamarnya, di lihat wajah putrinya yang sedang tertidur sambil memeluk boneka kesukaan Mommy nya. " Apa Aku terlalu lama ya berbicara sama wanita itu sampai kamu tertidur karena menunggu Ayah." Ucap Aksel sambil mengusap rambut Sevi.


" Kakak darimana?." Tanya Akhila yang sedang duduk di sofa sambil membaca majala.


" Kila? sejak kapan kamu di sini?"


" Sejak pagi Kakak, mata dan pikiran kakak itu sudah di kuasai istri dan anak kakak sampai Apa pun yang ada di hadapan kakak tidak akan melihatnya." Ucap Kila iya menutupi mejalanya dan menghampiri Aksel.


" Apa mereka merepotkan kamu?" Aksel terus melihat kearah putra putrinya yang tengah tertidur itu.


" Tidak, Aku justru senang bisa di repotkan oleh mereka, Aku berharap bukan cuma kakak dan mereka saja yang tidur disini, tetapi ka Devi juga."


" Doakan saja yah."


.


.


.


.


Bersambung.

__ADS_1


🍀 Tinggalkan jejak ya kalau kalian suka 👍


__ADS_2