
Kini Dion beserta ketiga sahabatnya tengah berkumpul disalah satu sudut sekolah,tempat favorit mereka pastinya.Disana juga nampak Sekar dan juga Dini.Wajah mereka pun tampak tegang dan serius,seolah olah yang akan mereka bahas adalah sebuah misi besar yang berkaitan dengan nyawa mereka.
"Untuk sementara mending loe sama Sekar jaga jarak dulu nyet,begitu juga sama gue sama Dini." ucap Danny memulai pembicaraan.
"Jangan gitulah.! bukan solusi tau enggak itu.." tolak Dion
"Ya terus mau loe gimana.? kita itu lagi diawasi ini." sahut Danny
"Iya yang.! kita jaga jarak dulu,paling enggak sampe kamu sama Danny lulus.Sembari kita cari solusi gimana baiknya." kata Sekar
"Kalau kata gue sih bener nyet yang dibilang Danny dan Dimitri.Jangan nantingin masalah baru deh loe dengan tetep nekat berhubungan.Enggak lihat loe nih.! pipi Danny yang mulus jadi tompelan gini." timpal Dimas seraya menunjuk pipi Danny
"Gue sih udah ada solusi.! ini udah gue antisipasi dari awal gue pacaran sama Sekar." kata Dion
"Apa tuh.?" sahut kompak mereka berlima.
__ADS_1
"Kawin lari..!"
"SETOR LOE..!!"
"Lah serius gue.! bahkan gue udah nyiapin rumah buat pelarian nanti,serta orang orang yang bakal nikahin gue sama Sekar dan cara gimana nanti biar bisa kabur aman tanpa ketauan dan kelacak." jelas Dion
"Beneran loe.? niat banget loe kayanya nyet.? buat bawa kabur Sekar." kata Andre
"Niat enggak niat,antisipasi.Kalo udah enggak ada jalan baik baik,mau enggak mau gue pake cara itu dan gue berharap Sekar mau dengan cara gue ini."
"Semoga enggak sampe sejauh itu kita bertindaknya.Masih ada waktu beberapa bulan buat kita pikirin masalah ini." kata Dini
Kini Dion dan Sekar tengah ada diperpustakaan sekolah,waktu istirahat mereka manfaatkan untuk bertemu disini.Karena menurut mereka ini tempat yang paling aman bagi mereka.
"Yang..! kamu serius sama solusi yang kamu bilang tadi.?" tanya Sekar
__ADS_1
"Seriuslah yang.! dan aku harap kamu mau ya yang.? ngikutin solusi aku kalo sampe apa yang kita tidak harapkan terjadi."
"Kamu beneran udah siapin semuanya,dari rumah pelarian sampe buat kita nanti nikah juga.?" tanya Sekar kembali
"Iya yang.! makanya kamu enggak usah khawatir ya.? Yakin yang kita pasti bisa jalani semua berdua.Walau usia kita masih kecil,masih pitik kalo kata kamu,tapi aku yakin kamu sosok yang dewasa dan aku juga akan belajar untuk menjadi lebih dewasa lagi.Bukan cuma dalam berfikir aja,tapi juga dalam bersikap."
Sekar yang mendengar ucapan sang pacar pun,hanya bisa menanggapi dengan senyuman indahnya.Dirinya tak menyangka jika Dion mampu berfikir dan bersikap sejauh dan sematang itu.
"Pokoknya apa pun jalan yang bakal kita ambil nanti,kamu mesti yakin dan percaya sama aku.Aku bakal ada selalu buat kamu,ngejaga dan ngebahagian kamu.Kamu percayakan sama aku yang.?" kata Dion
"Iya aku percaya sama kamu yang.!"
Dion pun meraih kedua tangan Sekar,digenggamnya tangan lembut itu dan ciumnya dengan penuh rasa sayang. "Aku sayang banget sama kamu yang,banget banget sayangnya"
"Aku juga sayang banget sama kamu yang.Sama kamu kamu,sayang banget banget juga" jawab Sekar.Dion pun terkekeh mendengar celotehan sang pacar kesayangannya.
__ADS_1
"Suuutt,perpus ini jangan berisik..!
Sorry....!!!!