Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Kabar duka


__ADS_3

Lima bulan sudah terlewati,Dion dan ketiga sahabatnya kini tengah menikmati masa bebasnya.Satu bulan sudah mereka dinyatakan lulus dari sekolah yang selama tiga tahun ini,banyak memberikan mereka ilmu dan kenangan betapa indahnya masa putih abu abu itu.Otomatis tempat yang menjadi markas mereka berkumpul pun berpindah.Kini bengkel Dion lah yang menjadi tempat favorit empat remaja tampan itu.


"Malem minggu getayangan yuk nyet.!" ajakan Andre pada Dion.Semenjak Dion harus menjaga jarak hubungannya denfan Sekar,Dion memang tidak pernah lagi yang namanya keluar bersama sahabat untuk menikmati suasana malam minggu mereka.


"Enggak minat gue.! Lagian gue suruh jadi wasit gitu.?" sahut Dion dengan malasnya


"Ya kagaklah.! entar kita culik Dimitri." kata Andre


"Enggak bakal bisa,malem minggu entar ada acara dia" sanggah Danny


"Kok loe tau nyet.?" ucap Dimas seraya memperhatikan raut wajah Dion dan Danny yang nampak tidak bersahabat itu.


"Taulah orang acaranya sama keluarga dia." jawab ketus Dion


"Biasa aja loe nyet..! loe kan tau ini bukan mau gue.Lagian gue juga lagi usaha ini buat cari cara biar enggak jadi dinikahin sama dia." balas Danny


"Kalian kenapa sih.? kok jadi mistis gitu aura." tanya Andre


"Kesel dia gue kasih kabar kalo entar malem minggu keluarga gue bakal ketempat Dimitri mau konfrensi meja panjang buat acara kawinan gue." jelas Danny


"Meja bundar boy meja bundar." ucap Andre mengoreksi

__ADS_1


"Kagak ada meja bundar dirumah dia." sahut Danny


"Serius loe boy.? jadi loe nikah sama Dimitri.?" tanya Dimas


"Kagak lah oon.! makanya gue ngomong sama dia" dengan jari telunjuk terarah keDion "dengan maksud,dia cari solusi ini gimana urusan.Katanya kan dia udah punya rencana soal ini,eh malah sewot taunya."


"Gimana enggak sewot gue,dapet kabar duka gini.!" kata Dion


"Emang acara kawinan loe tanggal berapa gitu nyet.?" tanya Dimas


"September tanggal sembilan." jawab Danny


"Minggu depan culik Dimitri nyet,ajak kepemancingan punya engkongnya Lisa.Sekalian kita ngomongin rencana gue,karena ini rencana butuh bantuan kalian." ucap Dion


"Ya udah entar coba gue culik Dimitri." sahut Danny


"Jangan dicobalah.! harus,wajib diculik itu Dimitri." sungut Dion


"Iya nyet iya..!"


Malam minggu pun tiba.Dua keluarga sudah berkumpul diruang tengah kediaman Dimitri,untuk membahas masalah pernikahan putra dan putri mereka.

__ADS_1


"Sekar mau konsepnya apa sayang.?" tanya mama Danny


"Apa aja tante,nurut Sekar.!" Sekar yang memang tidak mengharapkan pernikahan ini,menyerahkan semua kepada orang tua mereka.


"kok masih tante aja sih,mama sayang mama."


"Iya mah..!"


"Kenapa sich mesti buru buru Pah,Dad.? Aku baru lulus.Sekar juga masih kelas dua.Aku pengen kuliah,pengen ngelakuin apa yang aku mau dengan bebas Pah,Dad.!" oceh Danny ditengah tengah obrolan mereka


"Papa sama mama kan udah ngomong berkali kali,enggak ada negosiasi." tegas Papa Danny


"Ya paling enggak nunggu Sekar lulus dulu lah pah,kasihan dia.masa sekolah dengan berstatuskan istri sih.?"


"Loh memang ada masalah sama itu.? Ada larangan.?" kata Mama Danny


"Lagian kenapa sih.? kok pada nafsu banget nikahin aku sama Sekar cepet cepet.Ada apa sebenernya.?" pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan oleh Danny.


"Enggak ada apa apa.! lagian kalau kamu sama sekar udah nikah,enggak akan berubah keseharian kamu sama Sekar.Kalian tetep lakuin kegiatan kalian masing masing,cuma yang membedakan adalah kalo biasanya kalian tidur sendiri,nanti kalian tidur berdua." kata papa Danny


Perdebatan pun terus berlanjut,Danny masih mencoba untuk bernegosiasi soal rencana pernikahan ini.Sampai akhirnya Danny pun mendapat kekalahan telak,keputusan tetap pada rencana awal.

__ADS_1


__ADS_2