
Suasana meja makan keluarga Anggara pagi ini sungguh berbeda.Biasanya hanya akan ada dua orang yang duduk disana,setelah kepergian sang putra mahkota.Tapi kali ini berbeda,ada besan yang semalam menginap dikediaman Anggara.Yang tak kalah membahagiakan,adanya Putra mahkota bersama istri dan jagoannya.
"Ami auk tuh.!" tunjuknya pada sandwich,yang berada ditengah meja panjang nan besar itu.
"Oke.!" Diambilnya sepotong sandwich dan diletakan dipiring jagoannya "Mau mami suapin.?" tawarnya pada sang Jagoan.
"Ndak.!" sembari menggelengkan kepala "hagoan dah hede,ica mam endili.!"
"Uuhh Jagoan papi emang TOP,toss dulu dong...!". Mereka pun bertos ria dengan semyum merekah dan sebuah jargon keluar dari mulut masing masing.
Papi paling tampan...!!!
Hagoan aling ampan....!!!
Hahaha tawa terus membahana diruang makan yang mewah dan besar itu.Para ART pun turut tertawa bahagia,menyaksikan keluarga majikannya berkumpul.Para pekerja dikediaman Anggara,tidak pernah bongkar pasang.Semua bekerja dengan nyaman dan betah disana.Bahkan sudah ada yang berkerja dikediaman itu selama dua belas tahun.
Kepribadian Tuan dan Nyonya Anggara,serta sang putra mahkota yang baik hati,membuat mereka nyaman bekerja dirumah itu.Fasilitas bagi para ART pun,fasilitas nomor satu.Mulai dari kamar dan kebutuhan pribadi.Para ART dikediaman Anggara tidak diberi seragam khusus,mereka bebas memakai pakaian mereka selama itu sopan dan layak pakai.Karna menurut mereka,dengan memberi seragam,itu adalah satu penghinaan dan pemetak metakan derajat.
Tuan dan Nyonya Anggara tidak pernah membedakan bedakan.Ruang makan bagi para ART juga tak kalah besar dan mewah.Apa yang mereka makan,para ART juga memakanya.Tidak ada istilah majikan duduk diatas,ART duduk dibawah,jika mereka sedang berbincang atau berdiskusi.
__ADS_1
"Api hali nie hita halan halan yuk.!"
"No..! Jagoan kan udah janji sama eyang,mau ikut eyang kerja.!" kata Daddy
"Oya hupa..!!" dengan satu tangan menepuk jidat.
sekali lagi tawa membahana disana,Evan bahkan sampai bangkit dari duduknya dan menciumi pipi ponakannya itu dengan gemas.
"ucle heli ucle.! hahaha ucle..!"
Setelah daddy dan Jagoan berangkat kegedung Dimitri,Evan kesekolah.Mama,mommy dan Sekar berencana akan kemall untuk berbelanja.Sementara Dion akan kebengkel yang menjadi hadiah ulang tahun ketujuh belas dari sang papa.
"Nyet loe bulan madu kapan.?" tanya Danny
"Bareng aja yuk nyet kita bulan madunya,biar seru.!" ajak Danny
"Iya bareng aja,gue ikut.!" seru Andre
"MAU NGAPAIN LOE IKUT..?" tanya Dion,Danny,Dimas kompak
__ADS_1
"Ya ikut bulan madu lah.! kan pergi bulan madu.Gimana sih.?" sahut Andre
"Gue tanya nih ya,loe ngerti kan bulan madu itu apa.?" dijawab anggukan oleh Andre "terus yang melakukan yang namanya bulan madu itu siapa.?" Sekali lagi dijawab anggukan oleh Andre "lah terus ngapain loe ikut sekarang gue tanya.? Loe enggak memenuhui syarat dan kriteria nyet ,buat pergi bulan madu.!" kata Dion
"Siapa bilang...!!" tanya Andre
"GUE YANG BILANG..!!" (Dion,Danny,Dimas)
"Gue udah ada pasangan buat bulan madu,bukan cuma satu tapi lima." jelas Andre
"Dih otak korengan kumat.!" cemooh Dimas
"Serius gue..!" seru Andre
"Mana itu lima pasangan loe.? dan siapa aja coba.?" tanya Danny
"Bendera kuning,kartu merah,kartu kuning,peluit dan kamera.!" jelas Andre
"MAKSUD LOE...?"
__ADS_1
"Peliut bakal gue pake disaat pertandingan kalian dan doi dimulai.Kartu kuning,udah pasti gue pake saat kalian melakukan pelanggaran ringan sama doi.Kartu merah,pelanggaran berat dong.! kamera buat mengabadikan semua jurus dan ilmu yang kalian praktekkan dan bendera kuning,saat dari kalian enggak ada yang bisa terselamatkan." jelas Andre
MONYET ADMAJA KAMPRET......!!!!