
Sesampainya dirumah Dion lalu memasuki kamar bersama jagoan dan vitaminnya.Didudukannya sang jagoan pada sisi ranjang,begitu juga dengan Sekar.Dion mengambil posisi Duduk dilantai,dengan kedua kaki yang menjadi tumpuannya dan tangan yang menggenggam erat dua pasang tangan dua insan yang paling berarti dalam hidupnya.
Dion dengan suara lembutnya menjelaskan semua yang terjadi,jagoan yang memang memiliki kecerdasaan diatas rata rata anak seusianya,kadang ikut bereaksi dengan penjelasan dari papinya itu.
Hagoan ndak mau hunya ami tili.! (jagoan)
Enggak sayang.! papi enggak akan hianati mami.Cuma dua wanita cantik yang ada dihati papa,mami dan oma. (Dion)
Henelan.? api ndak oong.? (jagon)
Sumpah demi ALLAH,demi nyawa dan hidup papi.(Dion)
Papi ini ngomong apa sih..? pake bawa bawa nyawa sama hidup. (Sekar)
"Nyawa,hidup papi buat mami,buat anak anak kita.Buat orang tua kita.Papi enggak bisa hidup tanpa kalian." didekap erat kedua tubuh yang duduk dihadapannya kini.Diciumi kening mereka bergantian.
Hapi api hayang teliak teliak agi ya.? hagoan haget. (tapi papi jangan teriak teriak lagi ya,jagoan kaget)
__ADS_1
Iya sayang,maafin papi ya.? (Dion)
Dimana Lestari semakin gencar mendekati Dion begitu juga dengan Herman.Ada saja alasan untuk Herman bisa bertemu dengan Sekar.Walau hanya sekedar menyapa atau bertukar senyum.Herman juga mendekati jagoan,berusaha untuk mengambil hati putra mahkota Anggara.
"Butuh bantuan gak mba..?" tawar Herman saat melihat Sekar sedang memindahkan pot bunga ditaman kecil rumahnya.
Eh bang Herman.! enggak bang ,makasih. (Sekar)
"Itu berat loh mba,biar saya aja sini." Herman tanpa ijin langsung masuk kepekarang rumah Sekar.Diambilnya pot yang berada ditangan Sekar,dan dengan sengaja diletakkan tangannya diatas tangan Sekar.Sekar yang kaget sontak menatap kearah Herman.Mata mereka saling beradu pandang.
"Wallaikumsalam,papi udah pulang.?" sautnya seraya menghampiri Dion dan mencium tangannya.
Sore pak Dion...!! (Herman)
Sore pak.! ada perlu apa ya.? enggak baik loh dilihat orang berdua begini pak,nanti bisa timbul fitnah. (jawab Dion tho the point)
"Maaf pak tadi saya kebetulan lewat,terus lihat mba Sekar angkat angkat pot besar gitu.Saya cuma mau bantu..!" penjelasan herman dengan dada yang emosi,karna tersinggung dengan nada bicara Dion "Tunggu loe bocah,gue pasti bisa dapetin bini loe". ucapnya dalam hati.
__ADS_1
Setelah berbasa basi Herman meninggalkan kediaman Dion dengan api dendamnya.Perasaan kagumnya pada Sekar,membuat keinginan dalam hatinya untuk memiliki ibu muda itu.
"Mami apaan tadi.? pegangan tangan gitu.Pake pandang pandangan segala lagi." suara Dion dengan sedikit tinggi.Untung dirumah hanya ada mereka,karna jagoan,ibu Nur dan Imam sedang pergi kemini market.
Pih demi TUHAN,mami juga kaget,tiba tiba bang herman pegang tangan mami gitu.Makanya mami spontan langsung ngeliat doi. (Sekar)
BRENGSEK....!!! mau coba coba dia ganggu rumah tangga gue,pengen ketemu keranda buru buru kali. (Dion)
Papi..! (Sekar) APA..? (Jawab Dion)
Kok papi bentak bentak mami sih.? (Sekar)
Dion mengusap wajahnya kasar,diaturnya nafas,diredam emosi yang membara didadanya itu perlahan.Diraihnya tubuh Sekar masuk kedalam pelukannya.Diciumi puncak kepala sang vitamin itu.
Maafin papi.! papi enggak mau kehilangan mami.
Likenya dong readers
__ADS_1