Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Ikhlas


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Dion melakukan operasi pelepasan pen pada kakinya.Bahagia tercipta dihati Dion,akhirnya setelah enam bulan Dirinya akan segera bisa berjalan dengan normal kembali.Tanpa harus menggunakan alat bantu lagi.


Sekar pun tak kalah bahagia,pria tampannya akan kembali pulih.Diusapnya perut buncit berusia tujuh bulan itu.Senyum manis terus terbit dibibirnya.Ditemani Antok dengan sabar dirinya menunggu sang suami yang tengan menjali proses pelepasan pen.


"Antok.! makasih banyak ya,buat semua bantuan antok selama ini.Semoga ALLAH membalas semua kebaikan dan keikhlasan Antok." kata Sekar


"Amin.! enggak apa apa mbak,santai aja.Selama aku bisa dan mampu,kenapa enggak.Lagian sesama manusiakan harus saling membantu dan menolong jika memang mampu." jawab Antok


"Kamu itu baik banget Antok,beruntung aku dan suamiku bisa kenal kamu."


"Aku tau mbak gimana rasanya kesusahan,tapi enggak ada yang nolong.Gimana rasanya kelaparan,gimana rasanya tidur tanpa alas dan selimut,tanpa atap yang melindungi dari angin dan hujan." Nampak raut wajah kesedihan disana,Antok remaja yatim piatu berusia tujuh belas tahun.Nampaknya hidup yang dilalui Antok tak sebaik sifatnya.


"Cerita aja Antok,apa yang menjadi beban mu.Siapa tau bisa membuatmu lega."

__ADS_1


Antok pun menceritakan bagaimana kisah hidupnya,yang harus lontang lantung dijalanan setelah terusir dari kontrakan pasca empat bulan orang tuanya meninggal.Hanya berbekal uang tiga ratus ribu pemberian tetangganya,Antok menyusuri jalanan kota batam.Tak jarang Antok harus menahan lapar,demi mengirit uang tiga ratus ribu miliknya.


Sampai akhirnya Antok dipertemukan oleh kakek penjual bubur yang hidup sebatang kara juga.Berbekal ilmu membuat bubur dari sang kakek,juga gerobak,serta kontrakan yang ditempatinya saat ini.Antok bisa melanjutkan hidupnya dengan sedikit lebih baik.Sayang waktunya bersama dengan sang kakek penolong itu,tak lebih dari tiga tahun.


"Yang sabar ya.! rencana Tuhan itu lebih indah,selama kita ikhlas menjalani,semua akan terlewati dengan mudah dan terasa ringan.Tuhab tau apa yang terbaik untuk kita dan kapan waktu yang tepat untuk memberikan bonusNYA untuk kita.Bonus dari kesabaran,keikhlasan dan perbuatan yang sudah kita lakukan." kata Sekar


"Iya mbak.! jujur aku seneng banget ketemu abang sama mbak.Aku berasa jadi punya saudara,punya kakak.Aku kesepian mba selama ini."


"Antok memang keluarga ku dan abang,Antok adik kami.Jadi jangan ngambek ya kalo nanti mbak sama abang ngerepotin kamu lagi.?" ucap Sekar dengan candaan dan senyum jahil terselip disana


Mereka pun tertawa berdua,melepas beban dipundak masing masing.Tak terasa operasi yang dijalani Dion telah usai.Nampak Dion keluar dari ruang operasi,dengan keadaan yang masih terpengaruh obat bius.


Tak sabarnya rasanya melihat suami tercinta kembali berjalan normal.Bergerak bebas tanpa hambatan,menjalani aktifitas seperti sebelumnya.Bisa menggendong kembali tubuhnya,jika rasa manja datang melanda.Air mata haru tak terasa mengalir lembut dipipinya,kebahagiaan membuncah dalam hatinya.

__ADS_1


"Terima kasih TUHAN,suamiku kembali sehat".


ucapan syukur terucap tiada henti dilubuk hatinya.



 



"Brengsek itu bocah,gue pikir udah ketemu malaikat maut.Taunya cuma patah kaki doang.Brengsek...!!!


Tunggu waktunya ya bocah tengik.....!!! gue yakin loe gak akan seberuntung sekarang......!!!!". Ucap sosok yang matanya tak sengaja melihat Sekar berjalan disamping bangkar Dion menuju kamar perawatan.

__ADS_1


 


__ADS_2