Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Balap lari


__ADS_3

"Mami,papi besok mulai cari kerja ya.?"


"Emang papi udah sehat banget.? kakinya emang udah kuat buat jalan lama.?"


"Udah mami.! jangankan jalan,buat balap lari aja papi kuat udah dan pasti menang."


"Beneran kuat.? yakin..?"


"Bener mami.! kalau enggak percaya,yuk kita balapan lari.Pasti papi menang..!"


"Ya iyalah kalo balapannya sama mami.Secara perut mami gede gini.Coba papi balapan sama Antok,hem udah keok papi."


Dion terbahak "papi juga enggak mau balapan sama Antok mi.Dua bulan lagi kan jagoan lahir,jadi papi harus cepet dapet kerja.Uang jual motor kan tinggal dikit."


Tok tok tok


"Siapa itu pi.? Tumben jam segini ada tamu."


"Engak tau.! bentar papi liat dulu". Dion beranjak dari pembaringannya,dintipnya dari jendela siapa kira kira tamu yang datang.Tampak sosok orang yang sangat dikenalnya.Segera pintu dibuka oleh Dion.


"Hallo bro,apa kabar loe.?" sapa Dion pada sosok yang langsung dipeluknya itu.


"Baik gue,kalo loe..?" tanya Thomas


"Loe bisa lihat sendiri gue gimana.? masuk sini.!"

__ADS_1


"Eh kak thomas,apa kabar kak.?" sapa Sekar


"Baik gue.! wah bentar lagi penen nih.?" ucap Thomas "Brengsek ini cewek,malah makin hot aja lagi bunting." batin Thomas saat melihat Sekar muncul dan menyapanya


"Alhamdulillah.! tokcer susu kental manis gue,jadi langsung menghasilkan." sahut Dion


"Syukur deh..! Gue kira loe enggak dirumah,soalnya motor loe enggak ada..?"


"Gue jual motor.!" kata Dion


"Kenapa loe jual..?"


"Diminum kak,kuenya dinikmati.!" tawar Sekara sembari meletakkan cangkir kopi dan beberapa kue dimeja.


"Makasih mpok.! kenapa motor loe jual."


"Gue tau gimana loe,walau enggak intens kebersamaan kita.Tapi gue tau karakter loe,ceritalah sama gue..!"


Dion akhirnya menceritakan semua yang dialaminya dan Sekar.


"Gila itu Melly.! enggak nyangka gue dia begitu.Untung enggak jadi gue pepet itu kuntilanak.Terus itu yang nabrak loe udah ketemu..?" kata Thomas


"Gue enggak perpanjang,biarin aja.Entar juga ada karmanya sendiri buat dia."


"Terus kenapa loe enggak hubungi gue.?" tanya Thomas

__ADS_1


"Ini masalah keluarga gue bro,sebisa mungkin gue selesaikan sendiri.Itung itung gue belajar buat lebih bertanggung jawab jadi suami..!"


"Salut gue sama loe..! gue yang jauh lebih tua dari loe aja,masih cetek pikirannya."


"Ini yang mesti gue jalani bro,mau enggak mau gue harus jadi pribadi yang lebih dewasa.yah Dewasa sebelum waktunya,karena tanggung jawab gue gede udah bawa lari anak orang."


Obrolan ambyar terus tercipta diruang tamu minimalis kediaman calon orang tua muda itu.Empat jam Thomas bertamu dengan membawa sejuta cerita dan tawa.


"Udah malem bro,gue pamit ya..? besok gue mau otw korea soalnya." pamit Thomas


"Serius loe mau kekorea bro.? gue ngerepotin loe sekali lagi bisa..?"


"Apa tuh..?" tanya Thomas


"Gue minta tolong loe tarik tunai duit dari debit gue,dihari terakhir loe dikorea.Loe kasih cash kegue,kalau tarik disini takut kelacak gue.Bini gue lusa kontrol kedoter,susu dia juga habis.Kalo nunggu gue dapet kerja,kasihan dia sama jagoan gue." jelas Dion


"Ooo itu ya udah nih.!" Thomas mengambil beberapa lembar uang pecahan seratus ribu dari dompetnya,dan disodorkan keDion.


"Enggak mau gue..! ambil aja dari debit gue,entar baru kasih gue." tolak Dion


"Gue seminggu dikorea,kelamaan lah.? Kan loe butuh lusa."


"Enggak mau gue.! gue nunggu loe aja dari korea,besok masih ada hari buat gue cari duit disini."


"Dih elo batu banget dah.Ya udah mana kartu loe.! sekalian pin berapa." sungut Thomas

__ADS_1


Setelah menerima kartu debit dari Dion,Thomas meninggalkan rumah Dion.Walau perbedaan umur yang cukup jauh dari Dion,tapi Thomas merasa nyaman dengan persahabatannya.Dion yang punya kepribadian hangat,mambuat Thomas tak pernah bisa untuk tak berkabar dengan Dion.


__ADS_2