Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Anak sultan


__ADS_3

"Selamat datang papi..!" suara lembut serta senyuman manis menyabut kedatangan Dion."Ah.! sang vitamin ku" Dipeluknya erat tubuh sipemilik perut buncit itu.


"Papi bawa apa ini..?" Tanya Sekar yang melihat kantung belanjaan ditangan Dion."Ini susu buat mami dan jagoan,dan ini ayam goreng buat kita bertiga.!" jawab Dion


"Papi dapet uang dari mana..?"


"Nanti papi ceritain,papi mandi dulu.Udah lengket banget badan papi,bau matahari lagi."


"Ya udah sana.! baju ganti udah mami siapin ditempat tidur."


Setelah membersihkan diri,Dion menuju keruang makan.


Nampak diatas meja sudah tersedia sayur bayam dengan jagung,sambal,tempe goreng yang hanya ada empat potong.Karna itu sisa tempe yang diolah untuk sarapan pagi tadi,juga ayam goreng yang Dion beli.


"Mami makan apa tadi siang.?"


"Makan nasilah pi.!"


"Lauknya.?"

__ADS_1


"Tempe goreng sama sambal.!" jawab Sekar dengan mulut yang telah penuh terisi makanan."Ini bayam dari mana.? kok enggak makan ini mami.?" tanya Dion kembali.


"Itu tadi mami beli ditukang sayur,kan ada uang sepuluh ribu buat hari ini.Kalo mami masak sayurnya tadi siang,malam ini papi makan enggak pake sayur dong.Kolo lusa mami terima uang cuci baju.Jadi bisa nafas lagi kita.!" jawab Sekar dengan senyum terbaiknya


"Ya TUHAN istriku,begitu baik dan dewasanya dirimu". Ucap Dion dalam hati dengan mata yang terus menatap istrinya.


"Mami besok beli ikan ya,atau daging.?"


"Nanti aja kalo papi udah ada rejeki,baru mami masak itu."


"Enggak nanti nanti,besok mami beli.!". Disodorkan uang yang didapatnya hari ini.Sekar yang melihat itu,hanya menatap heran dengan alis saling bertautan.


"Mami enggak usah khawatir,itu tadi papi bla bla bla".Dion menceritakan kejadian dibengkel dan memberitahu jika mulai besok dia juga akan bekerja dibengkel tersebut.


"Boleh dong.! beli ikan juga ya.Biar jagoan pinter."


"Siap papi...!!"


__ADS_1


 




"Mama,mah..!" suara dari Johan yang memanggil manggil sang istri.


"Apa sih papa.? pulang pulang bukannya salam,malah teriak teriak.!" sahut Imel sewot


"Mah,ada penarikan tunai dari kartu abang dikorea.!"


"Serius papa.! abang dikorea.?"


"Papa udah suruh orang orang kita kekorea buat cari disana,dan menyisir sekitar daerah transaksi kartu abang.Papa juga udah ngabari besan kita,beliau juga udah nyuruh orang orang buat cari abang dan menantu kita.Papa Danny juga ikut menurukan pasukannya."


"Ya TUHAN.! semoga abang benar benar disana dan ketemu."


"Amin.! kita berdoa terus mah,jangan putus putus.Terutama untuk kesehatan dan keselamatan abang,menantu dan cucu kita."

__ADS_1


Seperti yang diminta Dion,Thomas melakukan penarikan dari kartu Dion dihari terakhir dirinya dikorea."Ini sikepala batu,isi kartunya banyak amat.? bener bener anak sultan.Apa kabar sama semua aset yang bakal jadi milik doi semua.Bisa bisa dari kasur,sampe baju,kaen pel dari duit semua doi." Itulah ucapan Thomas saat melihat nominal yang tertera dilayar monitor mesin.


"Mending gue ambil banyak sekalian buat doi,biar enggak susah dan ngirit lagi dia." Thomas yang terlalu gemas dengan sifat Dion dan nominal yang tertera dimonitar,tanpa disadari menarik dalam jumlah besar.Hingga isi dalam mesin uang tersebut habis."Kalo masih ngirit lagi,gue patahin lagi itu kaki bocah batu.!"


__ADS_2