Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Calon orang besar


__ADS_3

"Maafin papi mi,maafin papi..! Papi mohon maafin papi,jangan tinggalin papi.!" Dion terus menghiba dikaki Sekar yang tak bergeming sama sekali,disisi ranjang tempat vaforit mereka.


Sakit hati sudah pasti Sekar rasakan,tubuh suaminya telah direbut secara paksa oleh wanita lain.Diremasnya baju Dion yang sudah tercabik cabik oleh gunting itu.Gemuruh didada membuat sesak dinafasnya.Sekar hanya mampu menangis dalam Diam.


"Mami.! maafin papi,jangan tinggalin papi mi.Papi mohon.!Tampar sepuas mami,hukum papi apa pun yang mami mau,lakukan sepuas mami.Tapi papi mohon jangan tinggalin papi mi...!!"


"AAHH PAPI...!!!" dicengkramnya pundak sang suami yang tengah bersimpuh dihadapannya itu."Mami kenapa.?" wajah Dion yang awalnya penuh dengan penyesalan,dan kesedihan.


Kini seketika berubah menjadi kepanikan,melihat sang istri mengeram kesakitan.peluh membanjiri seluruh wajahnya.


"Papi sakit ah pi..!"


ANTOK TOLONG PESENIN TAXSI,MBAKMU MAU MELAHIRKAN.!" teriak Dion dari dalam kamarnya "sabar ya mami,tahan.Jagoan papi jangan nyakitin mami sayang,jangan siksa mami." ucap Dion seraya mengisap perut Sekar.


"Papi peluk mami pi..!"

__ADS_1


"Iya sayang,sini.! sabar ya." Dion terus menciumi puncak kepala Sekar,diusapnya perut Sekar,dengan satu tangan yang memeluk tubuh vitaminnya erat.Tak lama taxsi yang dipesan tiba,Dion langsung membopong tubuh istri tercintanya.


Ibu Nur yang duduk disamping supir terus melihat kearah Dion dan Sekar dikursi penumpang bu Nur juga tiada henti mengeluarkan kata kata penenang untuk Sekar dan Dion.


Sesampainya diklinik dokter Puspa,Sekar langsung dibawa keruang persalinan.Dion terus menggenggam erat tangan istrinya yang sedari tadi mencengkram kuat tangan kekarnya.Diusapnya peluh dikening sang vitamin.


Diciumi perut buncit itu,berharap rasa sakitnya sedikit terobati.Dion semakin tak kuasa menahan air matanya saat melihat Sekar yang semakin kesakitan.Hatinya luluh lantah melihat pemandangan didepannya.Setelah beberapa jam berlalu


Oek oek oek.....!!


"Amin...!!" ucap Dion,Sekar,dan para suster


Dion mencium kening Sekar,kemudian turun kebibir. "maafin papi mami,Papi sayang mami.Jangan tinggalin papi..!". Ucapnya bersamaan dengan tangisnya yang semakin deras.


Sekar yang sudah kehabisan tenaga,hanya mampu tersenyum dan menganggukkan kepalanya lemah.Sekar dibawa keruang perawatan,setelah selesai dibersihkan.

__ADS_1


Sementara sang jagoan setelah diazani Dion,langsung dibawa keruang bayi.


"Abang Semaleman kemana.?" tanya Antok.Kini mereka sedang berada diarea taman klinik,dengan menikmati semangkuk bakso.


"Abang bla bla bla..!" Dion menceritakan semua kejadian pada Antok.Dion sangat mempercayai Antok,jadi dia berani menceritakan semua pada antok.


"Serius bang.? abang mending visum deh.! ini kaki,tangan abang masih biru gini.Terus itu soal obat,kali aja masih ada dibadan abang.Buat jaga jaga bang,siapa tau kuntilanak itu ambil tindakan yang tak terduga lagi."


"Bener juga ya Tok.? kok aku enggak kepikiran.Pinter kamu Tok.!"


"Aku suka nonton sinetron azab bang,jadi pinter.hahahaha.!"


Dion dan Antok bergegas keruangan Sekar,Dion menceritakan rencananya kepada Sekar.Setelah mendapat ijin,Dion yang ditemani Antok melakukan semua pemeriksaan.Hasil test akan keluar tiga hari kemudian.


Dion mengabadikan moment dirinya,Sekar dan sang jagoan dalam sebuah foto.Seperti biasa akan langsung beredar didunia perlambean.

__ADS_1


__ADS_2