
Wuek wuek... Sekar terus memuntahkan semua isi perutnya.Lemas bercampur pusing mendera tubuh dan kepalanya.Dion langsung bangkit dari tidurnya dan menghampiri Sekar.
"Mami kenapa.?" dengan tangan yang mulai memijat tengkuk Sekar.
"Diperut mami ada putri mahkota kayanya pi.!"
"Serius mi..? mami enggak bohong kan..?"
"Enggak..! mami udah telat,terus ini juga tiba tiba mual banget gini pagi pagi."
"Ya udah kita mandi,terus ketempat dokter puspa,kita periksa ya.?". Ucapan Dion hanya Diangguki Sekar dengan lemah.
"API AMI..!" seru Jagoan yang baru saja datang bersama ibu Nur.Semalam Jagoan kembali menginap dirumah ibu Nur.
"IYA..! " saut Dion dan Sekar dari dalam kamar.
__ADS_1
"Api ami auk hemana..?"
"Papi sama mami mau kebunda dokter dulu ya,mau periksa adenya jagoan." jelas Dion
"Hagoan kan heyum unya ade.?"
"Adenya masih disini.!" jawab Dion dengan tangannya yang mengusap perut rata Sekar.Wajah bingung jagoan yang lucu,membuat Sekar dan Dion terpingkal pingkal.Mereka pun menjelaskan apa yang mereka maksud Seketika senyum nampak terbit dari bibir mungil dan merah itu.
"Hole hagoan auk hunya ade.! enek enek.! hagoan auk hunya ade.!!" teriaknya sembari berlari kearah bu Nur.
Dion dan Sekar sangat bahagia,ternyata putri mahkota benar benar ada diperut Sekar saat ini.Dan memasuki usia dua minggu.Dokter puspa yang dipanggil oleh jagoan bunda dokter,ikut bahagia dengan kabar ini.Walaupun usianya dengan Sekar dan Dion terpaut jauh,namun persahabatan mereka terjalin cukup baik.
jarak anak anak mereka lahir jangan terlalu jauh.Dion yang merasakan kesepiannya menjadi anak tunggal,tidak ingin anak anaknya mengalami juga.Kehamilan Sekar kali ini benar benar merepotkan,muntah tiada henti.Bahkan sampai harus diinvus,karna tidak adanya nutrisi yang bisa masuk ketubuhnya.
Berita kehamilan Sekar sampai juga ditelinga Lestari dan Herman.Marah sudah pasti mereka rasakan.Dion yang selalu menghindar dari Lestari dan terkadang langsung memaki jika Lestari ingin bicara.Membuat Lestari semakin frustasi,hingga satu rencana muncul dikepalanya.
__ADS_1
Tak berbeda dengan Lestari Herman juga merasa sangat marah.Semenjak kejadian pot bunga itu Sekar selalu menghindar.Bahkan saat dia mengantarkan loudryan pun,yang menerima karyawan Sekar.Satu rencana juga sudah Herman siapkan.
Sementara itu kedua orang tua Dion dan Sekar,juga sahabat sahabat mereka berdua,sangat bahagia saat melihat foto tes kehamilan dan foto USG dilaman medsos Dion.Putri mahkota Anggara otw,itulah caption yang Dion tuliskan.
"Tokcer bener dah monyet Anggara ini.!" kata Dimas
"Berarti itu doi entar kalo kehajatan gue,bawa bawa baskom dong ya.?" kata Danny
"Iya baskom wadah ikan lohan gue,yang cuma bulet segini doang.!" Andre dengan tangannya yang membuat ukuran bulatan baskom yang dia maksud
KOK CUMA SEGITU..?
"Kan baru lima bulan,jadi ya segitu.!" kata Andre
"Pinter bener loe ngitungin gituan.? kaya udah berpengalaman." kata Dimas
__ADS_1
"Heh loe lupa siapa gue.? gue Andre Admaja putra mahkota Admaja,Pewaris utama tahta Admaja,yang hartanya takkan habis termakan oleh usia,dengan sejuta pesona bercahaya bagai bintang diatas sana,udah pasti gue juga serba bisa.Bisa segala galanya.!"
"YANG LAHIR DIGUBUK DERITA,BERMANDIKAN AIR MATA DAN BERALAS DAUN PISANG..!"