Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Menghindari masalah


__ADS_3

tok tok tok


"Biar aku aja yang buka yang.!" Dion bangkit dari kursi makannya,dan dibukanya pintu rumah untuk melihat siapa tamu mereka malam ini.


"Eh bang Togar,masuk bang.!" Togar mengikuti langkah Dion dan duduk disatu sofa yang berhadapan dengan Dion. "Tumben bang,ada apa.?"


"Ini aku antar motor kau,tadi nona bos minta aku untuk kembalikan motor kau ini." seraya menyerahkan kunci motor Dion.


Dion yang melihat itu justru tersenyum miring. "Dasar perempuan gila,titisan kuntilanak." umpat Dion kembali.


Togar yang mendengar umpatan itu juga tersenyum miring. "Tak habis pikir aku Dion,bisa kali nona bos gila begitu.Sampe berani berani dia hina istri kau.Bahkan tadi aku tangkap cakap kelian,dia minta kau puasin.Gila betul perempuan,macam tak punya harga diri." oceh Tagor panjang lebar.


Sekar membawa minuman serta camilan,untuk suami dan tamunya. "Silahkan abang diminum,dinikmati kuenya."


"Terimakasih dek..!"


Togar pamit undur diri setelah puas berbincang dan bertukar ilmu,selama dua jam lamanya.Dion segera memeriksa motornya dengan teliti.Dirasa tidak ada yang mencurigakan Dion kembali masuk dalam kerumah.Nampak Sekar sudah berbaring ditempat tidur.


"Ayang udah ngantuk..?" tanya Dion


"Belom.! kan nungguin ayang,mau nerusin obrolan yang tadi sore."


"Ya kaya yang aku omong tadi ayang,semua udah aku ceritain.Mungkin tadi ayang juga denger kan obrolan aku sama bang Tagor."

__ADS_1


"Nona bos ayang itu,tadi pake baju warna peach bukan,rambutnya sebahu.?" tanya Sekar


"Iya.! kenapa.?"


"Tadi waktu aku mau pulang,pas sampe parkiran aku dipanggil sama doi.Terus bla bla bla..!" cerita Sekar panjang lebar soal kejadian antara ia dan Melly.


"Dasar titisan kuntilanak kampret,minta disolder kali itu mulutnya.?" Sekar yang mendengar umpatan sang suami,mencoba menahan tawanya agar tak keluar.


"Kalau mau ketawa,ketawa aja yang.Enggak usah ditahan.!" kata Dion.


Hahaha "ayang ayang.!" hahahaha "emes ini aku emes" ucap Sekar sembari mencubit pipi Dion dengan gemasnya.


"Aku berhenti kerja ya yang.! aku entar cari kerjaan laen aja."


"Amin.! makasi ayang,kamu memang yang terbaik.Besok temenin aku buat nganterin surat pengunduran diri ya.? sekalian pamit sama senior disana."


"Iya.! besok aku temenin." kata Sekar



 


__ADS_1



"Berapa hari ini,kok gue kepikiran simonyet satu itu ya nyet.? Gelisah aja gue mikirnya dia terus." kata Dimas


"Kok sama.!" sahut Danny dan Andre


"Gue berapa hari ini mimpiin dia mulu.Itu monyet cakep bener dimimpi gue,senyum aja.Pake baju putih,mukanya bersinar." kata Andre


"Kalau gue malah mimpiin Dimitri yang nangis mulu.Itu monyet malah ngelambei tangan sama gue dan Dimitri." cerita Danny


"Itu anak semoga enggak kenapa kenapa yak.? enggak tenang sumpah gue." kata Dimas


"Udah lima bulan enggak ada kabar,enggak tau dimana juga dia sekarang.Buset susah bener ditemuin.Hebat itu bocah ngilangin jejaknya." kata Danny


"Dulu sih kenapa kita bantuin dia.?" ucap Andre


"Kenapa ngomongin yang dulu dulu.? udah terjadi peak.Enggak usah dibahas lagi." sahut Dimas


"SiDimitri udah bunting belum ya nyet.?" tanya Andre


"Dih somplak.! loe pacaran sama betawi jadi oon,otak loe korengan apa.? mikirin itu lagi." sungut Danny


"Ya kali aja.?" kata Andre

__ADS_1


"APA..?"


__ADS_2