Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Firasat


__ADS_3

Sekar terkulai lemas tak sadarkan diri,ketika mendapat kabar jika Dion ditangkap polisi atas kasus pencurian.Arjuna juga mendadak ikut rewel.Bu Nur,Antok,Imam dan bu Arum semakin cemas dan panik,saat sang jagoan tiba tiba kejang.


Dokter Puspa yang sampai dirumah Sekar,langsung menangis melihat keadaan jagoan.Entah mengapa Dokter Puspa punya perasaan yang berbeda pada jagoan.Para tetangga juga ikut heboh dan panik.Mereka tidak percaya jika Dion melakukan tidakan pencurian.Mereka tau bagaimana karakter Dion dan Sekar.


Beruntung tidak terjadi sesuatu yang serius pada jagoan,Sekar yang telah sadar hanya bisa terus menangis dipelukan bu Nur.Sementara didalam sel,Dion hanya bisa termenung dan mencoba mengingat ngingat apa yang tadi terjadi dibengkel.Pikirannya tiba tiba sangat cemas dengan keadaan Sekar dan jagoanya.


"Ini pasti ulah kuntilanak itu". ucap Dion dalam hati."Lindungi istri dan anakku TUHAN.Jauhkan mereka dari orang orang yang berniat buruk pada mereka".Hanya Doa yang bisa Dion lakukan saat ini.


Tiga hari setelahnya Sekar baru bisa mengunjungi Dion,dengan ditemani Antok.Alangkah terkejutnya melihat wujud orang yang sangat dia cintai.Rambut hitam dan tebal,kini sudah tidak ada lagi dikepalanya.Wajah Dion pun penuh dengan luka lebam.Begitu juga dengan Antok,yang tidak menyangka jika Dion akan diperlakukan seperti ini.


"Ssttt mami jangan nangis,papi gapapa..!" ucap Dion seraya mengusap lelehan airmata dipipi Sekar.

__ADS_1


"Enggak apa apa gimana pi.? lihat muka papi,rambut.Papi itu bukan krimanal,bukan pembunuh,bukan pemerkosa,kenapa diperlakukan seperti ini.?" oceh Sekar dengan emosi yang meledak ledak


"Semua pasti akan baik baik saja,mami tenang ya.? kebenaran pasti akan menang." ucap Dion.Obrolan dengan diiringi isak tangis mereka lalui,hingga tak terasa jika waktu kunjungan telah usai.Sekar tak henti hentinya menangis didalam taxsi.Antok tidak bisa berbuat banyak,dirinya juga syok melihat keadaan orang yang sudah membuat keadaan ekonominya lebih baik itu.


Sore itu entah kenapa Antok dan Imam tidak ingin beranjak dari rumah Sekar.Sekar juga demikian,tak ingin Antok dan Imam pergi dari rumahnya.Imam yang mempunyai firasat tak enak,segera menghubungi teman temannya,untuk standbay disekitar rumah Dion.


Imam juga berhutang budi pada Dion dan Sekar,karna mereka kini Imam bisa melanjutkan pendidikan keperguruan tinggi.Dion menanggung semua biaya kuliahnya.Ibu Nur juga mendapat gaji yang lumayan besar,karena selain membantu Sekar dalam pekerjaan rumah,juga membantu Sekar mencuci baju baju yang masuk keloudry Sekar.


"Halllo selamat sore..!" Sapa seseorang kepada Antok dan Imam yang kala itu ada diteras.


"Iya selamat sore.! ada perlu apa ya.?" tanya Imam

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan imam,sosok itu justru nyelonong masuk tanpa permisi bersama dua orang raksasa di belakangnya.Sekar yang mendengar keributan langsung keluar untuk melihat.Sementara bu Nur tetap diminta untuk tetap didalam kamar.


"Mau apa kamu kesini.?" ucap Sekar saat melihat sosok didepannya.


"Biasa aja wanita kampung,aku kesini cuma mau bilang,Kalau kamu mau Dion cepat bebas,ceraikan dia.Aku punya sesuatu untuk membuktikan jika Dion tidak bersalah."


"Sampai mati aku enggak akan ninggalin Dion,enggak akan.!" jawab Sekar tegas


"Oke..! berarti kamu mau kondisi Dion lebih parah dari yang kamu lihat tadi.?"


"Dasar perempuan gila,iblis loe Melly.Bener kata Dion,loe tuh kuntilanak,dasar jalang..!" maki Sekar dengan membabi buta.

__ADS_1


"Terserah..! yang jelas gue lebih pantes buat dia dari pada loe.Semua keputusan ada ditangan loe,cerein Dion atau Dion babak belur dipenjara." pungkas Melly srbelum akhirnya ia meninggalkan kediaman Sekar.


__ADS_2