
Dion tampak gelisah dikamarnya dengan posisi yang tak karuan.sebentar miring sebentar nungging sebentar terlentang,entah apa maunya.pikirannya selalu tertuju pada sosok Sekar yang ternyata adalah tunangan sahabatnya.
Lama Dion berfikir sampai akhirnya dia meraih ponselnya lalu mengetik pesan dan dikirimkan keSekar.
"Hai Sekar.! lagi apa loe.?" pesan terkirim.Tak berselang lama balasan dari Sekar pun diterima Dion.
"Hai juga.! lagi istirahat aja ini,habis bantuin mommy."
"Oo.! bantuin ngapain gitu.?"
"Ngemasin barang buat kado.Loe sendiri lagi apa.? ada perlu kah sama gue.?"
"Lagi tiduran aja gue dan enggak ada perlu,cuma pengen ngehubungi loe aja." Lama Dion menunggu balasan dari Sekar,namun tak juga yang ditunggu datang hadir.Akhirnya Dion memberanikan diri untuk menghubungi Sekar.Nada dering penghubung pun terdengar diujung sana sampai akhirnya berganti dengan suara lembut milik Sekar.
"Halo.! kenapa Dion.?"
"Kok enggak dibales lagi pesan gue.?"
"Bingung gue mau bales apa.!"
__ADS_1
"Sekar.!" gue boleh nanya sesuatu.?"
"Boleh.! mau nanya apa.?"
"Loe beneran tunangan Danny.?"
"Iya.! kok loe tau.?"
"Taulah..! kan Danny sahabat gue."
"Masa sih.?"
"Iya.! loe gimana sih.? kok sahabat tunangan aja enggak tau.
Tok tok tok pintu kamar Sekar diketuk "Kakak.! buruan turun makan malem udah siap" Seru Evan sang adik.
"Iya bentar.! Dion udah dulu ya,gue udah ditungguin buat makan malem."
"Oke.!" jawab Dion.Seusai obrolannya dengan Sekar,Dion kembali gelisah.pikiranya menerawang mengingat betapa manisnya senyum Sekar dan wajahnya yang cantik.
__ADS_1
"Kok gini amat ya gue.? baru juga dapet inceran cewek buat jadi pacar pertama udah kandas duluan." oceh Dion pada dirinya sendiri
Keesokan harinya seperti biasa Dion pergi kesekolah dengan sang supir mang Ujen,ditengah perjalanan matanya menangkap sosok yang tak asing baginya."Mang stop.! didepan cewek itu mang." Mobil pun berhenti diposisi yang dimaksudkan Dion.Mang Ujen pun menurunkan kaca mobil saat sudah berhenti."Sekar.! nungguin siapa loe.?" tanya Dion dari dalam mobil
"Eh Dion.! ini lagi nunggu angkutan."
"Udah bareng gue aja yok.! telat lagi entar." ajak Dion
"Boleh emang..?"
"Bolehlah.!" Sekar pun masuk kedalam mobil Dion dan menyapa sang sopir.suasana tampak canggung dan hening sesaat.sampai akhirnya Dion mencoba membuka obrolan.
"Loe emang kalau kesekolah naek angkutan gitu.?"
"Enggak.! supir yang biasa anter gue lagi sakit,jadi ya udah gue naek angkutan.Lagian sekali sekali juga gue pengen nyobain naek angkutan."
"Oo.! kenapa enggak minta Danny jemput.?"
"Enggak ah.! gue enggak sedeket itu juga sama danny."
"Lah kok bisa..! Dia kan tunangan loe..?"
__ADS_1
"Gue tau kalau dia naksir sama seseorang dan gue juga tau yang ditaksir siapa.Yah intinya hubungan gue sama dia bukan kemauan kitalah.Tapi gue sama dia juga enggak bisa berbuat apa apa." Sekar menjeda ucapannya sesaat "tapi gue sama Danny udah sepakat tetep bakal sahabatan dan cari solusi untuk gimana caranya entar kita enggak nikah.secara gue juga masih kecil bangetkan."
Suasana mobil pun kembali sunyi sampai akhirnya mereka tiba disekolah dan memasuki kelas masing masing.