Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Sosok tak dikena 02


__ADS_3

"Maksud anda..?"


"Udahlah saya tau siapa kamu,perempun kampung yang cuma lulusan SMP.Kamu menggunakan kecantikan kamu untuk memanfaatkan pria baik dan polos seperti Dion,hanya untuk numpang hidupkan.? enggak tau diri,dasar murahan.!"


"Jaga mulut anda.! saya memang tidak berpendidikan,tapi saya masih punya harga diri dan kehormatan.Anda tidak tau apa apa soal saya dan juga rumah tangga saya,jadi saya harap anda jangan melewati batasan anda.Dan satu lagi,seorang wanita yang berpendidikan dan terhormat,tidak akan pernah menggoda suami orang lain."


Sekar segera pergi dari tempat kerja suaminya,tanpa lagi memperdulikan teriakan Melly yang terus mencacinya.


Disepanjang perjalanan menuju kerumah,Sekar tiada hentinya beristigfar.Mencoba meredam emosi yang bergemuruh dihatinya.


Sesampainya dirumah Sekar langsung membersihkan diri dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Dicarinya ketenangan dalam sujud dan doanya.Tiba tiba kekawatiran muncul akan keselamatan sang suami. "Ya ALLAH lindungilah suamiku dari segala marabahaya,serta jin dan setan yang menyesatkan.Jagalah suamiku ya ALLAH."


Dion yang tak mengetahui kejadian soal Sekar dan Melly,tetap bersikap seperti biasa.Justru senyum terus terbit dibibirnya.kehadiran istrinya,serta pujian pujian yang terlontar dari para seniornya,semakin membuat Dion merasa orang paling beruntung didunia.


"Bang Dion..! dipanggil nona Melly." kata salah satu OB dibengkel itu

__ADS_1


"Oke..!" jawab Dion "mau apa lagi itu titisan kuntilanak.?" batin Dion.


"Nona memanggil saya.?" tanya Dion setelah memasuki ruangan atasanya itu.Tanpa menjawab pertanyaan dari Dion,Melly beranjak dari duduk nya.Didekatinya Dion dan diraihnya tangan Dion,kemudian dihempaskan tubuh itu kesofa.belom sempat Dion bergerak,Melly telah lebih dulu duduk dipangkuan Dion.


"Nona apa ap...." Dibungkamnya mulut Dion dengan paksa.Diremasnya milik Dion dengan gemasnya.Dion dengan gerakan cepat,langsung bangun dari posisi setengah berbaringnya,didorong kuat tubuh Melly hingga membentur meja.


"Gila loe ya.? begok banget loe,otak loe dimana.?" Dion yang sudah diselimuti emosi,seketika melupakan kesopanannya.


"Loe pikir gue bakal tergoda gitu sama loe.? bakal nafsu gitu.? Denger sama loe.! mau loe telanjang depan gue enggak ada selera seujung kuku pun gue." Dion bergegas meninggalkan ruangan Itu.


Dihajarnya tong sampah yang ada ditempat khusus karyawan beristirahat,hingga mengundang beberapa seniornya datang."Kenapa pula kau ini Dion.?" tanya Togar


"Perempuan gila itu,setor doang,kampret.!" dihanjarnya lagi tong sampah yang isinya kembali bertebaran dimana mana.


Senior seniornya yang melihat Dion seperti kesetanan itu,berusaha untuk menenangkanya.


"Bro loe kenapa.? enggak lagi kesurupankan.?" tanya Arya

__ADS_1


"Gue ijin balik duluan senior semuanya.!" setelah mengucapkan itu,Dion bergegas kelokernya untuk berganti pakaian.Dengan langkah kaki lebarnya dan emosi yang memuncak dikepalanya,Dion keluar dari tempatnya bekerja.


"Dion..! kamu mau kemana.?" tanya Melly


"Apa perduli loe.? Siapa yang ngijinin loe nanya nanya sama gue.?" ucap Dion seraya menaiki motornya.Belum sempat motor itu dinyalakan,Melly telah lebih dulu mengambil kunci itu dari tempatnya.


"Balikin kunci motor gue.!" geram Dion


"Enggak.! sebelum kamu puasin aku,aku enggak akan aku kasih kunci ini"


"BALIKIN JALANG..!" Dion yang kesabarannya sudah habis,tanpa sadar mengeluarkan kata kata yang selama ini anti untuk diucapkan.


"Enggak.! aku mau kamu Dion,aku cinta sama kamu.Aku bisa kasih kamu semuanya,kemewahan,uang,mobil bagus.Kamu enggak perlu capek capek kaya gini lagi.Tinggalin istri kamu,ceraikan dia Dion.!"


"BRENGSEK LOE,DASAR KUNTILANAK.!" Dion yang akan melayakan pukulannya kearah Melly,seketika tersadar dan teringat akan pesan sang papa."jangan pernah menyakiti wanita".


"AMBIL ITU MOTOR GUE,PAKEK SAMA LOE,AMBIL...!"

__ADS_1


__ADS_2