Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Makan apa....?


__ADS_3

"Papi,ini uang buat papi naek angkutan..! kalo makan siang sama minum,udah ada ditas papi." Ucap Sekar dengan tangan yang mendorkan uang pecahan seratus ribu. "Enggak apa apa ya.? papi bawa bekal buat dijalan,soalnya uang kita mesti diirit.Besok waktu mami kontrol jagoan." Sambungnya lagi.


"Iya mami enggak apa apa.Papi berangkat ya.? mami baek baek dirumah sama jagoan."


"Siap papi.!" Seperti biasa,ritual sebelum Dion pergi keluar rumah mereka lewati terlebih dahulu.Doa terucap dalam hati Sekar,mengiri langkah kaki sang suami menjeput rejeki.


Naik turun angkot Dion jalani,terik matahari menemani perjalanan hari ini.Dion akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki sesudah beberapa kali naik turun angkot.Ongkos yang dipatok jauh dekat ongkos sama.Membuat Dion berfikir untuk lebih berhemat.


Disusurinya jalanan kota tanpa kenal lelah.Diambilnya sesekali botol minum yang disiapkan sang vitamin,untuk mengusir dahaga yang melanda.Dilihatnya jam yang melingkar manis ditangan kiri. "pantes perut udah konser,udah jam setengah satu".Ucap pada dirinya sendiri.


Nampak disisi jalan terdapat pos ronda,yang bersebelahan dengan pangkalan becak.Digunakannya tempat itu untuk beristirahat dan menyantap bekal yang dibawa.Setelah mendapat ijin dari tukang tukang becak disekitar pos itu.

__ADS_1


Telur dadar,sambal dan nasi putih,isi kotak makanan yang disiapkan sang vitamin.Senyum haru terselip dibibirnya.


"Telur kan tadi tinggal satu dikulkas.! kalo buat bekel gue.Terus mami sama jagoan makan pake apa siang ini..?" gumam Dion dengan dirinya sendiri.


Disantapnya makanan itu dengan nafas berat dan mata berkaca kaca.Sebegitu perduli dan sayangnya sang vitamin,sampai makan pun lebih mengutamakan dirinya. "Maafin papi mami.!"


Setelah dirasa cukup waktu beristirahat dan makanan telah tercerna dengan baik.Dion kembali melanjutkan perjalan.Dion yang merasakan haus,segera menuju kewarung pinggir jalan untuk membeli air mineral.


Lagi lagi pikiranya tertuju pada sang istri. "Mami makan apa.? siang ini." batin Dion bertanya tanya.Saat pikirannya berkelana,tak sengaja percakapan dua orang tertangkap diindra pendengaran Dion.


"Maaf banget pak..! saya enggak bisa bantu,montir saya yang ngerti mobil baru saja mengundurkan diri.Ini montir dua belom begitu ngerti mesin mobil" . Jawab sang pemilik bengkel.

__ADS_1


"Aduh gimana ini,mana mobil saya bener bener enggak bisa hidup lagi.! istri saya bisa ngomel ngomel nunggu saya dibandara. " oceh pemilik mobil


Tidak mau melewatkan kesempatan,Dion menawarkan diri untuk membantu.Setelah diijinkan oleh pemilik bengkel serta pemilik mobil,Dion dengan cekatan mengoperasi mobil yang dimaksud.Hanya butuh waktu kurang dari satu jam,mobil kembali menyala dan berjalan kembali.


Dengan senyum merekah,sang pemilik mobil,memberi tips pada Dion.Pemilik bengkel tak lupa juga ikut kebagian rejeki,karna peralatan yang dipakai untuk mengoprasi mobil tersebut.Dan tak hanya sampai disitu keberuntungan Dion,dirinya diterima kerja dibengkel tersebut mulai besok.Bengkel Salim itulah namanya.


Dengan senyum bahagia Dion kembali kerumahnya.Diingat susu sang vitamin telah habis,sesaat Dion singgah kemini market untuk membelinya.Dion juga membeli dua potong ayam goreng untuk lauk makan malam bersama sang istri.


"Mami sama jagoan pasti seneng banget.Mami papi pulang.!"


"Terima kasih Ya TUHAN....!!!"

__ADS_1


__ADS_2