
Dion yang mendengar ucapan sang vitaman,sontak saja memalingkan kepalanya.Dilihatnya kini wajah sang vitamin yang sedang tersenyum lebar.Senyum yang amat dia rindukan."Vitaminku kembali.!" ucap Dion dalam hati
Sekar langsung beranjak dari duduknya dan berpindah kepangkuan Dion.Dikecupnya bibir manis yang sangat dirindukannya.Dibelainya rambut hitam dan tebal suaminya itu.Dion membalas perlakuan Sekar dengan penuh hasrat yang membara.
Diusapnya kulit putih nan lembut milik Sekar.Dicarinya kehangatan yang sudah sangat lama Dion dambakan.
Hasrat Dion semakin memburu,kala mendengar alunan merdu dari istri tercintanya.Senandung gelora hasrat yang sangat indah,menggema saling bersahutan.
"Kita kekamar sebelah ya.? kalo disini nanti jagoan bangun.Kita kan rame banget kalo nanjak.Kaya suporter bola". ucap Dion.Sekar hanya tersenyum dan menyembunyikan wajahnya diceruk Dion.
Digendong tubuh Sekar kekamar yang dipersiapkan untuk jagoannya.Dion mengerang nikmat kala Dion merasakan,ada sesuatu yang hangat dibawah sana.Dion semakin menggila,begitu juga Sekar yang haus akan sentuhan Dion.
Empat bulan sudah mereka hidup bersama,namun seperti orang asing saja.Empat bulan,dingin dan hambar bagai sayur tanpa garam.
__ADS_1
"Mami...!" Senandung panjang Dion sangat seksi ditelinga Sekar.Apa lagi melihat reaksi tubuh dan wajah Dion saat mencapai puncaknya,amat teramat seksi.
"Jangan dilepas dulu.!" cegah Sekar yang melihat Dion akan beranjak dari posisinya sekarang.
"Kenapa mi.? mami belom dapet.?"
"Udah...!! tapi mami masih pengen."
Dion merebahkan tubuhnya diatas tubuh Sekar,dengan posisi yang masih saling menyatu.Dan kembali mereka berpacu dengan penuh gairah dan rindu.Dekapan hangat dari keduanya,menjadi akhir penyatuan mereka.
"Maafin mami ya pi.? mami nyesel banget.Mami juga enggak tau,kenapa mami bisa seegois itu.Maaf ya pi.? maaf..!"
"Iya papi udah maafin.Papi cinta banget sama mami,papi enggak bisa kehilangan mami,enggak bisa mi.!"
__ADS_1
"Mami juga cinta banget sama papi.!" dan akhirnya,malam ini hubungan mereka kembali seperti sedia kala.Kembali harmonis,mesra dan bahagia.
"Pagi jagoan papi.! uluh uluh tampan sekali". jagoan yang disapa sang papinya langsung tertawa lebar dengan suara ciri khas anak umur empat bulan.Papi dan anak itu bercanda,tertawa,sungguh pemandangan yang meneduhkan.
"Uluh uluh mami dilupain ya..?" seru Sekar yang baru saja bergabung dengan mereka.
"Enggak dong,mami selalu dihati dan mata kami...!"
"Itu harus dan wajib..!"
"Mami foto sini..! udah lama kita enggak foto.Oma opa sama eyang kakung eyang uti pasti kangen." Mereka bertiga berpose dengan imut dan lucu,senyum merekah sempurna dari ketiganya sangat meneduhkan bagi siapa pun yang melihatnya.Dion juga mengabadikan moment kebersamaan mereka dengan video.
Diuploadnya foto dan video itu keakun pribadi miliknya.Dion sengaja mengupload foto dan video dengan maksud,agar orang tuanya juga orang tua istrinya tidak terlalu khawatir.Walau tidak bisa bertemu dan tidak tau keberadaan Dion dan Sekar.Tapi setidaknya mereka tau jika putra dan putri mereka baik baik saja.
__ADS_1
Begitu juga dengan sahabat sahabatnya,Dion tak ingin ketiga anggota club monyet tampan khawatir padanya.Dion sangat paham bagaimana sifat ketiga sahabatnya itu.Mereka yang memang bersahabat dari bayi,hanya Danny yang memulai persahabatan dengan Dion,Andre dan Dimas saat mamasuki sekolah dasar.