Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Haru bercampur perih


__ADS_3

Empat hari berlalu,namun usaha Dion belum juga membuahkan hasil.Banyak lamaran pekerjaannya ditolak,dan belum juga adanya kabar untuk panggilan pekerjaan lainnya.Dion mulai memikirnya apa yang harus dilakukan.Walau uang tabungannya masih cukup untuk beberapa bulan kedepan.Tapi Dion tidak ingin berleha leha dengan keadaan ini.


"Ayang aku ngojek ya.? sambil nunggu panggilan kerja dan cari cari info lagi soal kerjaan." tanya Dion


"Ayang motor kamu kan motor gede.? siapa yang mau naikin penumpang.? mana nungging gitu jok belakangannya."


"Ya coba aja dulu yang.! aku kan bisa sembari kerja jadi kuli panggul dipasar sebelum ngojeg.Pangkalan ojegnya dideket pasar situ,kebetulan ada bengkel kecil juga disebelahnya.Siapa tau ada rejeki buat kita disana.?" jelas Dion


"Ayang serius.?" Dipandanginya wajah tampan suaminya itu,disentuhnya pipi mulus bersihnya.Tanpa terasa air mata menetes tanpa ada izin dari pemiliknya.


"Loh kok malah nangis sih.Ayang kenapa." tanya Dion seraya mengusap airmata dipipi Sekar,serta memeluk tubuh istri tercintanya itu.


"Ayang bener mau jadi kuli panggul.? dipasar becek bau gitu. Seorang Anggara yang enggak pernah kerja berat,bareng kotoran,mau lakuin itu.?"

__ADS_1


"Kenapa enggak yang.? selama itu halal dan menghasilkan."


"Maafin aku ya yang.! aku enggak bisa bantu kemu cari nafkah.Maaf aku udah nyusahin kamu.!" ungka Sekar


"Ya enggak lah yang.! kamu itu tanggung jawab aku.Udah jadi tugas aku untuk mencari nafkah.Mau seberat apa pun beban aku,asal selalu ada kamu disamping aku.Pasti akan terasa ringan,kamu segalanya buat aku."


Dion mulai melakukan aktifitasnya,dari pagi pagi buta setelah melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.Dion menuju kepasar,menjadi kuli panggul truk truk sayuran,beras bahkan sampai keikan.Yang memang akan datang dipasar itu dini hari.


Dion putra Anggara berusia delapan belas tahun,Putra semata wayang dari Johan Anggara pengusaha batu bara terkaya dikalimantan.Dan juga memiliki perusahaan yang merambah disegala bidang,memiliki rumah bak istana dikalimantan serta jakarta,yang menjadi hunian tetap mereka.Dan seorang ibu yang berprofesi Dokter ahli penyakit jantung yang namanya cukup diperhitungkan.


Dion putra Anggara yang tidak pernah mengenal kata susah,kekurangan,kini harus menjalani hidup dan pekerjaan yang jauh dari background keluarganya.Nama besar yang disandangnya,kemewahan yang dinikmatinya selama ini,justru membuatnya menjadi pribadi yang berbeda dari anak anak orang kaya pada umumnya.Semua tak lepas dari hasil didikan kedua orang tuanya.


"Ayang.! ini hasil kerja aku hari ini." Diserahkannya uang uang receh yang telah lepek itu kepada istrinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah.! buat ayang udah dipisahin..?"


"Ini.!" balas Dion sembari menunjukan unang lembaran sepuluh ribu


"Kok cuma sepuluh ribu.? ini ayang ambil lagi.Mana cukup sepuluh ribu.?"


"Cukup.! kan ini cuma buat beli minum aku aja.Kalau makan aku bisa bawa bekal dari rumah.Atau pulang dulu kerumah waktu jam makan.Udah ayang simpen,ayang yang atur uangnya."


Diambilnya dan dhitungnya uang hasil kerja Dion.Disusunnya dengan rapi sesuai dengan tingkatan nominal uang itu.


Delapan puluh dua ribu rupiah,hasil suaminya berkutat seharian dengan peluh,bau,serta debu.Digenggamnya erat hasil jeri payah suaminya,rasa haru bercampu perih sekar rasakan kini.


"Ya TUHAN.! berikan suamiku kemudahan dan kesehatan."

__ADS_1


__ADS_2