Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Sosok tak dikenal 01


__ADS_3

Melly semakin gencar mendekati Dion,walau dia tau Dion benar telah mempunyai istri.Tapi ambisinya untuk memilik Dion sudah memenuhi relung hatinya.Melly mulai mencari tau siapa sosok wanita yang menjadi istri Dion,bahkan Melly pun tak segan meminta nomor ponsel Dion dari para pegawainya.Sedangkan Jefry telah mempersiapan rencana untuk Dion.


"Dion.! ada customer yang pengen mobilnya kamu yang pegang." kata Arya


"Oke bang.!" Dion bergegas menuju mobil customer yang dimaksud.Disana sudah ada Melly yang berdiri bersama seorang pria seusia papa Dion.Yang memang adalah langganan bengkel ini.


"Permisi pak.! selamat datang diSurya agung.Ada masalah apa dengan mobil bapak.?" Sapa Dion sopan.


"Biasa perlu ganti onderdil.! sekalian dicek kalo mungkin ada yang enggak beres dimobilnya." sambut sang pemilik mobil.


"Tenang om,Dion ini pegawai terbaik disini,semua serba bisa.Om pasti puas dengan kinerjanya." Ucap Melly membanggakan Dion.


"Om tau itu.! makanya om pengen dia yang kerjain mobil kesayangan om itu.".


Setelah berbasa basi Dion segera mengerjakan tugasnya mengecek mobil customer tadi.Dipesannya semua onderdil yang dibutuhkan."Istirahat dulu kau,nanti dilajut kalau kau sudah makan." seru Togar karena memang waktu istirahat telah tiba.


"Nanti bang,tanggung ini.!" ucap Dion.

__ADS_1


"Kau ini perlu makan juga.!" sambung Togar lagi.


"Dion.! Ada istri loe tuh,anter makan siang." kata Arya


"Oke bang.! makasih ya.?" ucap Dian kepada Arya "bang.! aku temui istriku dulu ya.?" pamitnya kepada Tigor.


Dion langsung menyambangi Sekar yang berada dipos security."Hallo vitaminku.!" sapa Dion dengan senyum terbaiknya.Sekar membalas perlakuan suaminya dengan senyum manis yang sangat disukai Dion.


"Hallo juga suami tampanku.! makan dulu yuk" ucap Sekar seraya menunjukan bungkusan yang berada ditangannya.


Dion membawa Sekar menuju tempat istirahat karyawan yang biasa dia tempati.Nampak disana mata para senior Dion tak berkedip menatap Sekar.Sampai ada beberapa dari mereka yang tidak mempercayai,jika sosok wanita yang mereka lihat adalah istri Dion.


"Beh itu manusia bukan,nyaris tanpa cacat."


"Pantes enggak ngaruh sama nona bos,bininya lebih mantep."


Sekelumit komentar dari para senior Dion.Dinikmatinya dengan lahap makanan yang dibawa oleh Sekar.Seperti biasa canda tawa menghiasi kebersamaan mereka.

__ADS_1


Sementara Melly yang berniat memberi Dion makanan yang telah dipesannya,harus gigit jari melihat pamandangan yang menyesakkan dada.Lahar cemburu meletup letup dihatinya. "Sial.! tunggu pembalasanku cewek kampung".


Sekar segera pamit,setelah jam istirahat selesai.Dengan ramah dan senyum yang tulus dari bibirnya,Sekar berpamitan kepada senior senior Dion.


"Hai kamu,tunggu..!" panggil seseorang kepada Sekar.


"Saya.!" jawabnya dengan menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu siapa lagi..!" jawab sosok itu ketus.Dipandangnya Sekar dari ujung kaki hingga kepala,Ditelitinya penampilan wanita yang ada didepannya "Cantik sih,barang barang yang dipake juga barang mahal.Dasar perempuan enggak tau diri,suami kerja capek capek,cuma dihabisin buat gaya gayaan" ucap sosok itu dalam hati.


Sekar yang diperhatikan dengan tatapan penuh selidik dan meremehkan,marasa kikuk dan aneh. "Maaf ada perlu apa ya mbak.?" Sekar buka suara.


"Enak aja kamu panggil mbak,Nona panggil saya nona." tegir wanita itu.


"Eh iya maaf nona.!" jawab Sekar.


"Udah enggak usah basa basi,langsung keintinya aja.Kamu lebih baik tinggalkan Dion,kamu itu enggak pantes buat Dion.Perempuan kampung tak berpendidikan cuma bikin susah Dion aja.Dion berhak mendapatkan perempuan yang lebih baik dari kamu,yang kaya,yang bisa bikin Dion hidup dengan enak." ucap sosok itu panjang lebar dengan sengitnya.

__ADS_1


"Maaf anda ini siapa.? kenapa.? anda bisa bicara seperti itu.Anda tidak tau apa apa soal saya dan juga rumah tangga saya" jawab Sekar tak kalah sengit.


"Saya orang yang lebih pantas buat Dion.!"


__ADS_2