
Setelah pertemuan beberapa waktu lalu,kini Dion dan Sekar benar benar menjaga jarak mereka.Hanya komunikasi melalui pesan singkat dan sambungan suara.
Hal itu tentu saja mampu membuat seorang Dion hilang semangat.Dan akhirnya Dion pun memutuskan untuk mengalihkan semua perhatiannya pada hal hal yang lebih positif.
Dion kini semakin giat menekuni dunia yang sudah menjadi hobbynya sedari kecil.Walau pun Dion belajar hanya secara otodidak,namun dengan tingkat kecerdasan otaknya,Dion mampu menguasai bidang itu."Siapa tau kan entar bisa bermanfaat ini ilmu,kalo gua jadi kawin lari sama doi".Kata kata itulah yang memicu semangat Dion untuk terus belajar.
Berbeda halnya dengan Sekar,Dirinya mengalihkan semua perhatian dan rasa rindunya pada Dion melalui buku bukunya.Ya.! Sekar memiliki hobby membaca.
Kegemarannya pada buku sedari dulu,mampu membuat dirinya mengetahui banyak pengetahuan sampai hal hal yang orang lain mungkin tidak tau,apa lagi untuk anak anak seusianya.Pengawasan ketat yang diberikan oleh orang tuanya kini,membuat dirinya semakin meningkatkan tingkat kesabaran dan kedewasaannya.
Waktu ujian pun semakin dekat,Dion yang akan menjalani ujian nasional,sementara Sekar yang akan menjalani ujian kenaikan kelasnya.Mereka pun semakin memanfaatkan waktu LDRan mereka ini dengan belajar pula.
__ADS_1
Kemantapan hati Dion untuk membawa Sekar pergi,jika nanti apa yang mereka tidak inginkan terjadi,ternyata mampu memicu semangat belajarnya.Dion sadar banyak hal yang akan menjadi beban dan tanggung jawabnya nanti,jika dirinya dan Sekar benar benar harus melakukan tindakan sejauh itu.
"Nyet,kelar dimari kita nongki yuk.! udah lama kita enggak nongki nongki." ajak Dimas kepada Dion
"Ogah ah..! gue mau dibengkel,mau operasi tulang besi."
"Loe kesambet apaan dah.? belakangan ini fokus loe belajar mulu.Kalo enggak belajar ya ngebengkel,sampe hari libur aja loe fokusnya kesono mulu." gerutu Dimas
"Gue lagi belajar gimana jadi manusia yang bertanggung jawab." sahut Dion
"Nasib cinta tanpa restu tuh kaya gini ya ternyata.?" hah celoteh Dion dengan dibarengi hembusan nafas beratnya.
__ADS_1
"Monyer Erlangga sama Admaja kemane nyet.?"
"Tau.! engak ngeliat gue dari tadi." jawab Dimas
Semenjak kejadian dimana hubungan Dion dan sekar diketahui oleh orang tuan sekar dan Danny,orang tua Danny juga melarang dirinya untuk bersahabat lagi dengan Dion.Apa lagi saat mengetahui konspirasi antara mereka.
Disatu sudut ruangan nampak Sekar sedang fokus menikmati ritual membacanya.Dirinya sudah mulai bisa mengendalikan hasrat rindu bertemu dengan sang pacar.
Sekar juga sudah mulai mempelajari sesuatu yang tidak seharusnya dan belom waktunya dia pelajari diusianya yang baru menginjak enam belas tahun.Sekar benar benar mempersiapan diri untuk segala kemungkinan yang akan terjadi didepannya nanti.
Rasa cintanya kepada Dion semangkin menguatkan tekadnya.Cinta diusianya yang masih sangat belia,banyak pasti yang akan menertawakannya,jika tau apa yang menjadi niatnya saat ini.Tapi bagi Sekar itu adalah sebuah tujuan hidup dan kebahagiannya.
__ADS_1
Hari hari berlalu masih dengan keadaan jaga JAGA JARAK antara Dion,Sekar,Danny dan juga Dini.Mereka mampu berkamuflase didepan umum,hingga tanpa orang tua mereka sadari itu hanya sebuah siasat untuk melancarkan aksi yang sudah direncanakan oleh mereka.