Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Pengalaman baru


__ADS_3

Pagi harinya Dion dan Sekar berencana pergi kepasar yang letaknya tak jauh dari rumah mereka itu,untuk membeli kebutuhan pokok harian mereka.Sekaligus untuk bersilaturahmi dengan para tetangga dilingkungan komplek yang mereka diami.Keramahan Dion dan Sekar disambut hangat oleh para warga komplek,begitu juga oleh ketua Rw/Rt.


Setelah selesai dengan urusan itu,mereka mencari tempat untuk mengisi perut mereka.Dilihatnya disana ada penjual bubur ayam yang mangkal didepan gerbang komplek. "Buburnya dua bang.!!" Ucap Dion seraya duduk dikursi plastik yang sudah disediakan.


"Oke bang.!" jawab sang penjual dengan ramahnya. "Abang dan non orang baru ya.? baru lihat saya." tanya tukang bubur itu.


"Iya bang.! baru kemaren kami pindah disini." jawab Dion


"Pantes wajahnya bening bening banget." ucapan lucu sang penjual bubur,dibalas pasangan itu dengan senyum hangatnya. "Digang apa rumahnya bang.?" tanya tukang bubur kembali.


"Digang sawo bang,nomor 557." jawab Dion kembali


"Wah tetanggaan ya berarti kita bang.!"


"Abang disawo juga..?" tanya Sekar

__ADS_1


"Saya dibelimbing non,cuma beda satu gang aja.Oya kenalin bang,non,saya Antok.!"


"Saya Dion bang,dan ini istri saya Sekar."


"Saya pikir adek kakak bang.! taunya suami istri tho."


"Baru satu minggu bang kami nikahnya,yah nikah mudalah" kata Dion


"Wah selamat ya bang,non.! semoga menjadi keluarga yang sakinah,mawadah,warohmah,langgeng dan hanya maut yang memisahkan."


Obrolan mereka terus berlanjut bersamaan Dion dan Sekar menikmati bubur ayam buatan Antok itu.Dari obrolan itu,Dion dan Sekar tau jika Antok adalah yatim piatu berusia enam belas tahun.sejak usianya dua belas tahun orang tuanya meninggal dunia.Kini Antok hanya tinggal sendiri dirumah kontrakan digang belimbing.


Setelah selesai dengan bubur ayamnya,Dion dan Sekar kembali kerumah mereka.Sekar langsung menata semua belajaan yang dibelinya dipasar tadi.Dicucinya buah dan sayur mayur,kemudian dimasukan kelemari pendingin. "Ayang mau dibuatin minuman hangat enggak.?" tawar Sekar pada suaminya


"Boleh yang.! coklat panas ya"

__ADS_1


Sekar segera membutkan minuman yang suaminya mau,juga camilan sebagai pendamping untuk menemani mereka menonton televisi.


"Nanti ayang mau dimasakin apa.? buat makan siang dan malem." tanya Sekar


"Besok aja masaknya yang.! buat makan siang kita pesen aja nanti.kalo buat malem kita cari berdua ya.? sekalian jalan jalan,lihat lihat suasana malam batam gimana."


"Baiklah kalo begitu.! dengan senang hati istrimu ini akan menuruti.' ucap Sekar dengan gaya manja nan menggoda


Dion yang melihat tingkah konyol istrinya ,langsung mencubit gemas kedua pipi Sekar.Disatukannya hidung mancungnya dengan hidung mancung sang istri.Sekar yang mendapat perlakuan tersebut,langsung terbahak bahak,begitu juga dengan Dion.


Suasana hangat tercipta diantara keduanya.Didekapnya tubuh Sekar oleh Dion,diciumi puncak kepala sang istri dengan penuh sayang,"Ya ALLAH....!!! ridhoi lah pernikahan kami ini dan jauhkan lah dari segala jenis setan serta jin yang menyesatkan".Doa Dion dalam hatinya.Sekar yang merasakan kehangatan tubuh suaminya,seketika menginginkan sesuatu yang lebih.


"Ayang.!" Panggil Sekar dengan suara lembutnya dan jari jari yang bermai didada sang suami.


"Hem.! Mau nanjak.? ucap Dion dengan senyum mesum dan kerlingan menggoda disana.Sekar hanya menanggapi dengan senyum manisnya dan anggukan pelan.Tanpa membuang waktu Dion langsung mengangkat tubuh sang istri kekamar mereka untuk diberikannya kepuasan.

__ADS_1


__ADS_2