
"Kenapa Boy.?" tanya Sekar pada Danny.Kini mereka tengah duduk disalah satu gasebo dipinggir kolam renang.
"Habis makan siang kabur yuk kita.?"
"Hah..! maksud loe.?"
"Enggak usah kaget gitu kali dan jangan mikir aneh aneh.Gua ngajak loe kabur buat ketemu Dion,biar gue juga bisa ketemu Dini.Gue tau loe kangen sama doi,sama kaya gue kangen sama Dini." jelas Danny
"Tapi gimana caranya.? kan kita lagi diawasi.?"
"Tenang hari ini kita aman.Itu para intel yang suka nguntit kita lagi ditarik mundur sama bonyok kita masing masing."
"Kok loe tau Boy.?"
"Taulah gue gitu loh.!" sahut sombong Danny sembari menepuk nepuk dadanya.
"Dih peres..!" mereka pun terbahak berdua dengan obrolan yang tidak memiliki konsep itu.Tanpa mereka tau jika saat ini ada empat pasang mata yang memperhatikan mereka.
Seusai makan siang dan berbincang bincang sejenak,serta meminta izin kepada kedua orang tua masing masing.Danny pun pamit bersama Sekar untuk berangkat kesebuah mall untuk acara mereka.
Danny dan Sekar pun berjalan beriringan menuju mobil dan untuk memuluskan rencana agar mereka tidak dicurigai,Danny pun berpura pura romantis dengan membukakan pintu mobil untuk Sekar.Dan sudah dipastikan senyum mengembang dibibir orang tua mereka masing masing melihat pemandangan itu.
__ADS_1
Danny melajukan mobilnya meninggalkan rumah Sekar dan langsung meraih ponselnya untuk menghubungi seseorang."Otw kemall xx sekarang nyet.!!" perintah Danny saat sambungan telfonnya sudah terhubung.
"Mau ngapain kemall.? mager gue."
"Udah buruan otw,loe mau ketemu Dimitri enggak.?"
"Serius loe.?" terdengar suara diujung sana yang nampak sedikit kaget tak percaya.
"Serius monyet,buruan otw jangan pake rem.!" seru Danny
"Oke oke gue otw.!" sambungan pun diputus oleh Dion secara sepihak.
"Tapi resiko dan akibatnya lebih horor dari mendaki gunung himalaya.!" Balas Danny dengan sedikit teka teki terselip disana.Tapi bukan Sekar jika dia tidak tahu apa yang dimaksud Danny.
"Jangan sampe tompel dipipi loe nanti nongol lagi ya.?" balas sekar.
Setelah sampai dimall yang dimaksud,Sekar dan Danny langsung menuju kegedung bioskop.Disana sudah ada Dini yang menunggu.Sebelumnya Danny sudah menghubungi Dini yang sudah terlebih dulu sampai dan membeli tiket nonton.
Sesampainya disana Danny dan sekar pun langsung masuk kedalam ruangan teater,yang sudah pasti masih sepi dan terang.karena film masih akan diputar lima belas menit lagi.Hanya ada Dini,Andre,Dimas,Lisa dan maya disana.
"Loh kok ada loe pada dimari.?" ucap Danny heran saat melihat sahabat sabahatnya itu
__ADS_1
"Kita juga mau kencan lah,mau nonton.Emang loe doang yang mau.?" sahut Andre
"Dion mana.?" tanya Dimas
"Masih otw.!" kata Danny
"Ayang.!" teriak dari belakang Sekar dan Danny mengagetkan mereka."Setor loe.! ngagetngatin aja." umpat Danny
"Hehehe sorry.!" seraya nemamrrkan dua jarinya kepada Danny "ayang kangen." kata Dion dan langsung memeluk tubuh Sekar yang ada didepannya.
"Aku juga kangen kamu.!" balas Sekar
"Udah woy..! belom sah belom sah." protes serempak dari para sahabat mereka
"Yang milih ini film siapa.?" tanya Dion setelah ia melepaskan pelukannya.
"Dini noh.! kenapa emang.?" jawab Dimas
"Beh punya misi loe ya sama ini monyet satu.? tau amat pilih film yang sepi penonton." ledek Dion
"Berisik loe..!!" balas Dini malu malu.Seketika tawa pun membahana diruang teater tersebut,melihat muka Dini yang sudah merah padam karna malu.
__ADS_1