Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Dibawah pengawasan


__ADS_3

Hari hari bahagia penuh tawa,dilewati dikediaman Anggara dan Dimitri silih berganti.Dion dan Sekar memang menjadwalkan selama Dijakarta,akan menginap secara bergantian.empat hari dikediaman Anggara dan tiga hari dikediaman Dimitri.


Dion hari ini akan ikut sang papa keperusahaan,ADgrup nama gedung yang menjulang tinggi itu.Bukan hanya bergerak disektor pertambangan batu bara,tapi juga kesegala sektor.Bahkan Dion juga telah memiliki rencana,suatu hari nanti akan menciptakan satu Brand kendaraan dengan segala jenis hasil rancangannya.


Dion nampak gagah sempurna dengan setelan jas berwarna hitam,dengan dasi biru motif garis putih dan sepatu pantofel hitam yang mengkilap.Pria tampan berusia dua puluh satu tahun itu nampak mempunyai kharisma yang tak kalah dari sang papa.Tak akan ada yang menduga,jika pria tampan yang memiliki otak super genius itu.Hanya mengenyam pendidikan sampai dibangku Sekolah Menengah Atas saja.


Semua mata staf karyawan ADgrup,mendelik seperti akan terlepas dari sarangnya.Saat melihat dua sosok yang tampan dan gagah berbeda usia itu. "Sempurna" itulah pemandanga yang nampak dimata mereka saat ini.


Johan hanya tersenyum miring,melihat para bawahannya itu menatap putra mahkota kebanggaannya,dengan tatapan memuja.


"Jagoan kalo ikut,pasti udah langsung mencak mencak papinya ditatap sama cewek cewek yang menurutnya genit itu." kata Johan.


Dion yang mengerti maksud sang papa,hanya bisa tersenyum kikuk seraya mengusap usap tengkuknya.


"Makanya besok besok,abang kalo kekantor pake piama aja ya pah.!"

__ADS_1


"Boleh.! paling vitamin abang yang gantian mencak mencak."


Hahaha dua pria tampan berbeda usia itu,terbahak bahak dengan kelakar yang mereka lontarkan.


"AMI.!" lengkingan bocah lucu menggema diseluruh penjuru rumah mewah bak istana itu.Bukan hanya Sekar yang berlari terbirit birit,menghampiri asal suara.Sang oma dan beberapa ART,juga ikut berlari terbirit birit.


"Kenapa Jagoan.? kenapa.?" tanya Sekar dan oma panik.


"Auk api.! hagoan auk api...!


"Oapi lagi kerja sayang.! nanti kalau kerjaan papi sama opa udah beres,papi pasti langsung pulang." kata Sekar


"Ndak.! hagoan auk api hekalang.!"


Karena tak berhasil dibujuk,akhirnya Sekar dan sang omo,membawa Jagoan kegedung ADgroup.Bocah mungil lucu nan tampan itu,langsung berlari menuju ruangan opanya.Dia sudah hafal betul dimana letak ruangan sang opa.

__ADS_1


"API OPA..!" Teriaknya saat pintu ruangan berhasil dibukanya,dengan didorong menggunakan tubuh mungilnya.


"JAGOAN..!" sahut Dion dan Johan


"Api hanen.!" (papi kangen) ucap Jagoan setelah berhasil memeluk tubuh Dion


"Uluh uluh,baru juga tadi pagi ketemu.Kenapa sayang." sahut Dion


"Hagoan auk hihat api,bial ndak dihanggu hewe hewe henit.!" Dion yang mendengar ucapan jagoannya,seketika melirik kearah Johan.Begitu juga sebaliknya,Johan pun melakukan hal yang sama.


"Hahahah baru juga papa bilang apa tadi.Hahaha.!" Sekar dan Imel yang melihat kedua pria yang sangat mereka cintai itu terbahak bahaki,hanya bisa saling menatap bingung.


Akhir Dion dan sang papa harus rela bekerja,dibawah awasan sang anak dan sang cucu.Jagoan seperti tak ada kata bosan,mengawasi kedua pria tampan beda usia itu.Jika ada yang masuk keruangan,apalagi itu berjenis kelamin perempuan,Dia akan langsung bereaksi "API OPA...!!!"


Indahnya dunia yang namanya KELUARGA,semua rasa berada disana,Lengkap dan Sempurna.

__ADS_1


__ADS_2