Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Tanggung jawab


__ADS_3

Sepuluh hari sudah Dion dirawat,hari ini Dion sudah diijinkan pulang.Akan tetapi tetap diwajibkan untuk menjalani perawatan rutin dan terapi,jika ingin cepat berjalan.


Dengan angkot yang telah disewa oleh Antok,mereka kembali kerumah.Selama Dion dirumah sakit,Antok banyak membantu Sekar dalam menjaga Dion.Tak jarang Antok terkadang rela tak berjualan,demi membantu wanita yang sedang hamil muda itu.


"Selamat datang kembali dirumah papi.!" ucap Sekar seraya mendorong kursi roda Dion masuk kedalam rumah.


"Makasih mami.! maaf ya aku nyusahin kamu,ngerepotin kamu." Ucap Dion sedih,dengan tangannya menggenggam erat tangan sang istri.


"Papi ngomong apa sih.? udah kewajiban mami untuk merawat papi,berada disamping papi baik suka dan duka.


Sakit dan sehat,senang mau pun susah.Jadi stop ngomong aneh aneh." kata lembut dan menengkan yang keluar dari mulut Sekar,semakin membuat Dion merasa beruntung.


Begitu baiknya TUHAN telah memberinya wanita yang sempurna menurutnya.

__ADS_1


Dengan sangat telaten dan sabar,dirawatnya sang suami.Dari memandikan,memakaikan baju,membantu duduk dan berbaring.Seperti mengerti keadaan orang tuanya,kandungan Sekar juga tidak merepotkan.Sekar tetap melakukan aktifitas seperti biasa,tanpa harus merasakan keluhan yang banyak dialami ibu ibu hamil pada umumnya.


"Mami bawa apa itu.?" tanya Dion yang melihat Sekar membawa dua kantong plastik berukuran besar.


"Baju baju yang mau mami cuci papi.!"


"Maksud mami.? itukan mami bawa dari luar."


"Mami jangan aneh aneh deh.? mami lagi hamil." Ucap Dion dengan suara yang sedikit meninggi dan raut wajah yang berubah."


"Papi dengerin mami dulu.! mami ambil cucian dari tetangga,juga terima pesanan kue,biar kita ada pemasukan buat hidup sehari hari.Uang tabungan kita biar untuk papi terapi dan juga kontrol kandungan mami.Lagian enggak capek kok,nyuci juga pakai mesin.Terus papi juga masih bisa bantuin mami,walau papi duduk dikursi roda.Papi bisa bantu mami setrika baju yang udah kering.Bisa bantu ngadonin atau nyetak kue kue.Mami sengaja ambil kerjaan ini,karena ini bisa dikerjain berdua sama papi dan tanpa mami harus ninggalin papi dirumah." jelas Sekar panjang lebar.


"Mami.!" dipeluknya tubuh sang istri yang duduk dihadapannya,Diciumi pundak yang terlapisi kain itu.

__ADS_1


Diusapnya punggung wanita yang begitu ia cintai. "Mami..!" Dipanggilnya sekali lagi sang istri dengan diselingi isakan tangisnya.


"Loh loh kok nangis papinya.? dih udah mau punya jagoan juga,nangis sampe kejer gitu.?"


"Maafin papi mami,maafin papi.! bukannya bahagiain mami,justru papi nyusahin mami.Papi malah jadi beban buat mami gini.!" (Dion)


"Papi ngomong apa sih.? siapa bilang mami enggak bahagia.? Mami bukan cuma bahagia,tapi sangat sangat bahagia hidup sama papi.Papi juga bukan beban mami.Disaat kita memutuskan untuk menikah,apa pun yang terjadi dengan papi sama mami itu udah jadi tanggung jawab bersama.Jadi papi jangan mikir macem macem.Justru mami akan sangat sedih kalo enggak ada papi.Enggak bisa disamping papi.Papi segalanya buat mami."


"Papi beruntung banget punya mami.!"


"Mami lebih beruntung punya papi..!" Diciumnya bibir sang suami,dengan penuh kelembutan.Tangannya yang berada dileher sang suami,mulai meraba raba.Meremas lembut rambut hitam suaminya.


"Mami bangun tuh kan..!"

__ADS_1


__ADS_2