
"Gimana pah,udah ada perkembangan dari pencarian abang.?" tanya Imel pada Johan,yang kini tengah berbaring sembari memeluk tubuhnya.
"Belum mah.! papa juga bingung,ini abang kemana perginya.Dibandara udah dicek,tapi enggak ada nama abang sama istrinya didaftar penumpang." jawab Johan
"Semoga abang baik baik aja ya pah.?" Dipeluknya tubuh pria yang telah menemaninya selama dua puluh tahun itu dengan erat,mencari ketenangan disana.
"Amin.! papa yakin abang pasti baik baik aja,abang itu pinter,baik hati,ramah.Dimana pun tempat abang berpijak,InsyaAllah abang akan selalu dalam lindungan ALLAH."
"Menantu kita cantik ya pah.?" ucap wanita berusia 46 tahun itu,seraya matanya tertuju pada foto ijab qobul putra kebanggaannya.
"Iya cantik.! Makanya abang bela belain kabur,sampe lupa kalau ada wanita yang lebih cantik dari istrinya."
"Siapa.?"
"Mamalah.!"
"Ih papa..!" dihadiahinya pinggang sang suami dengan capitan jari lentiknya.Sama halnya dengan orang tua Dion,orang tua sekar pun tengah memandangi foto putri kesayangan mereka dengan suaminya.
"Mereka serasi banget ya Dad..? Tampan banget menantu kita ini Dad".ucap Dahlia sembari terus mengusap foto yang tersimpan digaleri benda pipihnya itu.Bibirnya yang tipis mungil selalu melengkung keatas,menampakan senyum manisnya.
"Harus dong.! mertuanya tampan gini,jadi menantu juga harus tampanlah." sahut Dimitri dengan konyolnya,agar istrinya tidak berlarut larut dalam kesedihan.
"Peres.!" Jawab mommy dengan mencebikkan bibirnya.
__ADS_1
Dimitri terbahak "bibir biasa aja mom,Daddy gigit nih.!"
"Daddy jangan macem macem.! mommy lagi kebanjiran."
"Siapa yang mau macem macem.? orang cuma mau gigit bibir mommy aja.!"
"Mereka lagi apa ya Dad.? makan apa mereka ya.?"
Dimitri langsung meraih kepala wanita yang setia mendampingi hidupnya selama delapan belas tahun itu.Disandarkannya didada bidang miliknya,diusapnya punggung wanita cantik itu,mencoba menyalurkan ketenangan disana.
"Mereka pasti baik baik aja mommy.! Daddy yakin,menantu kita orang yang baik dan bertanggung jawab.Dia pasti bisa menjaga dan membahagiakan kakak.Yang terpenting sekarang,kita doakan mereka."
"He em..!"
Sementara Dini dan Lisa mengambil jurusan psikologi,sedangkan Maya mengambil jurusan kedokteran.Sebenarnya andre ditawari oleh orang tuanya untuk belajar keluar negeri,tapi ditolak mentah mentah olehnya.
"Udah ada perkembangan belum soal itu monyet berdua.?" tanya Andre
"Belom.! tau kemana itu mereka.Katanya udah keluar pulau jawa,tapi dibandara,dipelabuhan penyebrangan nama mereka enggak ada." kata Danny
"Pake ilmu teleportasi kali mereka,makanya tidak terdeteksi." kata Lisa
"Enggak sekalian aja pake pintu doraemon beb.!" sahut Andre
__ADS_1
"Bukan.! mereka naik permadani yang dibengkelnya Dion." timpal Dini
"Itu karpet lagi diloudry sama mang ujen,enggak mungkinlah pake itu." sahut Danny
"Otak korengan dasar loe pada.!" maki Dimas
"Temen temen Dion ada yang punya jepri gak han.?" tanya Maya pada Dimas
"Adalah han,nih.!" tunjuknya dengan dagu kearah danny "Kenapa gitu.?"
"Bisa aja kan mereka naik jepri buat keluar pulau,makanya nama mereka enggak ada didaftar penumpang." kata Maya
"Brakkkk bisa jadi itu" sahut Andre bersamaan dengan tangannya yang menggebrak meja dan bangkit dari tempat duduknya.
"Astagfirullah.!" ucap Lisa,Maya,dan Dini sembari mengelus dadanya.Sedangkan Dimas dan Danny "biasa aja monyet.!"
"Bukannya nemuin itu monyet berdua,yang ada gue ketemu sama malaikat maut,gegara kenalpot dan tangan tangan setan loe itu." lanjut Dimas
"Tapi setau gue temen dia yang punya jepri cuma ada empat orang termasuk dia." sekali lagi Danny ditunjuk oleh Dimas.
"Kita cari tau dulu aja nyet.! siapa tau ada secerca harapan bersinar diujung sana." kata Andre
"PERES...!!"
__ADS_1