Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Gini ya rasanya


__ADS_3

Dion nampak asik bermain dengan peralatan dapur,dan juga celemek yang terpasang rapi dibadannya.Senyum mengembang terus saja tercipta dibibirnya.Diingatnya kembali adegan erotis bersama sang istri.Indahnya lekuk tubuh Sekar juga kembali diingat oleh Dion. "Gini ya rasanya punya istri" gumamnya lirih


"Den Dion lagi ngapain.?" sapa mang dadang


"Astagfirullah.! mang Dadang ngagetin aja." diusap usapnya dada yang berdetak tak karuan itu."


"Hehehe maaf den....!! mamang udah manggil manggil aden dari tadi,tapi gak dijawab.Taunya aden lagi masak sembari ngelamun."


"Masa sih mang.? kok saya gak denger ya.? terus mamang ini kok bisa masuk dari mana.?"


"Mamang ada kunci cadangan den,pintu samping". jawab mang Dadang dengan menunjukak kunci yang ada ditangannya. "Aden perlu bantuan enggak..?"


"Enggak usah mang,saya lagi pengen bikin sendiri makanan buat istri." ucap Dion malu malu


"Ya udah atuh.! kolo gitu mamang tinggal ya den.? mau beresin ruang tengah."


"Iya mang silahkan.!"


Senyum kepuasan mengembang dibibir Dion,melihat makanan hasil karyanya sendiri yang sudah tertata rapi diatas napan,lengkap dengan segelas coklat panas disana.

__ADS_1


Dibawanya nampan itu kekamar yang dimana saat ini sang istri masih tertidur dengan pulasnya.


"Yang bangun.! makan dulu yuk,udah sore ini."


Dibisikannya suara lembut untuk membangunkan sang istri.Diusapnya lengan putih itu,berharap agar istri segera bangun dari tidurnya. "yang,angun dulu yuk.!"


"Jam berapa ini yang.?" tanya Sekar dengan suara paraunya.


"Jam empat sore.!" jawab dion dengan senyum yang tidak juga luntur.


"Astagfirullah beneran yang.? aduh yang,kamu pasti udah laper banget ya.?" kata Sekar panik


"Ya ALLAH ayang,maafin aku ya.! jadi kamu malah yang nyiapin makanan."


"Enggak apa apa.! aku tau kamu capek banget habis adu jurus sama aku." ucap Dion diselingi dengan senyuman konyolnya."Dih ayang mah.!" jawab sekar malu malu seraya memberi cubitan ringan dilengan Dion.


Mereka pun makan dengan lahapnya,Sekar kembali dibuat terkagum kagum akan kepribadian suaminya.Ternyata Dion bener benar pintar dalam segala hal,sampai memasak pun Dion bisa melakukannya.


"Kamu belajar masak sama siapa yang.? enak banget tau masakan kamu." puji Sekar dengan dua jempol mengarah kesuami.

__ADS_1


"Dari mama..!" Dan seketika raut wajah mereka pun berubah.


Ingatan keduanya pun kembali kepada kedua orang tua mereka."Sedang apa ya mereka.? apakah mereka baik baik saja disana.?" Itulah kini yang terucap dihati mereka.Lama Dion dan Sekar terdiam dengan fikiran mereka masing masing.Hingga tiba tiba ketukan pintu menyadarkan mereka kembali.


"Ada apa mang.?" tanya Dion saat pintu telah terbuka.


"Ini den ada kiriman kue dari zein."


"Lah Zeinnya dimana mang.?"


"Zeinnya langsung pergi lagi den,karna mau kekios kirim dagangan."


"Oo gitu..!! ya udah makasih mang."


"Sama sama den..! saya tinggal ya."


Setelah mang Dadang pergi,suasana akhirnya pun kembali normal.Canda tawa terdengar disana,kejahilan kejahilan yang mereka lakukan satu sama lain membuat mereka kembali melupakan orang orang yang khawatir akan keadaan mereka.


Seperti pasangan pengantin baru kebanyakan.Karena merasa tidak ada yang mengganggu,kegiatan saling memuaskan kembali terjadi,tanpa mengenal lelah,Dion dan Sekar terus mengarungi nikmatnya penyatuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2