Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Hidup baru


__ADS_3

Pesawat mendarat dengan selamat dibandar udara Internasional Hang Nadim,Dengan penuh keyakinan Dion melangkahkan kaki panjangnya menjajaki lantai demi lantai bandara.Dengan tangan yang saling menggenggam dan senyum manis yang terus melengkung dibibir,Dion membawa sosok wanita cantik yang kini telah menjadi istrinya,untuk mengarungi kehidupan baru mereka didaerah kepulaun itu.


Dan dipintu keluar bandara terlihat seorang pemuda tampan yang telah menunggu kedatangan mereka."Halo bro.! gimana kabar loe.?" sapa pemuda itu dengan tangan yang memeluk tubuh tegap Dion.


"Halo juga bro.! kalau kabar gue loe bisa lihat sendiri gimana". Sahut Dion disertain senyuman konyol dan menyebalkan yang sudah menjadi ciri khasnya.


"Kok loe yang jemput sendiri bro.? jadi enggak enak ini gue disupirin sama CEO.!" kata Dion karena dirinya tak melihat adanya tanda tanda kehidupan didalam mobil sahabatnya.


"Enggak usah peres loe,jijik gue.! lagian gue dibandingin elo engfak ada apa apanya kali.?"

__ADS_1


"Elo lebih peres dari gue.!" Dion dan sahabat terkekeh "Oiya lupa gue.! kenalin nih bro bini gue."


"Hai gue Thomas.!" pantes aja ngebet pengen kabur mulu,sempurna gini wujudnya".Batin Thomas saat matanya melihat sosok wanita didepannya kini.


"Hai kak.! aku Sekar". jawab Sekar seraya tangannya menjabat uluran tangan Thomas.Setelah puas berbasa basi,mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju kerumah yang akan ditempati pasangan muda itu.Butuh waktu dua jam bagi mereka untuk sampai dilokasi.


"Nah nih rumah kalian.!" Ucap Thomas saat mereka sudah berhenti didepan rumah sederhana namun bersih dan asri itu.Rumah dengan dinding berwarna putih,serta abu abu tua pada pagar dan atapnya.Terdapat teras dengan dua kursi satu meja menghiasi disana.Taman kecil dibagian depan dengan beberapa jenis bunga,menambahkan kesan asri pada rumah itu.Satu unit sepede motor juga sudah terparkir manis digarasi rumah tersebut.


"Yang ngedesain dan pilih furniturenya siapa ini kak.?" tanya Sekar

__ADS_1


"Gue berdua sama assinten,kenapa.? loe gak suka." kata Thomas.Sekar yang mendapat jawaban sekaligus pertanyaan,sepontan mengeluarkan senyum manis indah menawanya. "Buset itu senyum,kalah gulali ini mah" ucap Thomas dalam hati terpesona dengan senyum Sekar.


"Justru aku mau muji,keren banget dan aku suka banget".Jawaban Sekar langsung disambut senyum kebanggaan dari Thomas.


"Ini bro sertifikat rumah,terus ini kunci,STNK,juga BPKB motor loe yang didepan ntu." ucap Thomas saat menyerahkan benda benda yang dia sebutkan tadi kepada Dion


" Thanks banget ya bro.! baik banget loe ini,mau aja terus gue repotin." ungkap Dion seraya menerima pemberian Thomas.


"Dibilang jangan peres,masih aja loe ya.?" Dion hanya bisa tersenyum mendengar ocehan dari Thomas itu.Dion merasa sangat beruntung karna dikelilingi oleh orang orang baik.Benar kata sang papa dan mama "orang baik pasti akan selalu bertemu dengan orang baik".

__ADS_1


Setelah urusan mereka beres,Thomas segera pamit pada pengantin baru itu.Tak lupa dirinya mengingatkan pada Dion dan Sekar untuk Lapor kepada ketua Rw/Rt setempat.


Setelah kepergian Thomas,Dion membantu Sekar membereskan semua barang barang yang dibawa dari pelariannya.Beres dengan urusan barang barang,Dion secara bergantian membersihkan diri masing masing sebelum beristirahat.


__ADS_2