
Disalah satu gazebo mereka telah berkumpul,dengan raut wajah yang tegang dan khawatir mereka terus memperhatikan kearah mobil Dion terparkir.Dan expresi mereka pun seketika berubah,saat melihat Dion dan Sekar keluar dari mobil dengan senyum mengembang dan tangan saling bertautan.
"Dasar monyet loe..! kita mah udah ketar ketir,takut loe kabur beneran sekarang.dia malah senyam senyum tebar pesona begitu." umpat Dimas saat mereka sudah sampai digazebo tersebut
"Tanpa gue tebar juga pesona gue udah terpancar terang benderang bagai bulan purnama bersinar digelapnya malam." sahut Dion
"Peres..!!" seru kompak para sahabat
"Jantung gue sampe retak ini,saking kencengnya guncangan jurus yang kalian berdua ciptakan." oceh Andre
"Jangan pecah dulu jantungnya,masih ada satu jurus lagi yang lebih dashyat guncangannya." ucap Dion
"Apaan tuh jurus nyet.?" tanya Andre
"Duduk dululah.! ya kali mau berdiri aja ngomongnya,pegel gua."
__ADS_1
Mereka pun duduk dengan khusuk digazebo,dengan mata yang terus menatap Dion dan Sekar.Mereka mencoba menerka nerka apa yang direncanakan oleh dua sejoli yang saling menggilai ini.
"Muka kalian biasa aja kenapa.? jangan kaya titisan emak lampir gitu." ucap Sekar
"Gue lagi berusaha mengumpulkan energi tenaga dalam ini beb,biar siap nerima jurus yang bakal loe berdua keluarin." kata Lisa
"Santai mpok.! ini jurus enggak bakal bikin kalian masuk kamar mayat kok." sahut Dion
"Udah buruan keluarin tuh jurus,waktu terbatas ini." sela Danny
"Oke..! tapi ini jangan sampe bocor ya,cukup kita kita aja yang tau.Ini pembicaraan rahasia,jangan sampe terexpos kemedia.apa lagi sampe kelambe lambean yang udah bleber kemana mana karena silikon udah kendor." kata Dion
"Jadi gini..!" Dion pun menceritakan rencananya kepada sahabat sahabatnya itu secara rinci.Termasuk tugas tugas dari mereka dalam misi ini dan kapan waktu dan tempat untuk exsekusi.Sedangkan bagi mereka yang mendengarkan penjelasan dari Dion,hanya bisa menatap tak percaya kearah Dion.Bahkan Sekar pun tak menyangka jika Dion sudah mempersiapkan semua dengan sangat matang.
"Gila loe ya? loe kata gampang apa ngejalani itu jurus,jangan sembarangan deh loe." kata Andre
__ADS_1
"Aduh beb tenaga dalam gue terkuras beb.! aduh kepala gue lemes." sarkas Lisa
"Enggak usah acting beb..!" seru Andre
"Ye malah rame sendiri kalian.!" oceh Dimas
"Biar enggak tegang nyet.! elo tegang kan sekarang.?" tanya Lisa dan diangguki oleh Dimas "ya makanya itu,biar rilexs dikit kita"
"Loe serius boy sama jurus loe ini.? loe udah pikirin mateng mateng.? dan loe siap sama resikonya kedepan nanti.? tanggung jawab loe tuh enggak ringan loh seudah loe ngucap ijab kobul entar.Dengan usia loe yang sekarang apa loe yakin loe mampu.?" Maya yang notabene pendiam justru mampu memberikan pertanyaan yang mengejutkan bagi mereka semua.
"Yakin banget gue mpok,dan gue sangat tau kalo gue mampu memikul beban tanggung jawab itu dipundak gue." kata Dion
"Terus loe sendiri gimana Dimitri.?" tanya Dimas
"Gue yakin sama keputusan gue boy,dan gue percaya Dion bisa membahagiakan gue,menjaga dan melindungi gue.Gue yakin banget gue sama Dion bisa bahagia dan lewati semua masalah yang bakal kita hadapi nanti."
__ADS_1
"Tapi buat praktekin ini jurus resikonya gede banget nyet.Banyak yang bakal kena akibatnya." kata Danny
"Kalian cuma perlu ngelakuin tugas kalian doang masing masing,buat urusan setelah exsekusi udah jadi tanggung jawab gue.Dan gue pastiin kalian aman enggak bakal kena dampak akibatnya." jawab Dion