Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Saatnya bersenang senang


__ADS_3

"Itu monyet kok bisa ya dikorea nyet.?" tanya Dimas kepada kedua sahabatnya.Mereka kini tengah menikmati kebersamaan dibengkel milik Dion.


"Tau gue juga bingung.! Pake visa apa.? doi bisa tinggal dikorea." sahut Danny


"Bener kata baby gue itu monyet pasti pake jalur teleportasi buat kesono.Terus pake ilmu kamuflase,makanya bisa tinggal disono." timpal Andre


"Heh monyet.! loe kata ini novel fiksi dan petualangan apa.? somplak loe." oceh Danny


"Dibilang suruh makan yang enak enak,loe malah baca novel begituan lagi.Makin deket aja dah waktu loe.!" balas Dimas


"Setor loe.! gue mah bakal umur panjang nyet.Harta Admaja yang melimpah ruah takkan habis dimakan oleh waktu itu bisa mubazir entar,kalo gue koit sekarang." sahut Andre


"Serah nyet serah.! TERSERAH LOE MAU NGOMONG APA.!" ucap Danny dan Dimas kesal



 

__ADS_1




Hari hari Dion dibengkel pak salim,berjalan dengan sangat baik.Pak salim begitu baik,serta dua seniornya dibengkel itu,Budi dan ahmad.Bengkel juga selalu ramai,tak heran jika setiap hari Dion bisa membawa uang lebih kerumah.Usia kandungan Sekar sudah menginjak usia sembilan bulan.Jika tidak meleset dari prediksi,dua minggu lagi sang jagoan akan lahir.


Uang dari penarikan kartunya dikorea oleh Thomas,Dion tabung sebagian.Dan sebagiannya lagi Dion berikan keAntok membeli kios untuk membuka warung buburnya.Jadi Antok tak perlu lagi lelah berkeliling menjajakan dagangannya.


Bubur buatan Antok sangat enak,lembut juga tak pelit dengan toping pelengkap bubur.Tak heran hanya dalam waktu satu bulan kios bubur Antok yang diberi nama BUBUR JAGOAN itu selalu ramai.Antok berjualan dipagi juga sore hari.Antok juga sudah memiliki dua karyawan.


Dion juga mempekerjakan ibu Nur dirumahnya.Dengan maksud untuk membantu pekerjaan Sekar dan menjaga sang istri jika dirinya sedang bekerja.


Pukulan benda tumpul menghantam tengkuk Dion. Hingga membuat Dion tersungkur tak sadarkan diri.


"Papi kok belom pulang.? udah jam sembilan malam juga. mana gak bawa HP lagi tadi berangkat kerja." Sekar terus mondar mandir keluar masuk rumah,dengan perasaan gelisah.Tak biasanya Dion terlambat pulang.


"Nak.! masuk kedalam,diluar dingin." ucap bu Nur yang usianya sama dengan usia mama Dion.

__ADS_1


"Suamiku kemana ya bu..?" nampak raut cemas dan sedih diwajah Sekar.


"Mungkin dibengkel ramai,jadi suamimu lembur.Tenang Dion pasti baik baik aja." Hibur bu Nur


"Semoga aja bu..!" jawab Sekar)


Sementara itu Dion yang mulai kembali kesadarannya,perlahan lahan membuka mata.Dipandangi secara menyeluruh ruangan ditempat dia berada. "kok kaya Apartemen..?" tanya Dion pada diri sendiri.


Saat Dion ingin bangkit dari tidurnya diatas ranjang king size nan empuk,Dion baru menyadari jika kaki dan kedua tangannya terikat.Tangan yang terikat disebelah sisi kanan dan kiri kepala ranjang.Sedangkan kaki terikat di sisi kanan dan kiri bawah ranjang. "Brengsek" umpat Dion.


Terdengar langkah kaki kearah ruangan dimana Dion diikat.Dan saat pintu terbuka,nampak sosok wanita cantik nan putih disana."Loe.! dasar kuntilanak loe,lepasin gue.!" umpat Dion


"Hallo sayang.! aku kangen banget sama kamu."


"Cuih.! jijik gue ama loe.LEPASIN GUE..!" Dion


"Oke aku bakal lepasin kamu,tapi sebelum itu kita seneng seneng dulu ya.?" ucap kuntilanak dengan seringai dibibirnya. "Kasih dia minum itu..!" perintahnya pada dua orang laki laki berbadan besar.Dion berusaha untuk melawan,tapi karena terlalu kuatnya ikatan dikaki dan tangannya,Dion akhirnya menyerah.Ditelannya minuman yang entah apa itu.

__ADS_1


"Oke kalian boleh pergi.! Besok pagi dateng lagi kesini." perintah Melly pada dua raksasa pengikutnya.


"SAATNYA BERSENANG SENANG SAYANG..!"


__ADS_2