Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Mulut sampah


__ADS_3

Tok tok tok


"Abang...!!" gedoran dan lengkingan Imel,seketika saja membangunkan Dion yang tengah tertidur pulas.Dengan mulut yang masih terus menguap dan mata yang belum terbuka sempurna,Dion berjalan kearah pintu kamarnya.


"Apaan sih mama.? tumben bener teriak teriak." protes Dion saat sudah membuka pintu dan melihat sang mama.


"Bangun abang,udah siang ini.! tuh ada Tiara dibawah."


"What..! mau ngapain itu mahluk.?" kata Dion


"Hus enggak boleh gitu ngomongnya.!"


"Udah biarin aja,males abang.Lagian juga mama sama papa itu apaan sih.? pake jodoh jodohin abang sama itu mahluk." oceh Dion

__ADS_1


"Siapa yang jodohin abang sama tiara.? emang mama sama papa ada pernah ngomong mau jodohin kalian.?"


"Lah waktu itu lagi kita nonton TV bareng.? kan mama ngomong mau jodohin abang sama Tiara.Terus juga Tiara berapa kali ngomong soal tunangan mulu,mau ngaduin abang lah sama mama papa kalo abang judes sama dia."


Imel yang mendengar ocehan anak kebanggaannya itu pun tersenyum,diraihnya tangan Dion dan digiring duduk disisi tempat tidur.Diusap kepala Dion dengan penuh kasih sayang.


"Mama waktu itu bilang orang tua Tiara pengen jodohin Tiara sama abang,karena mereka suka sama abang.Mereka mengajukan lamaran perjodohan itu kemama sama papa."


"Ya enggak lah.! waktu itu mama bilangnya juga anak kebanggaan satu satunya masa harus dijodohin,biar pilih sendiri kalo urusan perempuan." jelas Imel


"Masa sih mama bilang gitu.?" tanya Dion dengan menampilkan wajah bodohnya.


"Ampun kamu itu ya.! Makanya kalo orang tua ngomong didenger yang bener.Jangan ini kuping fokus dimana mata juga fokus dimana." omel Imel seraya mencubit gemas kedua pipi Dion.

__ADS_1


Dion terkekeh sembari menampilkan dereta gigi putihnya mendengar ocehan dan perlakukan dari Imel.Dion langsung memeluk tubuh Imel dengan manjanya.


"Udah temuin sana.! biar pun abang gak suka,jangan bersikap kasar.Inget dia itu perempuan,abang harus bersikap baik.Bukan sama dia aja tapi sama semua orang,karena kebaikan yang kita tabur,pasti kebaikan pula yang akan kita tuai." nasehat Imel


"Iya mah..! tapi kalo buat perempuan mulut sampah gitu,ogah abang baik baik." saut Dion ketus


"Abang.!" protes Imel


"Ups..! sorry mama kelepasan." Dion segera beranjak kekamar mandinya untuk membersihkan diri,setelah itu dia segera turun kelantai bawah untuk menemui simahluk yang tak ingin dilihatnya.


Sedangkar dikediaman Sekar kini,nampak kesibukan ada disana.Para ART serta tukang kebun terlihat mondar mandir membersihkan sekeliling rumah.Sekar sendiri kini tengah membantu sang mommy didapur,menyiapkan hidangan yang akan disajikan untuk tamu mereka siang ini.Sekar yang mengetahui jika Danny dan orang tuanya akan datang untuk makan siang bersama,hanya diam dan menuruti saja kemauan kedua orang tuanya


Setelah urusan dapur hampir beres,Sekar pun bersiap siap untuk menyambut tunangannya dan calon mertua.Sekar terlihat cantik dengan dress berwarna mustrad tanpa lengan dengan panjang sebatas lutut.Waktu menunjukan pukul 11.00 WIB dan para tamu yang ditunggu pun sudah nampak hadir diruang tamu rumah Sekar.Merasa masih ada waktu satu jam sebelum makan siang,Danny pun meminta ijin kepada orang tuanya dan orang tua Sekar untuk mengajak Sekar bicara berdua ditaman belakang.

__ADS_1


__ADS_2