
BABY.......!!
AYANG....!!!
HAN......!!!
Lengkingan ketiga gadis remaja nan cantik jelita,bersamaan dengan tangan mereka yang menggebrak meja dimana tiga anggota club monyet tampan berada,dan sudah dipastikan,mereka langsung mendapat sumpah serapah dari ketiganya.
"MONYET LOE,KUNTILANAK,DASAR MAK LAMPIR.!"
"Apaan sih kamu beb.? kalo aku koit sekarang gimana.? mau kamu.? jadi janda sebelum dinikahin." oceh Andre
"Ponakan kita udah lahir beb,AAAAAAAA...!" Teriak Lisa bersamaan tubuhnya yang loncat loncat kegirangan
"Ponakan siapa..? emang loe ada kakak ,adek yang lagi bunting nyet.?" tanya Danny bingung
"Loe pan tau keluarga gue nyet,enggak perlu loe tanyain lagi kali.!" sahut Andre
"Ihh brisik kalian tuh,lihat ini.!" ucap Maya dengan ketusnya
"AAAAAAA MONYET..!" seketika tiga pemuda tampan itu berpelukan dan meloncat loncatkan tubuh mereka bersamaan.Mahasiswa yang melihat mereka hanya bisa menatap bingung dan melongo.
"Dih kita dicuekin,pergi yuk.!" ajak Dini
"Yuk....!!!" sahut Maya dan Lisa.Mereka bertiga pun melangkah pergi menjauh,dari ketiga pria tampan itu.
__ADS_1
"Itu kap..!" Suara Dimas berhenti saat tiga bidadari yang tadi didepannya,sudah kembali kekhayang. "MAMPUS....!!!". Dengan jurus langkah seribu tiga pria tampan itu bubar barisan,lari tunggang langgang mengejar bidadari masing masing.
"Baby kok aku ditinggalin sih cantik.?" bujuk Andre
Lisa hanya melirik sebal tanpa menjawab pertanyaan pemuda tampan itu.Begitu juga dengan Maya dan Dini yang bersikap tak perduli pada Dimas dan Danny yang sedang membujuk mereka masing masing.
"PERGI KALIAN SONO,JANGAN URUSIN KITA.KITA MAU CARI PACAR LAGI....!!"
"ENGGAK BOLEH.! GUE GOROK ITU COWOK NTAR..!"
"CARI LAGI LAH KITA...!"
"GUE GOROK SEMUA BATANGAN DIDUNIA INI..!"
"ENGGAK MAU....!!!"
Mereka tidak sadar jika aksi yang mereka itu ada dihalaman utama kampus.Dan kini mereka sudah jadi tontonan seisi kampus.Bahkan Rektor dan Dosen juga ikut menyaksikan adegan mereka itu.Dan akhirnya suara baritho yang dimiliki seorang pria dengan tubuh gempal,perut bagai gentong dan kumis tebal mengintrupsi mereka.
"KALIAN UDAH GAK WARAS YA.? KERUANGAN SAYA SEKARANG.!"
⚘
⚘
__ADS_1
⚘
Dikediaman Dimitri kini telah berkumpul kedua orang tua Dion juga Danny.Mereka tengah berbahagia melihat foto putra,putri serta cucu kebanggaan mereka.
"Ini mata kakak sama mantu kenapa.? sembab sayu gini.
Kaya habis nangis dua periode aja.?" kata Dahlia
"Mommy dulu waktu mommy mau ngelahir kakak sama Evan emang enggak sembab mata.?" tanya Dimitri
"Sembab sih.! orang sakit banget.mommy jadi nangis mulu.Giliran bayi udah lahir nangis lagi karena terharu."
"Ya udah kenapa nanya lagi coba.? kalo udah tau." kata Dimitri
"Siapa yang nanya lagi.? orang mommy ngomong sendiri. Daddy aja yang kaya listrik tegangan tinggi,nyamber terus."
Orang tua Dion dan Danny hanya bisa menggeleng gelengkan kepala melihat kelakuan besan dan sahabatnya itu.
"Nanti kalo gede jangan kaya papimu ya jagoan..! pinter bener main petak umpet.kekorea cuma untuk narik uang doang.Ngabis ngabisin uang eyang aja buat bayar intel.Eyang uti sampe greget sendiri.Hem gemes eyang gemas..!" oceh Dahlia kepada benda pipih yang ditangannya,dengan bentuk muka tidak beraturan.
Seketika Daddy,orang tua Dion dan Danny terbahak bahak melihat kelakuan mommy juga ocehannya.
Jagoan papi end mami " Arjuna putra anggara"
Caption pada foto keluarga kecil yang baru saja dihantam badai.Walau Sekar memaafkan,tapi tidak ada yang tau dengan hatinya."HANYA DEMI JAGOANKU",dirinya bertahan kali ini.
__ADS_1