
"Api ami..!" tubuh mungilnya langsung diletakan diatas pangkuan sang papi,dipeluknya tubuh pria tampan itu,dengan tangan mungilnya.Diletakkannya kepala berambut hitam lebat itu dipundak sang papi.
"Jagoan papi kenapa.? kok cemberut gitu." tanya Dion
"Hagoan sesel api,aca diantol eyang hewe hewe ada heketin hagoan.Elus iyum iyum agi.!" (Jagoan kesel papi,masa dikantor eyang cewek cewek pada deketin jagoan,terus cium cium lagi)
Seisi ruang keluarga tersenyum mendengar ocehan sang bocah lucu itu."Wih Jagoan punya cewek banyak dong.?" tanya Dion
"Ndak.! hagoan ndak uka ntu hewe hewe henit.Hapa ejal ejal hagoan.? iihh helem,heli hagoan.!" (enggak,jagoan enggak suka itu cewek cewek genit.Apa ngejar ngejar jagoan.Hii serem,geli jagoan)
Hahaha akhirnya meledak juga tawa yang dari tadi ditahan oleh para orang tua.Kata kata dengan suara cadel,expresi wajah dan gerak tubuh yang diciptakan oleh boceh kecil itu.Sungguh sungguh menggemaskan
"Bener bener keturunan Anggara.!" kata papa
"Iya.! plek banget papinya,didemeni cewek malah ngoceh ngoceh.Dulu mama sampe mikir,apa abang itu belok ya.?" mama menimpali
"Astagfirullah.! jelek banget mah pikirannya." seru Dion
__ADS_1
"Ya habis siapa yang enggak bakal mikir gitu.Dideketin cewek,diusir itu cewek sejauh mungkin.Dideketin mencak mencak,ngomel tujuh hari tujuh malem.Ditembak sama cewek,langsung demam karena trauma.Wajar enggak sih yang modelan begitu bang.?" kata mama
"Ya tapi gak mikir kesitu kali mah,sama anak sendiri.Yang tampannya tiada tanding tiada banding gini.!" protes Dion
"Makanya mama bersyukur banget,abang kabur kawin lari waktu itu.Itu membuktikan kalo keturunan Anggara masih waras.!" timpal Mama
"Ma..! selera abang itu tinggi,dan hati abang itu bak berlian,mahal.Jadi enggak cocok buat cewek cewek genit gitu.Nih..a" tunjuknya pada sang Sekar "cuma dia yang sesuai dan tepat dengan kriteria abang."
Sekar yang mendapat pujian dari sang suami didepan mertua,hanya bisa tersenyum manis malu malu.
"Iya enggak rugi abang punya phobia sama cewek cewek genit,kalau dapatnya bidadari langit ketujuh gini.!" kata mama
"Loh loh kok bobo ngajakin opa oma.?" kata Sekar
"Hagoan auk obo ma opa oma.Ecok aja obo ma api ami."
"Oke..! Lest goo jagoan,kita bobo.!" seru Papa mama
__ADS_1
Dion dan Sekar tersenyum lebar,melihat kebahagian kedua orang tua mereka.Rasa bersalah yang menjadi beban mereka selama ini,sedikit demi sedikit berkurang.Mereka tau bagai mana perasaan orang tua mereka,saat tak tau keberadaan anak anaknya,bagai mana keadaannya,makan apa mereka.Sakit luar biasa,seperti saat Jagoan dipisahkan secara paksa dari mereka.
"Papi bahagia banget,ngeliat papa mama,daddy mommy bahagia." ucapnya pada sang istri,yang ada dipelukannya saat ini.
"Mami juga pi..! paling tidak,itu bisa menebus sedikit dosa kita sama mereka."
"Iya bener mi...!"
"Pih Jagoan itu kenapa ya.? kalau ngomong kok pasti berawalan ha hu.Hagoan,hapa,humah,aneh.? padahal udah mau tiga tahun,masih begitu aja ngomong." oceh sekar
"Gara gara mami itu.!"
"Loh kok mami sih.?"
"Ya iyalah,mau siapa lagi.?"
"Apa coba salah mami..?"
__ADS_1
"Habisnya mami kalo lagi nanjak sama papi,ha hu ha hu aja.Jangan kan nanjak,baru dipegang aja uda ha hu ha hu...!!"
"PAPI........!!" Hahaha Dion sangat puas,jika berhasil membuat vitaminnya melengking penuh rasa malu.Lucu dan menggemaskan,itu menurutnya.