
Zein juga mempersilahkan Dion dan sekar untuk melihat lihat isi villa.Pada saat memasuki ruang tengah alangkah terkejutnya Dion dan Sekar.Sebuah rungan dengan Dekorasi bernuasa putih itu,nampak indah dipandang mata.
"Nyet ini..?" ucap Dion terhenti seraya menatap Zein.
"Adek gue yang mau.! Dia kan demen banget kalo udah soal dekor gini.Makanya cita cita dia pengen punya IO.Ya Alhamdulillahnya ini sekarang bisa jadi penghasilan sampingan dia" jelas Zein
"Makasih banget ya nyet,keren asli dah.cantik banget dekornya." masukin aja entar ketagihan gue." ucap Dion
"Udah sekarang mending kalian istirahat,gue tau kalian pasti kurang tidur.Besok habis isya akadnya.Malem ini pisah kamar dulu ya,besok baru satu kamar." goda zein
"Setor..!" umpat Dion
__ADS_1
Mentari sudah condong kebarat,menandakan bahwa hari sudah sore.Keadaan villa kini sedikit lebih ramai.Ada zein bersama dengan orang tua serta adiknya,ada juga penjaga villa dengan sang istri dan beberapa orang saudara zein.Mereka nanti yang akan menjadi saksi serta wali nikah Dion dan Sekar.
"Apa kalian yakin dengan keputusan dan jalan yang kalian pilih ini..?" Tanya ayah zein yang akan menjadi penghulu nanti
"InsyaAllah kami yakin Ayah.! dan InsyaAllah ini jalan yang terbaik untuk kami." ucap Dion
"Kalian masih sangat muda,emosi kalian masih labil." kata ayah zein
"Baiklah jika kalian sudah yakin dan mantap,nanti malam selepas isya akad kalian akan digelar." Ayah zein menjeda sejenak kata katanya "pernikahan itu ikatan yang suci yang mana bisa membawa kita kesurga atau justru malah keneraka.Pandai pandailah kalian dalam menjaga rumah tangga.jika ada masalah,jangan selesaikan dengan emosi.Minta petunjuk kepada Allah dan gunakan lah hati dan juga iman kalian untuk berfikir.Kunci keberhasilan dalam berumah tangga selain cinta kasih yang tulus adalah kapercayaan,kejujuran dan keterbukaan.Selama kalian bisa menerapkan itu,InsyaAllah rumah tangga kalian akan jauh dari kata pertengkaran.Dion.! tanggung jawabmu sebagai suami sangatlah berat,amanah lah dengan tanggung jawabmu.Jangan sakiti istrimu,baik secara lisan atau pun perlakuanmu.Dan kamu Sekar.! tugas mu sebagai istri dan kelak akan menjadi ibu pun tidak kalah beratnya,tapi suamimu adalah imammu,apa yang dia ucapkan wajib kamu patuhi.Jadilah sosok istri yang bisa menjaga harkat,martabat suami mu."
"Baik ayah..!!" sahut Dion dan Sekar
__ADS_1
Gadis berkebaya putih kini sedang berjalan menuruni tangga menuju tempat dimana akad nikah akan diikrarkan.Cantik sangat cantik,itulah kata yang terucap saat melihat Sekar.Sedangkan ditempat digelarnya akad,sudah nampak Dion yang tak kalah tampan dan gagahnya dengan setelah jas berwana hitam dan juga peci.
Kini Dion sudah duduk dihadapan penghulu yang akan menikahkannya dengan sang pujaan hati.Kegugupan nampak jelas diwajah Dion,begitu juga dengan Sekar,yang duduk dikursi khusus untuknya.
"Sudah siap.?" tanya ayah zein
"Siap ayah.!" sahut Dion
Dijabatnya tangan penghulu oleh Dion,terlihat disana tangan Dion yang gemetar.Hanya dengan satu tarikan nafas Dion lantang mengucapkan ijab qobulnya.Suasana haru pun seketika menyelimuti ruangan itu,saat doa doa dilantunkan oleh para saksi dan wali.
Tak terasa air mata Dion dan sekar pun tumpah.Mereka kembali teringat dengan kedua orang tua mereka,tangisan sedih bercampur bahagia.Sedih karena harus menikah dengan cara seperti ini dan tanpa orang tua.Bahagia karena mereka akhirnya bisa bersama tanpa takut akan ada yang memisahkan.
__ADS_1
Ucapan selamat pun mereka dapatkan dari orang orang yang hadir disana.Cincin kawin kini melingkar manis dijari Dion dan Sekar.Diusia muda kini mereka sudah menyandang gelar SUAMI dan ISTRI.