
Jam kerja telah usai,Dion yang sudah berganti pakaian segera melangkahkan kakinya menuju area parkir untuk mengambil motornya.Celana jeans berwarna biru,t-shirt berwarna abu abu,jaket berwarna navy,serta sepatu berwarna senada dengan t-shirtnya,sungguh pemandangan yang sempurna.
"Dion.!" Melly seraya berjalanan menghampiri Dion.
"Iya nona.! ada yang bisa saya bantu.?"
"Minta tolong cek mobil aku,bisa.? soalnya enggak mau nyala aku stater." ucap Melly dengan memberikan kunci mobilnya kepada Dion
"Oo boleh.!" mereka berjalan beriringan menuju kemobil Melly.Dion pun langsung memeriksa mobil dengan teliti.kurang lebih lima belas menit mobil akhirnya bisa menyala kembali.
"Makasih Dion.!" dengan senyum yang merekah indah dan mata yang terus menatap Dion.
__ADS_1
"Sama sama non.!" Dion pun membalas senyum melly dengan senyuman yang tak kalah manis.
"Jangan panggil nona lah,panggil Melly aja.Gimana kalo aku traktir kamu.? makan sebagai tanda terima kasih aku."
"Terima kasih non sebelumnya atas tawaran nona,tapi maaf saya harus segera pulang." Dion yang sudah mulai menyadari gelagat aneh dari nona bosnya,berusaha untuk menjaga jarak,sebisa mungkin Dion akan mulai menghindari.
"Kok nona lagi,Melly panggil aja Melly..!"
"Maaf non,ini kan lingkungan kerja dan anda bos saya.Jadi enggak etis kalo saya hanya panggil nama.Maaf non saya pamit duluan,istri saya sudah menunggu,mari non.!" Dion segera berlalu dari hadapan Melly.
Sementara diujung bangunan bengkel,sepasang mata menatap kearah Dion dan Melly dengan nyalangnya,gemuruh cemburu membara didadanya "sialan itu bocah,inceran gue loe mau embat juga.Liatin loe ya,.? jangan panggil gue Jefry kalo enggak bisa bikin loe babak belur"
__ADS_1
Sesampainya Dion dirumah,seperti biasa vitaminya telah menunggu diteras.Dengan senyum merekah,Sekar membuka pintu pagar bagi pria tampannya.Setelah mengucap salam Dion mendorong motornya memasuki area garasi.
Dihampiri vitaminnya dan dikecup keningnya,begitu juga Sekar yang meraih tangan sang suami,dan diberinya ciuman.Diambilnya tas punggung sang imam dunia akhiratnya.
"Alhamdulillah..! suamiku kembali dengan selamat dan sehat". ucap Sekara seraya merangkul punggang Dion dengan mesranya.Mereka pun memasuki rumah tanpa melepaskan rengkuhan dipinggang masing masing.
"Diminum dulu ayang.!" diberikannya sang suami segala air putih,yang saat ini sudah duduk disofa ruang televisi,dengan raut wajah yang nampak kelelahan. "makasih yang.!" kata Dion
"Ayang bersih bersih badan dulu gih.! terus makan biar bisa cepet istirahat.Keliatannya ayang capek banget." kata Sekar
"Secapek capeknya aku,kalo udah lihat senyum indah dan wajah cantik kamu.Langsung ambyar yang capeknya."
__ADS_1
"Hem peres.!" ucap Sekar seraya mencebikkan bibirnya.Dion pun terkekeh.Seusai makan malam bersama,seperti biasa mereka melanjutkan dengan bercengkrama ditempat yang menjadi vaforit mereka.Obrolan obrolan ringan diselingi canda tawa tercipta disana.
Dion dan Sekar memang membiasakan rutinitas ini,sebelum mereka terlelap.Dengan maksud agar hubungan mereka semakin erat.Menjalin komunikasi dengan baik agar hubungan mereka selalu harmonis,dan jauh dari kata pertengkaran.