Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Vitaminku


__ADS_3

"Selamat pagi non.!" Sapa para karyawan bengkel,saat anak dari bos besarnya sedang berkeliling,untuk mengetahui seluk beluk bengkel keluarganya itu.Ini hari dimana dirinya mulai bekerja sebagai wakil direktur.Tubuhnya yang langsing,mungil,serta kulit putih bersih,membuat daya tarik tersendiri baginya. "Pagi.!" Jawabnya singkat dengan senyum yang bisa dibilang senyum meremehkan.


"Pagi nona.!" sapa Dion dan Togar


"Pagi.!" jawaban ramah serta senyum yang mengembang sempurna,diberikan olehnya kepada Dion.Matanya yang hitam pekat menatap wajah Dion tanpa berkedip.Togar yang melihat itu pun berdemen,untuk menyadarkan nona bosnya itu.


"Silahkan dilanjutkan kembali pekerjaannya". ucapnya seraya pergi meninggalkan Dion dan Togar


"Nampaknya nona bos ada lope lope sama kau Dion.?"


"Apa sih abang ini.? enggak mungkinlah.!" kata Dion


"Tak percaya kau sama omonganku.? kita lihat kek mana nanti kedepannya."


"Kalau pun benar,aku tak akan tergoda bang.Hatiku hanya untuk istriku."


"APA KAU BILANG.!" lengkongan khas orang medan pun membahana diruangan bengkel tersebut.Semua mata pun tertuju kepada Dion dan Togar.


"Sstt kenapa abang histeris begitu.?"


"Apa kau bilang tadi,istri.?" tanya togar lagi memastikan apa yang tadi ia dengar


"Iya bang,istri.! udah tiga bulan aku menikah."

__ADS_1


"Berarti waktu kau masuk sini itu baru menikah.?"


"Iya.! baru satu minggu."


"Tak sangka aku,kau kecil kecil pun sudah beristri."


"Delapan belas tahun enggak kecil bang..! daun muda,lagi seger segernya." Hahahaha mereka akhirnya mengakhiri obrolan mereka,dengan tawa yang menggegerkan bengkel.


Sementara dibalik kaca lantai dua,sepasang mata tak bosan bosannya menatap kearah Dion.Senyum dibibirnya terus terpancar disana.Jatungnya pun kian berdebar tak berirama. "Benar benar sempurna,tampan.Kamu harus jadi milikku Dion".


Jam istirah tiba.Seperti biasa Dion dan beberapa karyawan yang membawa bekal,akan makan diarea yang telah disediakan.Senyum bahagia kembali terbit,saat ponsel miliknya berdering.Nampak satu nama muncul disana "Vitaminku"


"Hallo yang.!"


"Hehehe kekehan Dion dengan tangannya mengusap usap tengkuknya,seketika saja menjadi perhatian dari para teman kerjanya."Wa'alaikumsalam istri.!".Semua mata membulat serentak,bahkan mulut pun ikut menganga tak percaya dengan apa yang didengarnya.Kecuali Togar,yang sudah mengetahui jika Dion sedah memiliki istri.


Suami udah makan..? (Sekar)


"Udah yang.! Kalau istri cantikku gimana.?"


Udah dong.! masih jam istirahat,pasti ayang lagi kumpul ya sama senior. (Sekar)


"Iyalah.! kan emang itu kebiasaan suami dijam segini."

__ADS_1


Ya udah,ayang lanjutin lagi ya kegiatanya.Istri mau bobo siang. (Sekar)


"Oke istri.! I love you my wife."


"I love you my husband"


Setelah mengucap salam,Sekar memutuskan panggilan suara dengan suaminya.Dion pun melanjutkan kegiatannya dengan bersendau gurau dengan senior seniornya.


"Kamu udah nikah Dion.?" tanya Malik


"Udah bang..! Baru tiga bulan."


"Wah masih hot hotnya itu.!" kata Rudi


"Umur loe berapa emang bro.? kayanya masih muda banget dah." tanya Arya


"Delapan belas bang.!"


"Beh..! kejar setoran loe berani nikah muda.Apa jangan jangan.?" timpal Jefry


"Alhamdulillah enggak sampe sejauh itu.Istri masih tersegel sampe ijob qobul terucap."


"Semoga langgeng ya pernikahanya,diberikan keturanan yang pinter,lucu,sehat dan hanya mautlah yang memisahkan." doa Rudy

__ADS_1


"Amin.!" bukan hanya dari Dion,tapi dari semua yang ada ditempat itu.


__ADS_2