Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Putri mahkota


__ADS_3

"Permisi....!!" terdengar sapaan dari salah satu pelanggan loudry Sekar.Usaha loudry Sekar yang awalnya hanya memanfaatkan garasi rumah,kini berkembang menjadi besar.Bu Arum yang mengikuti suaminya pindah tugas,mau tak mau harus menjual rumahnya yang berada tepat disamping rumah Dion.Rumah itu dibeli oleh Dion dan dirombak menjadi usaha loudry untuk Sekar.Sementara garasi mereka kembali pada fungsinya.Karna Dion juga kini telah memilik mobil juga motor.


Ya..! eh bang Herman,mau loudry kah..? (Sekar)


Iya ini mba.! cuci setrika ya,yang wangi. (Herman)


Siap.! mba Wati.! (Sekar)


Tak lama muncul wanita berusia tiga puluhan menghampiri Sekar dan Herman. "Iya non...!!" jawab wati.Sekar punya karyawan tiga ya geng.


Ih mba Wati,udah dibilang jangan panggil non.Sekar,kalo enggak mau panggil nama,panggil pake Dek atau apalah asal jangan Non. (Oceh Sekar)


Wati hanya menanggapi dengan senyumnya,sementara Herman yang melihat senyum dan tingkah Sekar semakin salah tinggkah. "kamu bener bener sempurna,aku sangat menyukaimu Sekar" ucapnya dalam hati.


Herman adalah duda tanpa anak,istrinya selingkuh saat usia mereka menginjak tiga tahun.Istrinya mengira Herman mandul,hinggi membuat niatan berselingkuh muncul.Tempat tinggal Herman hanya berbeda blok dengan rumah Sekar.

__ADS_1


Ini bang Herman mau loundry mba,cuci setrika,yang wangi katanya. (Sekar kalo ngomong selalu ramah dan pasti senyum aja.Jadi bayangin aja sendiri sendiri ya.Gimana cewek keturunan jawa jerman yang tinggi putih,hidung mancung, itu cantiknya)


Siap non..! (Wati)


Tuh kan.! (protes Sekar)


Eh iya bu iya.! (Wati)


Ami.! eh om helman.! (Saking seringnya Herman ngeloudry,jagoan sampe kenal,deket malah)


Iya jagoan.! jagoan lagi apa.? (Herman)


Bla bla bla... terjadi obrolan ringan antar mereka bertiga.Setelah Herman pergi jagoan meminta Sekar menemaninya tidur siang.Karena ibu Nur sedang memasak kari kambing pesanan Dion.Ya,Dion sangat menyukai kari kambing buatan ibu Nur.


Ami.!! yang antel hagoan aji hapa.? (mami yang anter jagoan ngaji siapa)

__ADS_1


Sama nenek dong.! nenek udah beres masaknya,nanti tinggal diangetin kalo papi udah pulang kerja. (Jawab bu Nur dari arah dapur)


Ote.! hagoan andi ulu,telus ita belangkat aji..!! (oke,jagoan mandi dulu terus kita berangkat ngaji)


Senyum gemas dari ibu Nur dan Sekar melihat tingkah lucu sang jagoan.Diusia dua tahun jagoan memiliki kepintaran yang jauh diatas anak seusianya.Tak heran para tetangga sangat gemas pada jagoan.Ditambah dengan wajahnya yang rupawan dan kulitnya yang putih bersih.Pipi cabi,gigi kelinci,hidung mancung serta rambut lebat nan hitam.


Makan malam bersama mereka laluin dengan penuh canda tawa,Dion,Sekar,jagoan,bu Nur,juga ada Imam disana.Celotehan celotehan dari mulut jagoan yang penuh berisi makanan.Membuat Dion dan Imam sesekali tersedak.Apa lagi menu kali ini adalah kari kambing yang super pedas bagi para orang tua.


Seperti mengerti kebutuhan orang tuanya,malam ini jagoan memaksa ingin menginap dirumah kontrakan ibu Nur. "Penen tidul ama om mam,penen belajal hitung huang". (pengen tidur sama om imam,pengen belajar hitung uang).Itulah yang diucapkan.Ibu Nur dan Imam kembali kerumah mereka dengan jagoan ikut bersama,seusai makan malam beres.


Jagoan tau banget,kalo habis makan daging kambing jiwa juang papinya berkobar kobar..! (Dion)


Papi..! (Sekar)


Iya papi tau,yuk nanjak.! kita buat putri mahkota.

__ADS_1


Aku bikin cadelnya jagoan begitu,karna terinspirasi sama ponakan aku ya geng...!!!


Cadelnya ngegemisin...!! kalo menurut aku sih.


__ADS_2