
Semakin tinggi pohon semakin kencang pula anginnya.Pepatah itu pasti pernah dialami beberapa dari kita.Angin yang menerpa juga berbeda beda jenis,dari yang sepoi sepoi sampai yang paling dashyat,semua tergantung pada apa yang dihasilkan oleh pohon tersebut.
Begitu juga manusia,semakin tinggi derajatnya akan
semakin banyak cobaannya.Banyak dari kita kadang suka lupa diri,diberi banyak harta lantas tinggi hati.
Diberi jabatan tinggi,korupsi atau memanfaatkan jabatan tersebut untuk berlaku semena mena.Rumah tangga kacau balau karna suami lupa diri,disaat kesuksesan menghampiri,Istri menceraikan suami disaat suami terpuruk dan masih banyak lagi .
Jika pohon tergantung pada seberapa kokohnya akar dan kuatnya batang.Manusia tergantung dari seberapa kuatnya Iman dan hati.Bukan umur loh ya geng,karna umur itu gak menjamin manusia punya iman dan hati.Semakin tua semakin jadi,banyak sekarang kita jumpai.Bukan jadi baik tapi amburadul.
Seperti halnya Dion dan Sekar,kehidupan rumah tangga mereka yang selalu harmonis,hampir tak pernah ada keributan.Usia muda tak menghalangi kesuksesan mereka dalam mengarungi bahtera kehidupan.
__ADS_1
Namun pastinya semua tak berjalan mulus,coban datang bertubi tubi.Bukan hanya dari Dion yang selalu menguji seberapa kuat cinta Sekar padanya.Tapi dari Sekar pula yang ikut menguji seberapa kuat cinta Dion padanya.
"Mami lihat deh...!!!" (Dion)
"Wah mereka mau merit...!! tapi kok captionnya gini sih nyet buru balik,gue udah ngebet ini pacaran hallal." Sekar manautkan alisnya,saat melihat foto prewed Danny dan Dini dengan caption itu.
Dia pengen nikah dihadiri sahabat sahabatnya mi,termasuk kita...!!! (Dion)
Tapi tanggung jawab aku disini masih banyak mi,aku gak bisa tinggalin gitu aja. (Dion)
Kita disana cuma berkunjung pi,nengokin.Nanti kita balik lagi kesini...!!! (Sekar)
__ADS_1
Bonyok kita pasti nyuruh kita tinggal disana mami,dengan segala bujuk rayu,tipu daya,adu filosofi.Sok deh kalo enggak percaya,buktiin nih kata kata papi...!!! (Dion)
"Api ami....!!!" sapa bocah lucu berusia dua tahun.Ya setelah tragedi dua tahun lalu,dimana Dion masuk penjara.Kehidupan Dion dan Sekar semakin baik,terutama dalam hal ekonomi.Dion yang semakin sukses bersama dengan bengkel pak Salim yang semakin besar dan Sekar yang sukses dengan usaha loundrynya.Begitu juga dengan orang orang disekitar mereka.
Antok semakin sukses denga kios bubur jagoannya.Beberapa cabang kios bubur sudah Antok miliki.Bahkan rumah dan kendaran roda dua dan empat pun terpakir rapi dirumah mungilnya.Antok yang dulu sama sekali tidak dilirik oleh wanita,kini berubah menjadi incaran para kaum hawa.
Rizki pun demikian,rumah Rizki yang awalnya beralas tanah dan bocor dimana mana.Kini sudah menjadi rumah yang sangat layak huni.Dion dan Sekar membantu merenovasinya.Kemampaun Rizki yang mumpuni,juga mampu membuatnya bekerja menjadi montir dibengkel pak Salim.Rizki juga kini mampu menjadi tulang punggung bagi ibu dan dua adiknya.Rizki yang telah lulus menempuh pendidikan STMnya dengan nilai yang sempurna.Tak jarang dirinya dan Dion kompak dalam merubah tulang besi rosokan,menjadi kendaraan yang bedaya jual tinggi.
Sementara Imam kini berkerja disalah satu Bank swasta dikota itu,semua tak lepas dari campur tangan Dion yang membiayai pendidikannya.Sedangkan ibu Nur hari tuanya dilewati dengan menjadi nenek dari cucunya ARJUNA PUTRA ANGGARA.
Dion yang notabene anak tunggal dari JOHAN ANGGARA kini menjelma menjadi seorang kakak yang hangat,tulus dan mengayomi bagi Rizki,Antok dan Imam.
__ADS_1