Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Martabak super special


__ADS_3

"Bang Dion.!" Panggilan dari mahluk yang paling dihindari Dion.


"Ya.! kenapa..?" Dion


"Bang Dion punya waktu.? Lestari pengen ngomong sesuatu sama abang."


"Ngomong apa..? disini aja kalo mau ngomong."


"Jangan disini bang,enggak enak kedengeran yang laen.Disana aja yuk.!" tunjuk lestari pada bangku panjang taman dibelakang bengkel


"Mau ngomong apa..?" ucap Dion setelah mereka dudyk disana.

__ADS_1


"Aku suka sama abang.Aku tau abang udah punya istri,tapi perasaan aku enggak bisa aku tahan bang.Semakin aku berusaha buat buang,justru semakin tumbuh perasaan aku ini."


"Maaf Lestari,dihati dan hidup saya hanya ada dua wanita yang selamanya akan menempati,Mama dan Istriku.Kamu masi muda Lestari,cantik,kamu bisa dapetin bujangan.Noh.!" tunjuk Dion pada Rizki dan Herry "sama salah satu dari mereka aja."


"Enggak bang.! aku maunya sama abang". Diraihnya kedua tangan Dion,digenggamnya erat erat tangan pria tampan itu.


"Apaan sih loe.? " Dion menepis tangan Lestari dengan kasar,seraya bangkit dari duduknya.Ditatapnya tajam wajah cantik Lestari.


"Bang aku mohon.! aku rela jadi istri kedua abang,aku siap bang.Asal aku terus bisa sama abang. !"


"Bang aku mohon.!" Lestari mulai menangis,tiba tiba dipeluknya tubuh Dion tanpa aba aba.Dion berusaha melepaskan pelukan Lestari itu.

__ADS_1


"API..!" Dion spontan mengarahkan pandangannya,pada suara yang sangat ia kenali itu.Nampak berdiri tak jauh dari Dion sang vitamin dan jagoannya berdiri,menatap dengan mata yang membulat sempurna dan mulut menganga.Teman teman Dion setali tiga uang dengan jagoan dan Sekar,melihat tubuh Dion yang sedang dipeluk Lestari.


"Lepasin.! begok loe." umpat Dion seraya mendorong tubuh Lestari.Dion segera menghampiri jagoanya dan sang istri.Digendong tubuh jagoannya dan dipeluknya tubuh sang istri "ini enggak seperti yang kalian pikirin,papi bisa jelasin semua.SUMPAH DEMI TUHAN,papi enggak ada apa apa sama perempuan itu." ucap Dion dengan suara bergetar.Kejadian beberapa tahun lalu kembali menghiasi pikiran Dion.


"Bang..!" belum Lestari melanjutkan ucapannya,Dion lebih dulu memberi tatapan membunuh pada gadis dua puluh tahun itu.


"SEKALI LAGI GUE BILANG SAMA LOE.!" suara Dion yang menggelegar,membuat jagoan yang ada digendongannya terjingkat kaget.Sekar yang melihat segera mengintrupsi Dion. "papi.!" Diusapnya lembut lengan Dion,walau emosi hatinya meluap luap.Tapi Sekar berusaha menahannya.


Apa lagi disana banyak mata yang menyaksikan kejadian itu.


Dion menarik nafasnya kemudian membuangnya secara perlahan.Diajaknya sang vitamin dan jagoan pulang,setelah sebelumnya meminta ijin pada pak Salim.Rizki yang melihat kejadian itu langsung menarik tangan Lestari dan mengusirnya dari bengkel,setelah memberikan peringatan lebih dulu.

__ADS_1


Lestari yang merasa terhina oleh perlakuan Dion dan Rizki,kembali ketempat dimana dia bekerja dengan amarah dendam yang membara.Niatnya yang berbicara baik baik,justru mendapat balasan kasar dan penghinaan.(jiwa pelakor mah gitu,ditolak baik baik tetep ngejar,Ditolak kasar,dendam.Serba salah gak sih geng)


"Aku harus jadi istrimu bang,walau harus jadi yang kedua.AKU MENCINTAIMU DION..!"


__ADS_2