
Setelah beres dengan urusan pengunduran diri dan pengambilan gaji terakhirnya,Dion berpamitan kepada senior seniornya.Tagor dan Arya yang selama ini dekat dengan Dion tak mampu menyembunyikan kesedihan.Hanya satu orang yang bahagia ditempat itu Jefri.
"Dion.! kamu serius sama keputusan kamu.?" tanya Melly
Tanpa menjawab Dion langsung meninggalkan tempat itu.Digandengnya tangan Sekar dengan eratnya.Dia tak memperdulikan teriakan Melly,yang terus memanggil dan memohon padanya.Dilajukan motornya meninggalkan gedung yang kemarin masih menjadi tempatnya dalam mengais rejeki.
"Ayang mau jalan jalan dulu,apa langsung pulang.?" tawar Dion
"Pulang aja ayang,aku pengen bobo.!"
"Dih kok bobo sih.?" tanya Dion aneh
"Iya pengen Diboboin kamu..!" jawab Sekar malu dengan menampilkan gigi kelicinya.Dion yang melihat itu dari kaca spion,langsung terbahak bahak."Ayang dijalan ini.! ketawanya direm." seru Sekar
"Ayang telfonin Antok dong.! pesen bubur ayamnya." pinta Sekar setelah mereka tiba dirumah
"Ini jam berapa ayang.? udah jam satu,habislah pasti." kata Dion
"Telfon dululah yang,tanya.!"
"Iya,iya.!" Dion segera menghubungi antok,setelah sambungan terhubung.Dion langsung memesan bubur ayam yang diingkan Sekar.
Habis bang.! besok aja sih.?
__ADS_1
"Gak mau aku maunya sekarang antok.!" kata Sekar
Ehhh mba Sekar,habis mba.Besok aja ya..!
"Enggak mau.! Aku mau sekarang antok,mau sekarang..!" dan entah kenapa,tiba tiba sekar menangis tersedu sedu tanpa sebab.Dion dan antok pun seketika panik.
Ya udah iya mba iya,antok bikinin ya.! tapi tunggu sampe jam empat,mau ndak.?
"Iya mau mau jam lima juga gapapa,yang penting harus sekarang,hari ini.!" jawab Sekar sembari menghapus airmatanya.
Oke mba....!!!
"Ayang kok nangis sih..?" tanya Dion setelah sambingan telfon terputus.
"Ya udah bobo yuk.! tadi katanya mau diboboin aku" goda Dion dengan senyuman mesumnya.
"Yuk.! nanjaknya sampe bubur ayam dateng ya yang.?" kata Sekar.
"Iya.!" jawab Dion dimulut tapi dihati "Buset nanjaknya baru udahan jam lima.Ini keberuntungan apa musibah ya.?"
⚘
__ADS_1
⚘
⚘
"Pah,abang itu kemana sih.? udah semua pulau dijelajahi,tapi enggak ketemu juga." kata Imel
"Sabar mama,abang juga pasti baik baik aja.Abang disana lagi seneng seneng mama sama menantu kita.Udah biarin dulu.Entar juga kalau udah ngasih cucu buat kita,pasti ada kabar." sahut Johan
"Papa sok tau,kaya paranormal aja.!"
"Lihat aja nanti,buktiin ini omongan papa."
"Mereka pasti nunda pah,secara masih muda gitu.menantu kita baru tujuh belas tahun." kata Imel
"Mereka mana ngerti begituan,kaya mama enggak tau abang aja.? soal perempuan emang dia paham.? Pacaran aja enggak pernah.Ditaksir cewek malah ngomel." oceh Johan
"Iya juga sih.! eh pah,kalo kita punya cucu pasti tampan dan cantik ya pah.? Secara abang sama menantu kita sempurna gitu wujudnya."
"Kalo itu sudah pasti mah.! Lihat opanya sempurna gagah perkasa gini.Keterunan Anggara enggak perlu diragukan lagi mah.!"
"Idih peres..! Abang bisa sempurna gitu karena mama.Coba papa sana nikah sama perempuan laen,belum tentu keturunannya kaya abang.Rahim mama ini Import,kulitas nomor satu,dan terjamin keaslianya."
Johan terbahak "mama lebih peres.!"
__ADS_1