Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Jagoan


__ADS_3

"kamu pucet banget yang,sakit ya kamu.?" tanya Dion


"Enggak yang,aku enggak apa apa."


"Tapi pucet banget gitu..?" Diletakkan telapak tangannya dikening vitaminnya,mencoba mengecek suhu tubuh sang istri "tapi enggak demam."


Sekar beranjak dari sofa ruang televisi itu,untuk menuju kedapur.Namun baru satu langkah,kepalanya terasa berat dan berputar putar,pandangannya gelap,badannya pun limbung kebelakang.


"AYANG...!" Dion yang melihat Sekar hendak roboh,dengan secepat kilat meraih tubuh itu.Dibopongnya dan dibaringkan ditempat favorit mereka "Ya TUHAN kamu kenapa yang.? kita kedokter ya.? aku gantiin baju kamu dulu."


"Aku enggak bakal bisa ayang,kedokter naik motor gitu..! pusing banget.Aku takut malah jatoh nanti." ucap Sekar lirih


"Aduh gimana dong yang.? Bentar,aku tanya bu Arum dulu" tetangga sebelah rumah "siapa tau ada dokter atau bidan yang terima layanan kunjungan rumah."


Dion bergegas menuju kerumah tetangganya.Tak berselang lama Dion telah kembali berada disamping Sekar. "Sabar ya yang,bentar lagi dokternya dateng,tahan ya.?" diciuminya tangan beserta jari jari lenting sang vitamin yang berada digenggamannya.Diusapnya kening dan rambut panjang sang istri.Tak lama terdengar pintu diketuk dan nampak dokter cantik berusia tiga puluh tahunan berdiri dibaliknya.


"Selamat malam.! benar ini rumah bapak Dion.?"

__ADS_1


"Iya Dok benar,mari masuk Dok.! istri saya dikamar." diajaknya dokter itu oleh Dion menuju kamar,dimana Sekar berada.


"Permisi ibu,saya periksa dulu ya.? keluhannya apa bu.?"


"Kepala pusing banget dok,sampe pandangan saya kabur." jelas Sekar


Dokter puspa tersenyum manis,segera didudukinya kursi yang telah Dion sediakan ditepi ranjang.Sementara Dion naik keranjang,duduk disebelah Sekar dengan tangan yang terus menggenggam erat.Setelah memeriksa denyut nadi,suhu tubuh dan perut.Senyum lebar terbit dari bibir dokter cantik itu.


"Bapak enggak usah kawatir gitu,mestinya bapak harus seneng.!" ucap dokter pada Dion yang dilihatnya tampak sangat kawatir.


"Kok saya mesti seneng istri sakit gini.? dokter jangan maen maen deh.!" jawab Dion ketus.Mendengar ucapan Dion,malah semakin membuat senyum dokter Puspa mengembang sempurna."Dokter ini apa apaan sih.? dokter jangan macem macem.!" emosi Dion semakin menjadi,suaranya pun semakin tinggi.


"Ya mesti seneng lah pak,orang sebentar lagi mau jadi papa."


"Apa dokter bilang.?" tanya Dion dan Sekar bersamaan


"Selamat bapak ibu,sebentar lagi bakal punya baby.Ibu Sekar sedang hamil." jelas Dokter

__ADS_1


"Serius dok..?" tanya Dion dan diangguki oleh sang dokter.


"Ayang.! kita mau jadi papi mami". didekapnya erat kepala sang istri,dan dihujaninya ciuman dipucuk kepala Sekar.


"Ayang..!" ditepuk tepuknya pundak sang suami. "ayang mau jadi duda.? aku enggak bisa nafas ini.!"


"Maaf yang maaf,aku kelepasan.!" sahut Dion.


Dokter puspa hanya bisa tersenyum melihat kelakuan Dion. "Jadi kangen tuan suami saya,melihat bapak ibu ini.!"


"Emang suami dokter kemana..?" tanya Sekar


"Lagi tugas diAceh bu,resiko jadi istri abdi negara.Harus siap untuk ditinggal kapan aja.Oya,untuk lebih jelasnya berapa usia kandungan ibu dan bagaimana kondisinya.


Sebaiknya diperiksakan kerumah sakit ya.? Kalau mau jadi pasien saya,bisa datang ke klinik saya,Disana juga lengkap kok peralatannya."


"Baik dokter,besok kami akan kesana.!" sahut Dion

__ADS_1


Setelah pemeriksaan beres,dokter Puspa pun pamit undur diri.Senyum kebahagian terus tercipta dibibir Dion.Diusapnya perut rata sang istri,yang kini telah terdapat kehidupan disana.Diciuminya tanpa henti "Papi janji akan lebih giat lagi bekerja,demi mami juga JAGOAN papi ini"


__ADS_2