Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Dalam pelarian


__ADS_3

Sementara itu Dion dan Sekar kini tengah berada disebuah mobil untuk menuju ketempat pelarian mereka.Setelah pergi dari restoran bersama Sekar,Dion langsung menuju bengkel untuk menukarkan motornya dengan mobil yang dia beli secara diam diam dari orang tuanya.


"Kita mau kemana ayang..?" tanya Sekar pada Dion yang kini fokus mengendalikan setir mobil


"Kita puncak,kerumah temen aku.Kebetulan dia juga ada villa,jadi kita nanti akad nikah disana.Nanti yang jadi penghulu kita juga ayah dari teman aku." jelas Dion


"Kita bakal tinggal dipuncak gitu.?"


"Cuma empat hari kita dipuncak ayang,seudahnya kita bakal kebatam,kita tinggal.disana." kata Dion


"Batam.! ayang enggak salah,itu jauh banget.kita kan enggak tau seluk beluk kota batam ayang.Gimana.? nasib kita sampai sana."


Dion yang mendapat pertanyaan yang terselipkan kekawatiran didalamnya pun tersenyum,diusapnya kepala calon istrinya itu "ayang tenang aja,aku udah beli rumah juga motor disana.Aku juga udah dapet kerjaan,jadi sesampainya dibatam lusanya aku langsung mulai kerja."


"Kok bisa.? gimana caranya.? ayang kan enggak pernah pergi kebatam deh perasaan belakangan ini."

__ADS_1


"Aku minta tolong temen aku,yang kebetulan orang sana.Dia juga punay hobby sama kaya aku,otomotif.Aku ketemu sama dia berapa kali diacara pameran otomotif.Tapi kalo komunikasi lewat telfon atau email hampir tiap hari.Karena orangnya baik banget dan latar belakangnya jelas,dia mau bantu dan aku percaya sama dia."


"Terus ayang kerja apaan disana nanti.?" tanya Sekar


"Jadi montir dibengkel yang."


"Terus aku dirumah aja gitu.?" tanya Sekar kembali


"Iya.! kan aku udah bilang,ayang jadi ratu dirumah.Tapi maaf ya Ayang,rumah kita dibatam nanti kecil,cuma ada dua kamar dan satu kamar mandi.lokasinya juga diperumahan sederhana gitu."


"Makasih ya yang.! aku janji aku bakal jagain kamu,selalu ada buat kamu dan cuma akan ada kamu seorang yang jadi istri aku,yang memiliki hati aku.Aku akan berusaha sekuat tenaga buat bahagiain ayang." ucap Dion


Hampir tiga jam Dion dan sekar menempuh perjalanan,kini mereka sudah tiba divilla sahabat Dion.Jam ditangan Dion masih menunjukan pukul dua dini hari. "Kok pedalaman banget gini sih ayang villanya.? mana sepi banget lagi." komentar sekar saat mengetahuin posisi villa yang sangat jauh dari jalan raya.Bahkan rumah penduduk sekitar pun bisa dihitung menggunakan jari.


"Kalo villanya ditempai rame,kita cepet ketangkep yang.Kita lagi dalam pelarian,jadi nyari lokasi yang susah dilacaklah.!"

__ADS_1


"Oiya ya lupa aku yang..!" sahut Sekar


"Yuk turun,didalem udah ada temen aku nungguin." Dion dan sekar pun turun dari mobil,kemudian berjalan kearah villa.Diketuknya pintu villa oleh Dion,dan terdengar suara sahutan dari dalam villa.


Ceklek....


"Woi nyet.! makin tampan aja ini.Gimana kabar loe.?" Sapa sipemilik villa yang tak lain adalah teman Dion.


"Kabar gue loe udah tau lah dan bisa dilihat sendiri gimana.Kalo tampan mah udah dari lahir gue.! Oya kenalin ini nyet.Dia yang gue ceritain itu."


"Hallo.! gue zein,temen SMP calon imam loe,lebih tepatnya temen maen oli."


"Hallo juga..! gue Sekar"


Zein pun akhirnya mempersilahkan Dion dan Sekar masuk kedalam Villa.Dan menyuguhkan minuman hangat bagi keduanya.

__ADS_1


__ADS_2