Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Saling bertukar jurus


__ADS_3

Setelah akad selesai,acara dilanjutkan dengan menyantap makanan yang telah disediakan oleh ibu zein yang dibantu para tetangga sekitar.Malam semakin larut,tamu tamu yang hadir pun telah kembali kekediaman masing masing.Hanya tersisa sepasang pengantin baru disana.


Suasana canggung dirasakan oleh pasangan pengantin baru.Dikamar yang juga telah disulap dengan sangat indah oleh adik Zein.Dion yang bingung harus melakukan apa,hanya bisa duduk gelisah tak menentu disalah satu sofa yang ada dikamar itu.


"Mau ayang dulu apa aku dulu yang pake kamar mandi.?" tanya Sekar


"Ayang dulu aja.!! pasti enggak nyaman kan pake kebaya gitu.Muka ayang juga pasti udah risih banget sama make up"


"Ya udah kalo gitu.!" Sekar pun beranjak dari duduknya dan masuk kekamar mandi.Tak lama kemudian dirinya keluar dengan menggunakan piama tidurnya. "Udah gantian ayang sana.!!"


Dion bergegas masuk kekamar mandi tanpa menjawab ucapan sang istri.Saat dirinya keluar dilihatnya Sekar tengah berbaring diranjang dengan selimut tebal yang membalut tubuhnya.Tanpa basa basi Dion naik keatas ranjang dan langsung ikut masuk kedalam selimut tebal itu.


"Dingin banget ya yang.?" tanya Dion


"Ho oh.! mana piama aku bahannya kaya gini lagi."

__ADS_1


"Sini suami peluk,biar anget..!" didekapnya tubuh Sekar yang nampak menggigil itu.Diusapnya lembut rambut panjang sang istri. "ayang..!"


Sekar pun mendongakkan kepalanya,ditatapnya wajah sang suami yang berada diatasnya itu. "kenapa yang.?"


"Mau sesuatu yang bikin anget enggak.?"


"Maulah yang.! dingin banget ini."


Tangan Dion pun langsung bergerak melepaskan satu persatu kancing baju sang istri "yang.!" seru Sekar seraya menutup bagian dadanya yang terlihat,akibat pengaitnya telah terlepas.Dan mencegah Dion melanjutkan aksinya.


"Katanya mau sesuatu yang anget,gimana sih.? jangan malu,nanti juga aku tiap hari bakal lihat." ucap Dion


Malam panjang kedua remaja yang sama sama belum berpengalaman itu,akhirnya terjadi.Cumbuan dan saling mencengkram pun mewarnai kegiatan mereka.Suara merdu dari keduanya pun saling bersahutan,menghiasi kamar pengantin mereka.Dion yang merasakan tubuh istrinya bergetar,langsung tersenyum penuh kemenangan. "Ayang udah dapet..?". Tanya Dion penuh dengan kejahilan.


"Ah.! dapet apaan.?". Bukannya menjawab pertannyaan sang istri,Dion kembali bergerilya ditubuh polos Sekar.

__ADS_1


Dion yang baru mengalami dan merasakan sensasi kenikmatan yang kata orang surga dunia,tiada kata lelah terus dan terus bergerak mencari kepuasan.Baru istrinya ingin bernafas,Dion sudah kembali berselancar ditubuh Sekar..


Tak dibiarkannya sang istri untuk memejamkan matanya barang sebentar saja.Kain pelapis ranjang yang sudah tak berbentuk juga telah basah karena keringat yang mereka keluarkan,tak menjadi masalah bagi keduanya.Udara yang dingin kini telah berubah menjadi hangat bagi mereka.


"Berhenti dulu yang.! aku haus banget." Pinta Sekar kepada Dion yang sedang berpacu diatas tubuhnya.


"Iya bentar yang,aku biar dapet dulu.!" Dion langsung mempercepat gerakannya untuk menuntaskan permainan dironde yang entah sudah keberapa.Hiangga akhirnya cengkraman dikedua aset kembar Sekar,menjadi akhir permainan Dion.


"Yang.!" seru Sekar)


"Apa yang..?"


"Kamu masih seger gitu sih.?"


"Emang ayang udah enggak seger gitu.?"

__ADS_1


"Heem.! ngantuk,lemes banget kaya enggak punya tulang." keluh Sekar


"Ya udah deh.! besok lagi kalo gitu."


__ADS_2