Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Kangen papi


__ADS_3

Dion langsung dilarikan kerumah sakit oleh teman teman sesama tukang ojeg.Kebetulan saat kejadian Antok juga berada dilokasi,karena sedang berkeliling menjajakan buburnya.Antok yang melihat kejadian itu bergegas mengabari Sekar.


"Mba,mba Sekar.!" Teriak Antok dari jalan,hingga kedepan pintu rumah Dion."MBA SEKAR.!"


"Iya Antok.! apa sih teriak teriak.? saya lagi dikamar mandi." Sahut Sekar setelah berhadapan dengan Antok.


"Bang Dion kecelekaan mba.! abang jadi korban tabrak lari." jelas Antok dengan kepanikan tergambar diwajahnya.


Seketika tubuh Sekar gemetar,tulang tulang nya berasa lepas dari sendi sendinya.Air mata deras bagai air terjun,turun membasahi pipi. " Kamu bohong kan Tok.? kamu bohong kan.?" Ucap Sekar tak percaya.


"Buat apa saya bohong mba,saya serius.Hayoo buruan.! saya antar mbak kerumah sakit.Bang Dion udah dibawa kesana sama temen temen ojegnya."

__ADS_1


Sekar yang diantarkan oleh Antok,bergegas kerumah sakit dimana suaminya berada.Saat Sekar sampai disana Dion tengah ditangani oleh Dokter.Sekar hanya bisa duduk disalah satu kursi tunggu pasien,dengan terus menangis.Tak henti hentinya Sekat berdoa demi keselamatan Dion.Hampir sembilan puluh menit Dion ditangani,hingga akhirnya sang dokter pun keluar dari ruangan dimana tubuh Dion tergolek tak sadarkan diri.


"Siapa keluarga pasien yang didalam.?" tanya dokter pada Sekar,Antok dan beberapa teman ojeg Dion


"Saya dok,saya Istrinya.!". sahut Sekar,Dokter yang nampak tak percaya dengan yang diucapkan Sekar.Hanya bisa menautkan alisnya dan memandangi Sekar secara teliti.


"Bisa ikut keruangan saya.? Akan saya jelaskan kondisi pasien secara rinci." Dokter mengajak Sekar keruangannya,Setelah mereka duduk dikursi masing masing.Dokter dengan rinci menjelaskan kondisi Dion.Dari keseluruhan tidak ada yang serius,hanya luka luka kecil yang banyak terdapat dibeberapa tubuh Dion.


Sekar masih bersyukur,walau kondisi kaki Dion cukup parah,tapi paling tidak nyawanya terselamatkan.Sekar menuju ruang perawatan suaminya,nampak tubuh Dion yang belum sadarkan diri terbaring disana.


Badan dan kedua kaki Dion dipenuhi perban.Pelipis yang sedikit tergores,luka lecet yang lebar nampak dibagian pundak dan lengannya,jarum infus tampak menghiasi ditangan kanan Dion.

__ADS_1


Bagai ditusuk ribuan duri beracun,hati sekar sakit,dadanya sesak melihat tubuh suami tercintanya.Air mata terus mengalir dimata indah miliknya.


"Papi cepet bangun.! mami sama jagoan kangen". Ucap Sekar dengan tangan yang bergerak lembut dirambut sang suami. "Papi udah makan belum.? mami masak makanan kesukaan papi loh,cepet papi bangun.Jagoan juga udah laper ini,pengen makan sama papi.!" Oceh Sekar berderai air mata.


"Mbak makan dulu ya.! kasihan loh adek bayinya." Ucap Antok dengan tangannya yang membawa bungkusan untuk Sekar.


"Nanti aja Tok,aku belom laper.!"


"Mbak jangan gitu,kasihan adek bayinya.Kalau abang tau mbak enggak makan,enggak mikirin adek bayinya,nanti abang marah loh.!"


Dengan segala bujuk rayu Antok dan juga ketakutan akan keadaan bayi dan kemarahan suaminya.Akhirnya Sekar menyantap makanan yang dibawa oleh Antok.Dengan Mata yang terus menatap kearah sang suami.

__ADS_1


__ADS_2