Dewasa Sebelum Waktunya

Dewasa Sebelum Waktunya
Pergi untuk kembali


__ADS_3

Dua minggu sudah Jagoan belom berhasil diketemukan.Hanya pesan dan pesan yang selalu datang,memberi peringatan agar Dion dan Sekar segera bercerai.Sekar sedikit demi sedikit,mulai bisa bangkit dan berjalan pelan pelan.Dirinya sedikit lega karna jagoannya baik baik saja,walau dia tidak tau dimana keberadaannya.


"PAPI.!" suara Sekar menggema dari arah ruang makan,Dion yang tengah berada di ruang tamu bersama Thomas,Antok,Rizki dan Imam,bergegas menghampiri sang vitamin.


"MAMI..!" Dion begitu terkejut melihat pemandangan didepannya,Sekar yang tengah bersandar pada sisi meja makan,sedangkan satu tangannya memegangi perut itu tampak mengenaskan.Ditambah dengan darah yang mengalir dikaki mulus Sekar.


Secepat Kilat Dion mengangkat tubuh sang vitamin,masuk kedalam mobil.Empat pemuda tampan beda usia juga tak kalah panik,begitu juga dengan bu Nur.Dion segera membawa Sekar kerumah sakit milik Dokter Puspa.

__ADS_1


Tangis Dion pecah,badannya lunglai jatuh kelantai,saat dirinya mendengar dari dokter Puspa,bahwa bayinya tidak bisa diselamatkan.


"Ya TUHAN apa lagi ini.?" ucap Dion dengan deraian airmata.Thomas mensejajarkan tubuhnya disamping Dion.Diraihnya pundak sahabat sekalis adik baginya itu.


Rizki,Antok,Imam,seketika juga ikut menangis.Mereka ikut merasakan apa yang dirasakan oleh orang yang banyak berjasa pada mereka itu.Bahkan bu Nur pun hampir nyaris pingsan,mendengar kabar itu.


Sementara itu disebuah hotel dijakarta,Jagoan bersama seoarang wanita dan juga Herman tengah menikmati makan siang mereka.Jagoan terus merengek ingin bertemu papi dan maminya,Bocah lucu dan pintar itu,memang jauh dari kata cengeng.Namun disaat rindu pada papi dan maminya datang,tangisnya sangat sulit dihentikan

__ADS_1


"api om ami hiks hiks hiks" itulah yang terus diucapkan Jagoan.Selama dijakarta Herman selalu berpindah pindah hotel,dan selalu melakukan aktifitas makannya dikamar.Herman bahkan melakukan penyamaran,begitu juga Jagoan.Jika akan berpindah hotel atau keluar dari hotel,jagoan akan selalu ditutupi wajahnya.Terkadang juga bahkan sampai dibius atau diberi obat tidur terlebih dahulu.


"Maafin mami pi maafin mami hiks hiks hiks...!!"


kata kata dengan suara bergetar itu tiada hentinya Sekar ucapkan.Didekapan Dion Sekar terus memohon ampun pada suaminya,karna telah gagal menjaga calon putri mahkota mereka.


"Ssttt udah jangan nangis terus..!!" Dion berusaha tegar didepan sang vitamin.Jika dirinya lemah,bagaimana nasib keluarganya,itulah yang selalu dia ingat.Dion berusaha mengikhlaskan semua,mengikhlaskan bayi yang sempat tumbuh didalam rahim sang vitamin.

__ADS_1


"Nanti kita bikin lagi ya..? kalo mami udah sehat. putri mahkota tau bagaimana keadaan mami sama papinya.Dia anak yang baik,makannya TUHAN lebih sayang sama putri mahkota.Dia bilang sama papi,katanya putri mahkota pulang dulu kesurga,nanti kalo waktunya udah pas,putri mahkota dateng lagi buat kita.Sekarang juga putri mahkota lagi main disurga,lagi bahagia...!!"


Dion terus berusaha untuk kuat,menenangkan sang vitamin dengan pelukan,ciuman,juga kata katanya.Walau sakit dihatinya saat mengucapkan kata kata itu.Sebisa mungkin Dion tidak mengeluarkan air matanya.Dion adalah kepala keluarga,imam bagi istri dan anak anaknya.Bagaimana dan akan kemana keluargannya berlabuh,semua tergantung dari bagaimana sifat,sikap dan perbuatan Dion dalam membimbingnya.


__ADS_2