
Dengan penuh rayuan dan tipu muslihat,akhirnya Danny berhasil menculik Sekar untuk dibawa kepemancingan milik Engkongnya Lisa.Disana sudah nampak terlihat Andre yang tengah asik bercanda dengan Lisa.sementara Dimas sudah duduk dengan damai,bersama alat pancingnya dipinggir empang.Sedangkan Maya sang pacar hanya melihatnya dari salah satu gazebo.Sementara Dion yang bertugas menjemput Dini belum juga menampakkan batang hidungnya.
"Dion sama Dini belom sampe.?" tanya Danny
"Salam dulu kek cepika cepiki dulu kek loe,ini langsung introgasi aja.!" oceh Dimas
"Setor loe..!! umpat Danny dengan gerakan kakinya sedikit menendang menyingkirkan kaki Dimas.
"Jangan loe keluarin ilmu loe sekarang,noh.!" tunjuk Dimas dengan dagunya "manusianya udah nyampe."
Dion yang sudah lebih dulu keluar dari mobilnya,langsung berlari kearah Sekar.Tanpa aba aba ditariknya tangan sekar menuju kemobilnya."Loh loh loh kenapa itu bocah.?" ucap Dimas bingung
"Mana gue tau.!" jawab Danny
"NYET.!" teriak Dimas tepat ditelinga Danny "angan jangan itu anak mau kabur sekarang lagi.?"
__ADS_1
Sedangkan Sekar yang ditarik oleh Dion secara tiba tiba,hanya bisa mengikuti langkah Dion dengan berbagai macam pertanyaan muncul dikepalanya.Dion pun menyuruh Sekar masuk kemobil,setelah sebelumnya Dini turun terlebih dahulu.
"Kita mau kemana.?" tanya sekar setelah dion duduk disebelahnya." Enggak kemana mana,kita ngobrol disini." jawab Dion
"Kamu kenapa sih yang.?" tanya sekar khawatir
"Minggu depan kita kabur ya.? kita nikah.?"
"Jangan konyol deh yang.! kamu tau resikonya apa kalo kita kabur.?" kata Sekar
"Bukan enggak percaya,tapi kan....
"Oke kalo kamu enggak percaya.! Ya udah kamu terusin nikah sama Danny." belum juga Sekar menyelesaikan ucapannya,Dion sudah menyelanya terlebih dahulu.
"Bukan gitu yang.! kamu dengerin dulu.Gimana sama sekolah aku.? kalo kita kabur.Otomatis aku enggak bisa sekolahkan.? emang kamu enggak malu punya istri yang cuma tamatan SMP pendidikannya.? terus aku juga entar enggak bisa kerja buat bantuin kamu cari nafkah." jelas Sekar
__ADS_1
Dion yang mengerti maksud Sekar,akhirnya tersenyum.
Diraihnya tangan putih nan halus milik Sekar.Diciumnya dengan penuh sayang. "kamu enggak usah kerja,kamu dirumah aja jadi ratu.Kamu udah jadi tanggung jawab aku sepenuhnya kalo nanti kita udah nikah.Dan aku enggak akan pernah malu sama pendidikan kamu yang cuma SMP.Enggak penting itu semua,yang terpenting adalah hati kamu,sikap kamu,sifat kamu,kepribadian kamu."
"Ayang bener yakin sama aku.? percaya kalo aku bisa jadi istri yang seperti ayang pengen.?"
"Yakin seyakin yakinnya.! Cuma sekarang tinggal dari kamunya gimana,yakin enggak kamu sama aku.? percaya enggak kamu sama aku.?" tanya Dion
"Aku percama sama Ayang dan aku mau kabur terus nikah sama ayang."
Senyum cerah pun terbit dibibir Dion,setelah mendengar jawaban dari Sekar.Dipeluknya tubuh putih mulus,tinggi,langsing itu erat.Untuk beberapa saat suasana hening tercipta,sampai dimana Dion melepaskan pelukannya.Ditangkupnya kedua pipi Sekar,dipandanginya wajah cantik nan mulus itu tanpa berkedip.
"Makasih ya ayang,makasih banget.! ayang udah kasih aku kebahagiaan yang luar biasa indah." ungkap Dion
Sekar hanya mengangguk dan tersenyum menanggapi ucapan Dion.Mata mereka saling terkunci,saling menikmati pemandangan indah didepan mereka.Sementara disudut sana para sahabat,dengan gelisah menatap kearah mereka.
__ADS_1